Konten dari Pengguna

Oksigen Segar untuk Profesi Apoteker: Saatnya Bernapas Lebih Dalam

Ilham Hidayat
Apoteker Ber STR Kemenkes RI - Komisaris Klinik Pratama - Founder Komunitas AI Farmasi (PharmaGrantha AI)-Pemerhati Kebijakan Kesehatan
24 Mei 2025 13:10 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Oksigen Segar untuk Profesi Apoteker: Saatnya Bernapas Lebih Dalam
UU Kesehatan 17/2023 membuka napas baru bagi profesi apoteker. Multibar organisasi profesi jadi oksigen segar untuk bergerak lebih bebas dan strategis.
Ilham Hidayat
Tulisan dari Ilham Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kredit gambar: Ilustrasi buatan AI menggunakan ChatGPT/DALL·E oleh Ilham Hidayat (dokumen pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Kredit gambar: Ilustrasi buatan AI menggunakan ChatGPT/DALL·E oleh Ilham Hidayat (dokumen pribadi)
Sudah terlalu lama profesi apoteker hidup seperti di ruang tertutup. Pengap, sesak, dan serba terbatas. Bukan karena tidak ada kerja yang dilakukan. Bukan pula karena apoteker kurang kompeten. Tapi karena ruang bernapas profesionalnya terasa menyempit—pelan-pelan tercekik oleh ketidakjelasan wewenang, birokrasi panjang, dan sistem organisasi yang lebih banyak membungkam daripada mendengar.
Kalau profesi ini diibaratkan manusia, maka selama bertahun-tahun ia hidup dengan ventilator. Sekadar cukup untuk bertahan hidup, tidak cukup untuk bergerak bebas. Kita megap-megap di tengah badai sistem kesehatan yang makin kompleks—dan makin tidak adil.
Namun pada 2023, satu jendela besar akhirnya dibuka. Udara segar itu datang dari Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. UU ini, bagi profesi apoteker, bukan sekadar perombakan regulasi. Ia adalah momentum. Ia adalah pasokan oksigen segar yang sangat kita butuhkan untuk bisa bernapas lebih lega, dan akhirnya—berdiri lebih tegak.

Multibar: Saluran Udara Baru di Tubuh Profesi

Salah satu oksigen terbesar dalam UU ini adalah pembukaan ruang bagi model multibar organisasi profesi. Ini seperti menanam paru-paru baru di tubuh profesi kita yang lama keropos. Dulu, apoteker hanya punya satu pintu organisasi. Mau tidak mau harus lewat sana, walaupun pintunya seringkali lebih mirip tembok: tertutup, sulit ditembus, dan hanya segelintir yang punya kunci.
Kini, dengan sistem multibar, suara perubahan tidak lagi harus lewat satu corong. Tidak lagi dimonopoli oleh elit tertentu. Kini, suara apoteker muda, yang selama ini hanya berdengung di WhatsApp group atau bisik-bisik warung kopi, bisa masuk ke ruang perdebatan publik. Bisa mengudara lebih jauh. Lebih lantang. Lebih representatif.
Jangan salah. Ini bukan hanya soal siapa yang berkuasa di organisasi profesi. Ini soal representasi. Soal siapa yang menentukan arah masa depan profesi. Dan yang lebih penting, siapa yang berhak berbicara atas nama kita semua.

Ruang Baru, Tanggung Jawab Baru

Tentu saja, multibar bukan tanpa risiko. Kita sedang membuka banyak pintu. Tapi membuka pintu tanpa membersihkan ruangan hanya akan menciptakan kekacauan baru. Bahaya terbesar bukan pada banyaknya organisasi, tapi pada lahirnya organisasi yang hanya ganti kulit tapi tetap bermental feodal. Organisasi yang masih berpikir top-down, yang alergi terhadap kritik, yang hanya mengganti wajah lama dengan wajah yang lebih muda—tapi tetap otoriter.
Namun harapan tetap lebih besar dari kekhawatiran. Kita sekarang punya pilihan. Kita sekarang bisa membentuk ekosistem profesi yang lebih sehat. Yang lebih mendengar. Yang lebih terbuka terhadap ide dan inovasi. Yang tidak membatasi apoteker hanya sebagai petugas serah obat, tapi sebagai tenaga kesehatan profesional yang punya mandat etik, keilmuan, dan legalitas untuk berkontribusi dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

Waktunya Bernapas
 dan Berlari

UU 17/2023 memberi kita oksigen. Tapi oksigen saja tidak cukup kalau kita hanya menggunakannya untuk tidur lebih nyenyak. Kita harus memanfaatkannya untuk berlari lebih jauh, untuk membangun ulang kepercayaan diri profesi, dan untuk mengambil ruang-ruang strategis yang selama ini dikuasai orang lain—karena kita terlalu diam.
Momentum ini tidak datang dua kali. Dan sejarah profesi di negeri ini telah mengajarkan kita satu hal: mereka yang tidak bersuara, akan dituliskan orang lain. Jika kita diam, definisi tentang “apoteker” akan terus ditulis oleh orang luar. Kalau kita tidak bersatu, kewenangan kita akan terus digerus, dikerdilkan, bahkan dihapus pelan-pelan.
Kita sudah menghirup udara segar. Sekarang saatnya mengatur napas. Menyusun langkah. Dan bergerak.
Karena tidak ada profesi yang bisa hidup sehat di ruang yang pengap. Dan tidak ada perubahan yang lahir dari mereka yang memilih duduk diam sambil berharap orang lain yang bergerak.
Trending Now