Konten Media Partner
Tinjau Pembangunan Rumah Duafa, Wakil Ketua DPRA Ingatkan Tak Ada yang Bermain
25 Mei 2022 20:42 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Tinjau Pembangunan Rumah Duafa, Wakil Ketua DPRA Ingatkan Tak Ada yang Bermain
Wakil Ketua DPRA, Safaruddin, meninjau progres pembangunan sejumlah rumah duafa di Aceh Barat Daya. #publisherstoryACEHKINI

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin, meninjau progres pembangunan sejumlah rumah duafa yang diusulnya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2022, Selasa-Rabu (24-25/5). Rumah yang ditinjau tersebar di wilayah Kecamatan Manggeng, Tangan-tangan, dan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.
Safaruddin turun langsung ke setiap gampong (desa) melihat satu per satu rumah yang sedang dibangun. Kunjungan itu bagian dari agenda reses II tahun anggaran 2022 di daerah pemilihan (dapil) IX.
Selain melihat progres pembangunan, Safaruddin juga menemui dan berbincang langsung dengan penerima bantuan. Bahkan, ia turut masuk ke dalam melihat kondisi rumah penerima bantuan yang masih berlantaikan tanah, berdinding kayu, dan beratapkan rumbia.
Ia menginginkan pembangunan rumah untuk kaum duafa tersebut dikerjakan sesuai harapan. Dalam tinjauannya itu, Safaruddin juga ingin memastikan tidak ada pihak-pihak yang bermain dalam program tersebut.
βAlhamdulillah neuk, terima kasih beuh, semoga bagah siap rumoh nyoe mangat bagah bisa mak duk (Alhamdulillah nak terima kasih banyak ya, semoga cepat siap rumah ini agar ibu bisa cepat tempati,β ucap salah seorang penerima bantuan seraya meneteskan air mata.
Di hadapan timnya dan tukang, Safaruddin menegaskan agar jangan coba-coba bermain dalam proyek bantuan pembangunan rumah duafa tersebut. Politisi asal Aceh Barat Daya itu mengharapkan agar rumah tersebut dibangun sesuai dengan spesifikasinya.
βJangan coba-coba kutip uang pembangunan ini, saya ingatkan siapa yang berani maka akan kita tindak langsung,β ujar Safaruddin lewat keterangan tertulis, Rabu (25/5).
Anggota DPRA ini mengingatkan agar tidak ada oknum atau pihak manapun yang mencari keuntungan dengan cara menodai program pembangunan rumah duafa bagi masyarakat miskin tersebut.
Ia mengakui sejauh ini belum ada laporan atau temuan adanya pungutan liar (pungli) terhadap pembangunan rumah duafa yang diusul melalui dana pokok pikiran (pokir) dirinya.
βSaya ingin membantu meringankan beban masyarakat yang memang sangat membutuhkan, agar mereka bisa hidup dengan layak,β ujarnya.
Safaruddin juga meminta timnya untuk mengawal seluruh pembangunan rumah duafa yang ada di setiap gampong, agar bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga bisa selesai tepat waktu. []
