Konten dari Pengguna
Mahasiswa MMD UB Tingkatkan Literasi dan Keberanian Anak Dari Teras Posko KKN
9 Agustus 2025 19:53 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Mahasiswa MMD UB Tingkatkan Literasi dan Keberanian Anak Dari Teras Posko KKN
Dari teras sederhana di Dusun Aran-Aran, mahasiswa kelompok 33 MMD UB 2025 menghadirkan Teras Ilmu ruang belajar nonformal yang memadukan literasi, kreasi, dan pembelajaran dasar. Program ini tak hanyAmelia Nadya Sakanti
Tulisan dari Amelia Nadya Sakanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Poncokusumo, Kabupaten Malang β Sebuah teras rumah sederhana di Dusun Aran-Aran, Desa Sumberejo, berubah menjadi ruang belajar yang hangat, riuh tawa, dan penuh semangat. Melalui Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Tahun 2025, Kelompok 33 menghadirkan Teras Ilmu, inisiatif pendidikan nonformal yang memadukan literasi, kreasi, dan pembelajaran dasar dalam suasana inklusif. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Arief Setiawan, S.IP., MPS.
Dari Teras Posko Jadi Ruang Belajar
Amelia Nadya Sakanti, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya sekaligus penggagas Teras Ilmu, menjelaskan bahwa ide ini lahir dari keterbatasan fasilitas belajar nonformal di desa.
βNamanya Teras Ilmu karena memang dilakukan di teras posko tempat kami tinggal. Kami memanfaatkan rumah ini sebaik mungkin untuk menggelar ilmu, berbagi pengetahuan, dan memberi ruang bagi anak-anak untuk berkembang,β ujarnya.
Meski anak-anak Aran-Aran sudah bersekolah, Amelia melihat mereka masih membutuhkan wadah untuk mengeksplorasi ide, kreativitas, dan pengetahuan di luar kurikulum formal.
βMereka selalu semangat, bahkan sering bertanya, βKak, nanti malam belajar nggak?β Kami menggunakan sistem belajar sambil bermain, jadi mereka tidak bosan dan tetap antusias,β tambahnya.
Tiga Pilar: Literasi, Kreasi, dan Asah
Teras Ilmu dibangun di atas tiga pilar utama yang saling melengkapi. Teras Literasi menumbuhkan minat baca dan keterampilan menulis. Teras Kreasi membuka panggung bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui seni, dari menyanyi lagu daerah hingga drama edukatif. Teras Asah membantu mereka menguasai keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung.
Haqque An Najah, mahasiswa Fakultas Hukum UB yang menjadi penanggung jawab Teras Asah, mengungkapkan tantangan terbesar adalah keterbatasan jumlah anak yang sudah lancar membaca, menulis, dan berhitung.
βKami membagi kelompok belajar menjadi dua, yang bisa membaca dan yang belum supaya latihan yang diberikan lebih relevan,β jelasnya.
Meski demikian, Haki mengaku terkesan dengan semangat mereka. βMeskipun banyak yang kemampuannya tertinggal, mereka tetap datang dengan antusias. Itu membuat kami semakin termotivasi,β tambahnya.
Program Teras Ilmu selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4: Pendidikan Berkualitas. Dengan membuka akses pembelajaran nonformal yang inklusif, program ini meningkatkan literasi, numerasi, kreativitas, dan kepercayaan diri anak-anak, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua anak.
Panggung Kreasi dan Pojok Baca
Puncak program dirayakan melalui Panggung Kreasi, di mana anak-anak ada yang lomba mewarnai, lomba estafet, dan pentas dengan tampil percaya diri, mulai dari bernyanyi lagu daerah, hingga mementaskan drama bertema anti-bullying.
βTujuannya memberi pengalaman tampil dan membangun kepercayaan diri mereka. Mereka punya potensi, hanya perlu kesempatan untuk menunjukkan,β kata Amelia.
Sebagai bentuk keberlanjutan, tim MMD meninggalkan Pojok Baca di TPQ Darul Muttaqin, berisi buku bacaan umum, cerita anak, hingga pengetahuan populer yang bisa diakses setiap saat.
Pak Budi, pengelola TPQ sekaligus tokoh masyarakat setempat, mengapresiasi langkah ini.
βSangat bermanfaat. Anak-anak jadi bertambah ilmu dan pengetahuannya. Saran saya, bukunya diperbanyak lagi supaya pilihan bacaan mereka lebih beragam,β tuturnya.
Menumbuhkan Mimpi dari Teras Sederhana
Bagi Amelia, semua ini bukan sekadar program pengabdian. βAnak-anak di sini punya semangat luar biasa. Banyak yang bilang ingin kuliah, jadi guru, atau masuk UB. Saya ingin mereka paham bahwa ilmu itu penting dan harus dikejar sampai sukses,β ucapnya.
Teras Ilmu membuktikan bahwa ruang sederhana seperti teras rumah bisa menjadi titik tumbuhnya mimpi. Dari sini, semangat belajar bertunas, keberanian mekar, dan harapan masa depan mulai berbuah.
#MMDUB2025
#TerasIlmu
#SDGs4
#PendidikanBerkualitas
#UniversitasBrawijaya
#MahasiswaMembangunDesa

