Konten dari Pengguna
Memperkuat Posisi Batam pada SIJORI: Aspek Pariwisata
29 Oktober 2025 11:18 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Memperkuat Posisi Batam pada SIJORI: Aspek Pariwisata
Triangle Kawasan Asia Tenggara, Batam, Singapura & Malaysia atau lebih dikenal sebagai SIJORI (Singapura, Johor dan Riau), merupakan kemitraan ekonomi tiga wilayah negara Asia Tenggara dimulai pada taAang Afandi
Tulisan dari Aang Afandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Triangle Kawasan Asia Tenggara, Batam, Singapura & Malaysia atau lebih dikenal sebagai SIJORI (Singapura, Johor dan Riau), merupakan kemitraan ekonomi tiga wilayah negara Asia Tenggara dimulai pada tahun 1990-an. Kerjasama ini dalam rangka memanfaatkan potensi masing โ masing negara untuk bersinergi. Singapura sebagai pusat bisnis dan keuangan, tentunya memiliki pasar dan mitra yang luas, termasuk kedatangan pelaku bisnis ke Singapura, sementara itu Johor sebagai bagian dari Malaysia merupakan wilayah industri dan lahan pengembangan, dan yang ketiga Batam sebagai bagian wilayah kepulauan Riau memiliki sumber daya alam, budaya dan pariwisata. Tentunya dengan potensi masing masing ini layak ketiga negara untuk saling bersinergi, mengoptimalkan aktivitas ekonomi masing โ masing untuk kepentingan Bersama sama.
Lantas apa yang dimiliki oleh Batam, pertama adalah potensi alamnya, Kota Batam yang terdiri dari 3 pulau besar dan beberapa pulau kecil, memiliki karakteristik alam yang menarik. Deretan berbagai pantai, dan laut โ laut yang cantik. Ombak yang cenderung tenang sehingga mengurangi risiko bila digunakan untuk wisata air. Sebut saja seperti pantai Nongsa, pantai Melayu dan Sembulang di Pulau Rempang dan Pantai Melur dan Pantai Sekotok yang ada di Pulau Galang. Selain itu, kedua, ketika kita menginginkan wisata budaya dan sejarah maka kita akan menemukan Masjid Raya Batam, Museum Raja Ali Haji, lantas terdapat vihara terbesar di Kawasan Asia Tenggara, ataupun kehidupan kampung Tua di Batam yang kental budaya lokalnya. Pilihan resort, snorkeling, mempelajari konservasi mangrove, juga bisa menjadi pilihan menarik. Terdapat pula Pulau Abang Besar dan Abang Kecil, dengan duirasi perjalanan 1,5 โ 2 jam menyusuri Jembatan Barelang. Pulau ini memiliki air yang jernih, terumbu karang alami dan ragam ikan yang menarik untuk diperhatikan. Pilihannya adalah Sorkeling, Diving bahkan hobby fotografi bawah laut. Hal inilah yang dapat dikembangkan lebih luas lagi. Satu hal lagi, ketiga, berbelanja di Batam menjadi salah satu daya Tarik tersendiri selain kuliner seafood dan lokalnya. Obrolan kita saat di Batam saat ditemani kawan โ kawan lokal Batam, โPara pelancong dari Singapura, pasti akan borong mie instan banyak banget karena murahnya,โ informasi ini yang sebenarnya bisa ditangkap adalah belanja komoditi tertentu sangat menarik bila dikembangkan. Apalagi merupakan Kawasan duty free.
Bagaimana eksisting wisatawan sampai dengan saat ini? Jika dicermati dari data per November 2024, terdaopat 1,16 juta wisman, atau perkiraan di tahun 2024, terdapat 1,27 juta wisman yang datang. Naik sekitar 8,23% dari tahun 2023. Jika tumbuh sama maka pada tahun 2025 ini wisman yang masuk ke Batam sekitar 1,37 juta wisman yang datang. Bukan angka yang kecil, jika dibandingkan dengan wisman yang masuk ke Indonesia diperkirakan 14,6 juta, maka 9%-nya di topang dari aktivitas wisata di Batam. Potensi inilah yang mesti dikembangkan.
Bagaimana halnya dengan wisatawan nusantara? Salah satu media nasional, menyebutkan jumlah wisnus Januari sd Maret sebesar 434.359, atau proyeksi sampai akhir tahun ini sebanyak 1,73 juta kunjungan wisnus. Sebuah angka yang menarik bagi sebuah kota dengan luas wilayah yang sangat luas. Sehingga jika diakumulasi maka terdapat 258 ribu wisatawan yang datang perbulan-nya, atau jika dilihat per hari maka terdapat 8.600 wisatawan perhari yang masuk ke Batam. Angka yang menarik.
Pintu masuk Batam? Bandara Hang Nadhim, dengan kualitas bandara yang memadai, landasan pacu terstandarisasi, dan mampu menjadi cadangan bagi penerbangan Singapura menjadi kekuatan tersendiri untuk aksesibilitas. Penerbangan ke/dari Batam cukup beragam, utamanya dari Jakarta, Surabaya dan kota โ kota di Sumatera. Sementara penerbangan dari Kuala Lumpur juga menjadi alternatif menarik menghubungkan Batam dan Malayasia. Walaupun ini perlu dikembangkan misalnya tujuan Penang, Langkawi, Hatyai, Phuket, Krabi, bahkan Ho Chi Minh. Sementara itu dua Pelabuhan Ferry menuju ke Singapura dan Johor Baru juga memudahkan aksesibilitas menuju ke Malasia dan Singapura. Jika dilihat dari data salah satu media internasional, menyebutkan bahwa jumlah penumpang rata rata perminggu ke Singapura adalah sekitar 67,3 ribu, atau perkiraannya di hari โ hari biasa sekitar 8,400 menuju dan dari Singapura dan 12.600 di saat akhir pekan. Tentunya data ini perlu diakumulasi dengan Pelabuhan menuju ke Johor dan menuju ke Dumai Sumatera.
Dari gambaran sederhana ini sebenarnya nanti akan bisa di break down lagi berkenaan dengan fasilitas yang dimiliki batam dengan segala potensi dan kelemahan yang masih dimiliki. Begitu pula bagaimana Batam mengambangkan pariwisata berbasis komunitas yang layak untuk dikembangkan sebagai wisata non mainstream yang punya potensi. Bagaimana menurut pembaca?

