Konten dari Pengguna

Peringatan Darurat 2024 : Dari Meme ke Gerakan Protes

Abdul Hannan Yusuf
Mahasiswa S-1 di Universitas Andalas
22 September 2024 9:33 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Peringatan Darurat 2024 : Dari Meme ke Gerakan Protes
Membahas fenomena Dunia Maya Indonesia "Peringatan Darurat" yang merambah ke Dunia Nyata.
Abdul Hannan Yusuf
Tulisan dari Abdul Hannan Yusuf tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebuah Ilustrasi dari Channel YouTube EAS Indonesia yang diduga viral pada tanggal 22 Agustus 2024
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah Ilustrasi dari Channel YouTube EAS Indonesia yang diduga viral pada tanggal 22 Agustus 2024
Sebuah teks berjudul "Peringatan Darurat" terpasang di atas lambang Garuda Pancasila, simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan latar belakang berwarna biru gelap. Ditambah dengan suara sistem yang menambah kesan suram, video tersebut diunggah di akun media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter) @MataNajwa pada 22 Agustus 2024. Video berdurasi sekitar tiga menit ini mengguncang dunia maya Indonesia, dengan lebih dari 3,3 juta tampilan di X. Saking populernya, konten-konten dengan pesan serupa, bahkan yang hanya berupa foto, telah tersebar luas di platform media sosial lain, seperti TikTok, Facebook, WhatsApp, dan YouTube. Meskipun bermula dari sebuah candaan netizen, kini "Peringatan Darurat" telah menjadi simbol gerakan protes di dunia nyata. Mengapa demikian?
Semua itu bermula dari unggahan akun @Kafir_introver di X pada 21 Agustus 2024. Pengunggah tersebut mengungkapkan kecemasannya atas krisis konstitusi yang sedang berlangsung di Indonesia. Beberapa komentator, sambil mengikuti poin-poin dari pengunggah, membalas dengan nada bercanda. Salah satu di antaranya, @BudiBukanIntel, mengunggah foto ilustrasi Garuda dengan latar belakang biru dengan teks "Peringatan Darurat." Foto ini berasal dari kanal YouTube EAS Indonesia, sebuah akun yang aktif mengunggah video bergenre horor analog berupa peringatan keadaan darurat di saluran televisi Indonesia. Meskipun unggahan foto di kolom komentar tersebut dimaksudkan sebagai candaan, tren yang terjadi menunjukkan hal sebaliknya.
Menurut Andi Rahman, pengamat media sosial melalui laman resmi Drone Emprit, "Garuda Biru" dianggap sebagai representasi kecemasan netizen Indonesia atas kondisi krisis konstitusi yang tengah berlangsung. Selain itu, Garuda Biru juga telah disebarluaskan oleh beberapa influencer ternama di X, seperti @NajwaShihab, @ivooxid, dan @projectm_org, yang memperkuat pesan tersebut serta mendesak masyarakat untuk mengawasi kondisi politik di lapangan. Oleh karena itu, Garuda Biru menjadi simbol penyebaran kesadaran akan ancaman krisis konstitusi dan hukum di Indonesia.
Dengan diakuinya Garuda Biru sebagai sarana menyebarkan pesan dari netizen hingga ke masyarakat di kehidupan nyata, Garuda Biru mulai muncul di ruang publik. Festival Musik Lalala di Jakarta dan Tugu Makara UI menjadi bukti bahwa "Peringatan Darurat" didemonstrasikan sebagai bentuk nyata protes warga Indonesia.
Fenomena yang awalnya bermula sebagai candaan viral di internet hingga menjadi simbol gerakan protes ini menjadi bukti bahwa asal-usul "Peringatan Darurat" yang sederhana bisa berubah drastis berkat pengaruh media sosial. Hal ini juga mengingatkan bahwa apa pun dapat menjadi viral di kalangan netizen Indonesia.
Trending Now