Konten dari Pengguna
Jalan Tanpa Rokok, Gerakan Sosial Anti Merokok Saat Berkendara
16 Januari 2025 15:53 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Jalan Tanpa Rokok, Gerakan Sosial Anti Merokok Saat Berkendara
Gerakan Jalan Tanpa Rokok merupakan gerakan sosial yang diinisiasi oleh mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang untuk mewadahi para korban perokok di jalanan.Naufal Demelzha
Tulisan dari Naufal Demelzha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Eksistensi pengendara yang merokok di jalan menjadi keresahan yang dirasakan banyak pengendara ataupun pejalan kaki yang ada di jalan. Merespons hal tersebut, sepuluh mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisiasi gerakan sosial yang bertajuk Jalan Tanpa Rokok (JTR).
Gerakan JTR ini memiliki misi untuk menampung segala keresahan, kekesalan, dan kemarahan pihak-pihak yang dirugikan serta memberikan sanksi sosial kepada para pelaku. Secara formal, Jalan Tanpa Rokok telah menjalin kerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Polres Malang, ditandai dengan podcast antara JTR dan juga Kanit Kamsel Lantas Polres Malang, Ipda Umar Kiswoyo, yang bisa disaksikan di kanal YouTube Jalan Tanpa Rokok.
Gerakan Jalan Tanpa Rokok (JTR) ini bukan sekadar gerakan biasa, melainkan sebuah terobosan yang lahir dari kegelisahan generasi muda terhadap perilaku buruk pengendara yang merokok di jalan.
Tidak hanya sekadar mengeluh, mereka memilih bertindak nyata. Melalui kolaborasi dengan pihak kepolisian, JTR mencoba mendorong perubahan sikap dengan pendekatan persuasif namun tegas. Sistem pelaporan melalui media sosial yang mereka bangun memungkinkan masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam mengawasi dan melaporkan pelanggaran.
Modus operandi JTR sangatlah sederhana namun efektif. Setiap warga yang merasa terganggu dengan pengendara yang merokok bisa langsung mengirimkan bukti foto atau video ke akun Instagram mereka. Informasi detail seperti plat nomor kendaraan dan lokasi kejadian akan memudahkan pihak berwenang untuk menindaklanjuti.
Yang menarik, gerakan ini tidak sekadar menghukum, melainkan juga mendidik. Setiap laporan yang masuk akan diproses dengan memperhatikan aspek edukatif. Mereka percaya bahwa perubahan perilaku akan lebih bermakna jika dilakukan melalui pendekatan persuasif daripada sekadar memberikan sanksi.
Kolaborasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Malang menjadi bukti keseriusan mereka. Podcast yang mereka unggah di YouTube bukan sekadar konsumsi media, melainkan juga sarana untuk mengedukasi masyarakat luas tentang dampak buruk merokok di ruang publik.
Gerakan Jalan Tanpa Rokok ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas muda lainnya. Mereka membuktikan bahwa mahasiswa tidak sekadar bisa bicara, namun juga mampu bertindak nyata untuk perubahan sosial. Semoga gerakan sejenis bisa bermunculan di berbagai kota, menciptakan ruang publik yang lebih sehat dan nyaman bagi semua orang.

