Konten dari Pengguna

Kemuliaan Berbanding Lurus dengan Resiko Tugas

Kristiono
Pengamat Sosial Politik - Ketua Yayasan Sahabat Remaja Indonesia - Alumni Fisipol UGM - Tinggal di pedesaan Grobogan Jawa Tengah
22 Agustus 2025 13:28 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Kemuliaan Berbanding Lurus dengan Resiko Tugas
Kisah kemuliaan Nabi Yahya yang mendapatkan tugas mendakwahi bani Israel, hingga dibunuh ketika beribadah.
Kristiono
Tulisan dari Kristiono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Nabi Yahya (Foto: Getty Images/iStockphoto/Boonyachoat) di artikel detikhikmah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nabi Yahya (Foto: Getty Images/iStockphoto/Boonyachoat) di artikel detikhikmah
Beberapa hari ini, penulis sempat berpikir mengenai salah dua di antara 25 Nabi besar, yang wajib dihapal dan diketahui umat islam, wafat dengan cara sadis dibunuh oleh umat di jamannya. Keduanya adalah ayah dan anak. Yakni Nabi Zakaria as dan Nabi Yahya as. Dua orang nabi yang hidup sejaman dan satu lokasi dakwah dengan nabi Isa as.
Antara nabi Yahya as dengan Nabi Isa as berstatus sebagai sepupu. Dimana Nabi Zakaria as adalah paman yang senantiasa menjaga ibunda Maryam (ibu nabi Isa as) ketika berada di mihrab salah satu sudut di Baitul Maqdis.
Adalah Raja Herodes, pemimpin lalim yang memerintahkan pembunuhan atas keduanya. Penyebab utamanya adalah keinginannya menikahi gadis yang masih mahram. Nabi Yahya as yang mendengar hal tersebut, memfatwa haram atas rencana sang raja. Syariat yang memang sudah berlaku bagi bani Israil saat itu.
Nabi Yahya as yang saat itu masih shalat di Baitul Maqdis, kepalanya langsung dipenggal oleh pasukan Herodes. Lalu dibawa ke istana Herodes. Sedangkan ayah Nabi Yahya as yang mendengar hal tersebut, bersedih hati dibuatnya. Tak banyak waktu bersedih, beliau langsung pergi ke hutan menyelamatkan diri karena ada kabar pasukan si raja lalim juga akan mengeksekusinya.
Di dalam hutan, dengan mukjizatnya, Nabi Zakaria masuk berkelindan di sebuah pohon secara full. Qadarullah ada setan yang mengetahui dan menunjukkan lokasi pohon sang Nabi bersembunyi (selain ada riwayat lain menyebutkan bahwa baju Nabi Zakaria as Nampak sedikit). Pasukan Herodes yang mengetahui hal itu lantas menggergaji pohon tanpa pikir panjang.
Syahid lah anak dan ayah hari itu.
Allah swt berfirman dalam surat Maryam 15 : โ€œKesejahteraan baginya (Yahya) pada hari dia dilahirkan, hari dia wafat, dan hari dia dibangkitkan hidup kembali.โ€
Sebuah kemuliaan dari Allah swt kepada nabiNya yang begitu dicintai dan akhir hidupnya dibunuh oleh umatnya.
Semasa hidupnya, kedua nabi yang masih sepupu tersebut, pernah saling berbincang dan ingin saling didoakan. Nabi Yahya as ingin didoakan oleh Nabi Isa as yang diciptakan dengan kalimah Allah. Sedangkan Nabi Isa as ingin didoakan nabi Yahya karena kemuliaan salam dari Allah swt sejak ia lahir, ia wafat dan ia akan dibangkitkan nanti.
Masyaallah. Kemuliaan yang berbanding lurus dengan resiko dari amanah yang diembannya. Semoga menjadi ibrah bagi kita semua.
Trending Now