Konten dari Pengguna

Mahasiswa UB Ajak Warga Ciptakan Pakan Murah, Kandang Sehat, & Wujudkan SDGs 2

Amelia Nadya Sakanti
Mahasiswi Universitas Brawijaya
31 Juli 2025 13:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mahasiswa UB Ajak Warga Ciptakan Pakan Murah, Kandang Sehat, & Wujudkan SDGs 2
Mahasiswa UB edukasi peternak Dusun Aran-Aran tentang pakan ekonomis dan kandang sehat untuk wujudkan SDGs 2: Ketahanan pangan dari desa.
Amelia Nadya Sakanti
Tulisan dari Amelia Nadya Sakanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dokumentasi Pribadi, Demonstrasi Pakan Ternak bersama Warga Aran-aran
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi, Demonstrasi Pakan Ternak bersama Warga Aran-aran
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan kontribusi nyatanya terhadap masyarakat melalui Program Membangun Desa (MMD), Malang (14/7/2025). Kali ini, Dusun Aran-Aran di Kabupaten Malang menjadi lokasi pengabdian, dengan fokus pada edukasi peternakan berkelanjutan: pakan ekonomis berbasis bahan lokal dan peningkatan sanitasi kandang.
Kegiatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan nyata peternak skala kecil, tetapi juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 2, Zero Hunger, yang mencakup ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, dan pertanian berkelanjutan.
Didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Arief Setiawan, S.IP., MPS., tim MMD UB lintas fakultas menyelenggarakan penyuluhan dan demonstrasi terbuka yang dihadiri oleh puluhan warga. Hadir sebagai pemateri utama, Dr. Asri Nurul Huda, S.Pt., MP., M.Sc., dosen Peternakan UB, yang menekankan pentingnya pemahaman akan kesehatan kandang dan pakan ternak yang bergizi tapi terjangkau.
“Kebanyakan kandang dibangun di dekat rumah warga. Maka, menjaga kebersihan kandang bukan hanya penting untuk ternak, tapi juga untuk kesehatan lingkungan dan keluarga peternak itu sendiri,” terang Dr. Asri.
Dokumentasi pribadi, Ulfah Maharani dan Nurriza Assalwa
Sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Ulfah Maharani membagikan refleksinya dari lapangan,
“Tantangan terbesar adalah menyampaikan ilmu teknis dengan cara yang mudah dimengerti. Tapi saat warga mulai menerapkan, antusias, dan bertanya banyak, di situlah saya merasa ini semua sangat bermakna,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian besar peternak belum mengenal pencatatan kesehatan ternak, belum menerapkan vaksinasi rutin, dan masih memberikan pakan tanpa standar seimbang.
“Gangguan pencernaan jadi masalah umum. Edukasi ini sangat penting dan bisa berdampak besar jika dilanjutkan,” katanya.
Menariknya, sebagian besar peserta kegiatan justru ibu-ibu, yang selama ini aktif mengurus kandang dan memberi pakan ternak. Hal ini membantah anggapan bahwa edukasi semacam ini hanya menyasar laki-laki.
“Ibu-ibu adalah aktor utama dalam peternakan rumah tangga. Mereka sangat aktif dan responsif dalam diskusi,” ujar Dr. Asri.
Kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara teori kampus dan praktik sosial. Keterlibatan lintas disiplin dari mahasiswa MMD telah memberi warna dan dampak nyata pada masyarakat desa.
Dokumentasi pribadi, Mahasiswa MMD UB Kelompok 33
Selain memberikan manfaat langsung, kegiatan ini juga membentuk karakter mahasiswa UB yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peka sosial dan tanggap terhadap isu global, termasuk pencapaian target-target SDGs di tingkat lokal.
Dokumentasi pribadi, Dr. Asri Nurul Huda, S.Pt., MP., M.Sc.
“Mahasiswanya boleh berganti, tapi semangat pengabdian harus terus hidup. Kita semua satu almamater, dan punya tanggung jawab sosial yang sama,” tutup Dr. Asri.
#MMDUB2025
#MMDUB33
#SDGs2
#Edukasi
#KandangSehat
#PakanTernakEkonomis
#UniversitasBrawijaya
Trending Now