Konten dari Pengguna

Mamaknai Idul Adha dalam Bekerja: Ikhlas Mengabdi, Sabar Menjalani

Abdul Bari
a life long learner, saat ini berkarir sebagai Direktur Kelembagaan dan Layanan di PT Jaminan Kredit Indonesia (PT Jamkrindo)
5 Juni 2025 19:19 WIB
Ā·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mamaknai Idul Adha dalam Bekerja: Ikhlas Mengabdi, Sabar Menjalani
Kurban bukan semata soal menyembelih hewan, tetapi tentang melepaskan ego, keinginan pribadi, dan kepentingan sesaat demi manfaat yang lebih besar.
Abdul Bari
Tulisan dari Abdul Bari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Direktur Kelembagaan dan Layanan Jamkrindo Abdul Bari. Dok Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Kelembagaan dan Layanan Jamkrindo Abdul Bari. Dok Pribadi.
Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan yang ditandai dengan penyembelihan hewan kurban. Ia adalah simbol ketaatan, pengorbanan, dan keikhlasan yang mendalam. Idul Adha menyimpan banyak pesan-pesan spiritual yang sangat dalam: tentang ketaatan, keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial.
Momentum perayaan Idul Adha menjadi waktu yang tepat untuk merenungi kembali esensi dari pengabdian yang tulus, tidak hanya kepada Tuhan, tetapi juga dalam peran kita sehari-hari—termasuk dalam pekerjaan.
Dalam Islam, pekerjaan atau bekerja bukan hanya kegiatan ekonomi atau urusan duniawi semata, melainkan bagian dari ibadah dan bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Pekerjaan bukan hanya sarana mencari nafkah, tetapi juga jalan meraih ridha Allah dan kemuliaan hidup di dunia maupun akhirat.
Dalam dunia kerja, semangat kurban mengajarkan kepada kita bahwa melayani dengan ikhlas adalah bentuk ibadah yang tidak kalah mulia. Kurban bukan semata soal menyembelih hewan, tetapi tentang melepaskan ego, keinginan pribadi, dan kepentingan sesaat demi manfaat yang lebih besar.
Kita belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bahwa pengabdian sejati menuntut ketundukan, kerelaan, dan kesabaran tanpa batas. Nilai-nilai itu amat relevan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesional. Seorang karyawan yang memaknai Idul Adha akan melihat pekerjaannya sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah—bukan sekadar kewajiban administratif.
Ilustrasi sapi untuk kurban. Dok Pribadi.
Ia akan bersungguh-sungguh memberi yang terbaik, bukan hanya memenuhi target, tetapi juga menjaga kejujuran, disiplin, dan etos kerja. Ia akan lebih sabar ketika menghadapi tekanan, dan lebih ikhlas saat usahanya belum dihargai sebagaimana mestinya. Sebab ia sadar, yang dinilai bukan semata hasil, tetapi proses dan niat yang mendasari setiap tindakan.
Ketika kita berkurban, kita diminta menyerahkan sesuatu yang berharga. Dalam dunia kerja, seringkali pengorbanan itu berbentuk waktu, tenaga, bahkan rasa nyaman. Namun jika itu dilakukan dengan niat tulus untuk kebaikan yang lebih luas—melayani masyarakat, membantu rekan, menyukseskan misi organisasi—maka semua itu menjadi amal yang bermakna di sisi Allah.
Surat An-Najm ayat 39-41 menyampaikan pesan tentang balasan atas usaha manusia. Ayat 39 menjelaskan bahwa manusia hanya akan memperoleh apa yang telah diusahakannya. Ayat 40 menyatakan bahwa usaha tersebut kelak akan diperlihatkan, dan ayat 41 menegaskan bahwa kemudian manusia akan diberi balasan yang sempurna atas usahanya. Merujuk Kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, surat An-Najm ayat 39-41 menekankan bahwa setiap manusia akan mendapatkan balasan sesuai dengan usaha dan amal perbuatannya sendiri. Ayat ini menempatkan manusia sebagai subjek aktif dalam hidupnya. Allah SWT memberikan kebebasan dan tanggung jawab kepada setiap individu untuk berusaha, merancang masa depan, dan membentuk takdirnya melalui amal perbuatannya.
Mari jadikan Idul Adha ini sebagai momentum untuk meluruskan niat, membakar semangat pengabdian, dan meningkatkan ketulusan dalam bekerja. Kita ikhlaskan apa yang belum bisa kita relakan, kita sabar atas apa yang belum kita capai, dan kita niatkan untuk selalu memberi yang terbaik—bukan hanya yang tersisa.
Semoga setiap langkah yang kita tempuh di tempat kerja, setiap tugas yang kita jalani, dan setiap keputusan yang kita ambil, menjadi bagian dari ibadah yang Allah ridai.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H. Semoga Kurban kita diterima, amal kita diberkahi, dan pekerjaan kita menjadi jalan menuju keberkahan dunia dan akhirat. Lā įø„aula wa lā quwwata illā billāh. Fastabiqul khairāt – Berlomba-lombalah dalam kebaikan.
***
Direktur Kelambagaan dan Layanan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo)
Trending Now