Konten dari Pengguna
Dari Limbah Jadi Berkah: Mahasiswa HI UMM Olah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk
1 Juli 2025 13:57 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Dari Limbah Jadi Berkah: Mahasiswa HI UMM Olah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk
Mahasiswa Prodi HI UMM sosialisasikan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik kepada warga Tawangsari, Pujon.Naufal Demelzha
Tulisan dari Naufal Demelzha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Permasalahan lingkungan akibat limbah kotoran sapi yang selama ini mencemari aliran sungai di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, mulai menemukan titik terang. Melalui sebuah program praktikum mata kuliah Politik Lingkungan yang diinisiasi oleh kelompok mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, warga pemilik ternak sapi kini didorong untuk mengubah limbah menjadi sesuatu yang lebih bernilai: pupuk organik.
Kelompok yang beranggotakan Nizar Hafizh Hanan, Puput Erinda, Ringga Bagus Anom, Ramadhan Hidayat, Shafina Aprilia Dilla Farizky, Hillbra Naufal Demelzha Gunawan, Alfin Ramadhani Pratikno, dan Arya Dwi Purnomo ini menggagas program sosialisasi untuk mendorong warga pemilik ternak mengubah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis.
Selama ini, pemandangan aliran sungai kecil yang keruh dan berbau tidak sedap menjadi hal yang lumrah di beberapa sudut Desa Tawangsari. Kebiasaan membuang kotoran sapi langsung ke sungai tidak hanya merusak ekosistem perairan, namun juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi warga sekitar.
Menjawab keresahan tersebut, para mahasiswa menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi yang menargetkan para peternak sapi di desa tersebut. Dalam acara ini, warga tidak hanya diberikan pemahaman mengenai dampak buruk dari pembuangan limbah sembarangan, tetapi juga dibekali dengan pengetahuan praktis tentang cara mengolah kotoran sapi menjadi pupuk kompos yang berkualitas.
Nizar, kerap ia disapa, selaku koordinator kelompok, menyatakan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk mengubah pola pikir sekaligus memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
"Kami melihat kotoran sapi ini bukan sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang belum termanfaatkan secara optimal. Dengan diolah menjadi pupuk, limbah ini bisa menjadi berkah, baik untuk menyuburkan lahan pertanian warga maupun membuka potensi pendapatan tambahan," ujar Nizar saat ditemui di lokasi.
Antusiasme warga terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Beberapa peternak yang hadir mengaku baru menyadari bahwa kebiasaan lama mereka berdampak signifikan terhadap lingkungan. Mereka menyambut baik solusi yang ditawarkan karena dinilai mudah diterapkan dan memiliki manfaat ganda.
Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi awal dari sebuah kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Tawangsari. Dengan pengelolaan limbah ternak yang tepat, lingkungan desa bisa kembali bersih dan sehat, sementara warganya mendapatkan keuntungan ekonomi dari usaha kreatif mengolah limbah.

