Konten Media Partner

Gubernur Aceh Bertemu Menteri Bahlil, Minta Dukungan Investasi di Pulau Banyak

22 Agustus 2022 20:02 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Gubernur Aceh Bertemu Menteri Bahlil, Minta Dukungan Investasi di Pulau Banyak
Pada November 2021, Pemerintah Aceh dan Murban Energy batal melakukan penandatanganan MoU terkait investasi di Pulau Banyak. #publisherstory #acehkini
ACEHKINI
Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki saat bertemu dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia di Jakarta. Foto: Humas BPPA
zoom-in-whitePerbesar
Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki saat bertemu dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia di Jakarta. Foto: Humas BPPA
Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki melakukan pertemuan dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian Investasi di Jakarta, Senin (22/8/2022).
Achmad Marzuki meminta dukungan dari Kementerian Investasi supaya investasi pariwisata di Pulau Banyak, Aceh Singkil dilanjutkan kembali. β€œKita ingin dukungan dari pak Menteri, dan dapat memberikan tax holiday khusus untuk investasi tersebut,” kata Pj Gubernur Aceh dalam keterangannya disampaikan Biro Adpim Setda Aceh.
Sebelumnya pada awal November 2021, Pemerintah Aceh dan Murban Energy batal melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait investasi di Pulau Banyak, Aceh Singkil. Rencananya penandatanganan MoU ini dilaksanakan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) bersamaan dengan Expo Dubai 2021 akan disaksikan Presiden Indonesia Joko Widodo, namun investasi itu mengalami penundaan lantaran pihak Murban Energy belum siap.
Keindahan kawasan Pulau Banyak di Aceh Singkil. Foto: Abdul Hadi/acehkini
Selain itu, kepada Menteri Bahlil, Pj Gubernur Aceh juga meminta dukungan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe menjadi Net Zero Carbon KEK (KEK tanpa karbon) karena reservoir kosong di Arun dapat dijadikan penyimpan karbon yang dihasilkan industri di dalam KEK Arun. β€œKEK Arun akan menjadi lebih menarik setelah ditemukan migas di Blok Andaman,” sebutnya.
Begitu juga diharapkan proses perizinan di KEK Arun lebih mudah dan terpadu, terutama dalam pengurusan lahan untuk investasi dalam KEK, melalui kerja sama antar pemilik lahan dalam KEK dan BUPP, Patriot Nusantara Aceh agar kemudahan berusaha lebih optimal.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan mendukung permintaan yang disampaikan Pj Gubernur Aceh. Terutama terkait dengan investasi pariwisata di Pulau Banyak.
Dukungan juga diberikan terhadap KEK Arun yang menjadi Net Zero Carbon KEK. Supaya ke depan reservoir kosong di Arun dapat dijadikan penyimpan karbon yang dihasilkan.
Sementara itu terkait kewenangan perizinan minerba dan asimetris lainnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia akan memerintahkan Deputinya untuk mengakomodir kewenangan khusus perizinan Aceh dalam sistem OSS dan terintegrasi dengan sistem database nasional, terutama database minerba (Mining One Data Indonesia-MODI). β€œSemoga ini akan terlaksana sesuai dengan yang inginkan,” ujarnya. []
Trending Now