Konten dari Pengguna

Belajar Bahasa Asing Membuka Wawasan Baru dan Menunda Kepikunan

Ade Tuti Turistiati
Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto. Alumni SSEAYP 89. Senang menulis tentang kisah perjalanan, budaya, pendidikan, dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Hobi main pingpong dan membaca.
20 Desember 2025 9:47 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Belajar Bahasa Asing Membuka Wawasan Baru dan Menunda Kepikunan
Kemampuan berbahasa asing tidak hanya berkaitan dengan nilai tambah dalam pendidikan dan karier tetapi juga berperan besar dalam menambah wawasan baru dan menunda kepikunan.
Ade Tuti Turistiati
Tulisan dari Ade Tuti Turistiati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di dunia yang semakin terhubung, kemampuan berbahasa asing tidak hanya berkaitan dengan nilai tambah dalam pendidikan dan karier tetapi juga berperan besar dalam menambah wawasan baru dan menunda kepikunan. Saat bertambahnya usia, fungsi kognitif termasuk daya ingat cenderung menurun. Tidak sedikit dengan usia yang makin menua, orang mengalami Alzheimer. Wouters et al. (2019) menyatakan bahwa orang yang belajar bahasa asing secara teratur lebih mampu mempertahankan fungsi kognitif mereka, termasuk memori jangka pendek dan kemampuan berpikir kritis, meskipun mereka mengalami proses penuaan.
Para lansia di Nara, Jepang yang belajar bahasa Inggris. Sumber: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Para lansia di Nara, Jepang yang belajar bahasa Inggris. Sumber: Dokumentasi pribadi
Bahasa asing adalah bahasa yang bukan bahasa ibu atau bahasa yang dipakai secara luas sebagai bahasa kelompok masyarakat di suatu negara. Bahasa ini dipelajari ataupun digunakan oleh seseorang yang bukan menggunakan bahasa tersebut di kehidupan sehari-hari. Misalnya, bahasa asing bagi orang Indonesia yang sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia adalah bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Korea, bahasa Arab, atau bahasa lainnya.
Belajar adalah inti dari kehidupan. Jangan biarkan usia menghalangi kita untuk berkembang dan menemukan hal-hal baru. Kita bisa mulai belajar bahasa asing sekarang juga, dan merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Semakin cepat kita mulai, semakin besar manfaat yang akan kita peroleh. Bahkan jika kita baru memulai di usia yang lebih matang (tua), otak kita tetap dapat berkembang dan beradaptasi. Sebagai contoh, di Jepang, banyak orang lanjut usia yang tetap aktif belajar bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Bagi mereka, belajar bahasa bukan hanya soal meningkatkan kemampuan komunikasi, tetapi juga menjaga ketajaman pikiran dan memperkaya kehidupan mereka. Teman-teman saya orang Jepang yang belajar bahasa Inggris di usia yang tidak lagi muda mengatakan "Jika kamu ingin hidup panjang, teruslah belajar dan berbagi."
Bahasa asing (bahasa Inggris dan Arab) sebagai media komunikasi untuk belajar di berbagai univ. Sumber: Dokumen pribadi
Bagi lansia beragama Islam, tidak ada kata terlambat dalam belajar bahasa Arab. Bahasa Arab memiliki struktur dan kosakata yang kaya, yang menantang kemampuan berpikir kita. Dengan mempelajari bahasa Arab, kita melatih otak untuk mengenali pola, meningkatkan daya ingat, dan memperkuat keterampilan kognitif lainnya. Bahasa Arab tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Bagi umat Islam, belajar bahasa Arab adalah cara untuk lebih memahami Al-Qur’an dan ajaran agama dengan lebih mendalam.
Trending Now