Konten dari Pengguna

Menikmati Sore di Masjid 99 Kubah Makassar

Ade Tuti Turistiati
Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto. Alumni SSEAYP 89. Senang menulis tentang kisah perjalanan, budaya, pendidikan, dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Hobi main pingpong dan membaca.
3 Agustus 2025 20:03 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Menikmati Sore di Masjid 99 Kubah Makassar
Jangan mengaku pernah ka Makassar kalau tak ada bukti berfoto di Masjid 99 Kubah. Sore hari waktu asar tiba atau menjelang magrib merupakan saat terbaik menikmati keindahan masjid.
Ade Tuti Turistiati
Tulisan dari Ade Tuti Turistiati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dulu kata orang jangan bilang pernah ke Makassar jika belum ke pantai Losari. Namun, sekarang orang mengatakan jangan mengaku pernah ke Makassar kalau tak ada bukti berfoto di Masjid 99 Kubah. Walaupun letakanya berdekatan dengan pantai Losari dalam pandangan mata, kita perlu jalan kaki cukup jauh atau naik mobil dari tempat bertuliskan Pantai Losari menuju masjid ikonik yang juga dikenal sebagai masjid Asmaul Husna ini. Bagi mereka yang tidak berkendaraan pribadi, naik ojek online menjadi pilihan terbaik. Sopir ojek online di Makassar memiliki gaya komunikasi langsung, penuh tekanan dengan volume yang agak tinggi dibanding orang Jawa pada umumnya. Namun demikian, merek ramah-ramah, informatif dan senang bercerita tentang kemajuan kota Makassar.
Masjid 99 Kubah Makassar di sore hari. Sumber: Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Masjid 99 Kubah Makassar di sore hari. Sumber: Dokumentasi pribadi.
Masjid 99 Kubah merupakan masjid terbesar di Sulawesi, dibangun pada tahun 2017 dan diresmikan tahun 2022. Masjid ini terletak di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) atau jantung kota Makassar. Kita bisa berkunjung ke masjid ini setiap saat dan kapan pun karena jam operasional masjid ini dibuka setiap hari yaitu pukul 04.00-23.00 WITA.
Suasana masjid di siang menuju sore hari. Sumber: Dokumen pribadi.
Temperatur di kota Makassar pada musim kemarau cukup panas terutama di siang hari sekitar 32 derajat Celcius. Sehingga, sore hari sebelum waktu asar tiba atau menjelang magrib merupakan saat terbaik menikmati keindahan masjid, shalat berjamaah, dan menikmati tenggelamnya sang surya.
Langit-langit masjid. Sumber: Dokumentasi pribadi
Masjid yang dibangun dengan arsitek kang Emil atau Ridwan Kamil ini memiliki langit-langit dengan konfigurasi warna biru, biru muda, putih, oranye, dan kuning kecoklatan serta lampu-lampunya berwarna putih nan indah. Karpet tebal berwarna merah yang terhampar membuat jamaah betah berlama-lama di dalam masjid.
Tempat berwudu di lantai 2. Sumber: Dokumentasi pribadi.
Masjid 99 Kubah terdiri dari dua lantai ditambah satu semi basement. Tempat wudu dan toilet terletak di lantai dasar yang merupakan semi basement. Lantai 1 digunakan sebagai tempat shalat laki-laki dan lantai 2 untuk tempat shalat perempuan. Bagi wanita yang perlu berwudu, jika tidak mau turun ke basement dapat berwudu di lantai yang sama, di sebuah tong besar berisi air dengan beberapa keran. Di lantai 2 pun tersedia perlengkapan shalat (mukena) yang bersih dan tertata dengan rapi. Di masjid tersebut, ada petugas perempuan yang merapikan mukena dan bekerja secara bergantian tiap dua hari.
Masjid unik yang mirip bangunan masjid di India ini banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun wisatawan negara jiran dari Malaysia, Brunei, dan Singapore. Di sekitar masjid banyak para pedagang yang menawarkan anek panganan. Sehingga, bagi pengunjung yang merasa lapar atau haus, tidak perlu pergi jauh untuk menikmati aneka makanan termasuk makanan khas Makassar seperti coto Makassar dan minuman serta aneka snack lainnya.
Jadi, pastikan jika Anda mengujungi Makassar, sempatkan mengunjungi masjid 99 Kubah.
Trending Now