Konten dari Pengguna

Peringatan Hari "RU OK?" di Australia, Satu Pertanyaan Sejuta Harapan

Ade Tuti Turistiati
Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto. Alumni SSEAYP 89. Senang menulis tentang kisah perjalanan, budaya, pendidikan, dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Hobi main pingpong dan membaca.
11 September 2025 19:31 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Peringatan Hari "RU OK?" di Australia, Satu Pertanyaan Sejuta Harapan
Kamis kedua tanggal 11 September 2025, Australia merayakan β€œR U OK?” day untuk mengingatkan orang bertanya pada keluarga, teman, tetangga, dan kolega dengan menyapa β€œR U OK?” sebagai bentuk kepedulia
Ade Tuti Turistiati
Tulisan dari Ade Tuti Turistiati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hari ini, Kamis kedua tanggal 11 September 2025, Australia merayakan β€œR U OK?” day. β€œR U OK?” day merupakan hari nasional yang diabadikan untuk mengingatkan orang-orang bertanya pada keluarga, teman-teman, tetangga, dan kolega dengan menyapa β€œR U OK?”. Walaupun pertanyaan tersebut umumnya dijawab dengan β€œI am alright”, β€œI am fine” atau β€œOK”, sapaan tersebut tidak dimaksudkan untuk sekadar basa-basi. Pertanyaan β€œR U OK?” dapat disampaikan secara verbal lisan maupun tertulis dengan niat baik dan tulus. Pertanyaan tersebut sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pada orang lain yang disapa. Bentuk perhatian dapat ditindaklanjuti dengan bantuan nyata jika diperlukan. Misalnya menjadi pendengar yang baik jika orang tersebut perlu teman bicara, memberikan dukungan baik moril maupun material.
Poster di cafe. Sumber: Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Poster di cafe. Sumber: Dokumentasi pribadi.
Untuk merayakan dan mengingatkan orang-orang peduli pada sesama, di tempat-tempat umum memasang poster atau flyer β€˜RU OK? beserta narasi ajakan menunjukkan kepedulian. Yang menarik, di restoran atau kantin-kantin sekolah dan universitas mereka akan bertanya apakah ketika kita pesan makanan atau minuman, kita datang bersama teman. Jika ya, maka kita bisa mendapatkan 1 cangkir kopi dengan cuma-cuma seharga antara AUD 4-5 (setara Rp 50ribu). Diharapkan pembeli yang datang bisa ngobrol bersama temannya sambil minum kopi bersama.
Poster informasi kita dapat mendapatkan secangkir kopi gratis jika bawa teman. Sumber: Dok.pribadi
Kapan Menanyakan RU OK?
Beberapa kondisi yang disarankan kita menyampaikan RU OK? diantaranya jika kita menemui kondisi berikut pada teman, keluarga, atau tetangga kita:
β€’ Nampak tidak dapat menangani atau mengontol dirinya
β€’ Nampak lebih kritis pada dirinya sendiri maupun orang lain
β€’ Nampak sakit
β€’ Bercerita secara langsung bahwa mereka kesepian atau menjadi beban bagi orang lain
β€’ Nampak kurang bahkan tidak memiliki motivasi dan energi melakukan sesuatu
β€’ Tidak mampu menghentikan sesuatu yang seharusnya mereka hentikan, misalnya kecanduan merokok, kecanduan minum minuman keras, atau kebiasan yang merugikan lainnya
β€’ Tidak bisa tidur
β€’ Tidak peduli terhadap penampilan
β€’ Kurang tertarik pada sesuatu yang biasanya mereka senangi atau sukai
β€’ Dll
Kondisi di atas bisa terjadi, misalnya karena orang kehilangan pekerjaan atau perubahan pekerjaan yang menjadi kurang menyenangkan. Sebab lain misalnya orang mengalami kesulitas keuangan atau mengalami gangguan kesehatan (sakit) yang berat. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan kepedulian pada sesama tergantung situasi. Misalnya mengambil waktu yang tepat untuk mengajak ngobrol teman, keluarga atau tetangga dengan relaks, menjadi pendengar yang baik, mengajak melakukan sesuatu yang menyenangkan dan bermanfaat, dll.
Sejarah RU OK?
β€œR U OK?” digagas oleh sebuah organisasi nir laba di Australia dengan pendirinya Gavin Larkin pada tahun 2009 dengan tujuan untuk mencegah bunuh diri. Pengalaman dia dimana ayahnya bunuh diri menyadarkan Gavin akan pentingnya memberikan perhatian pada keluarga, teman, bahkan orang lain. β€œR U OK?” bekerja sama dengan pemerintah, para ahli dalam pencegahan bunuh diri dan sakit jiwa, pemimpin perusahaan, universitas, guru, siswa, dan komunitas.
R U OK? Day adalah pengingat bahwa empati tidak membutuhkan modal besar, cukup sepasang telinga yang mendengar dan hati yang peduli. Dari satu pertanyaan sederhana, lahirlah percakapan yang mampu menyelamatkan nyawa dan menguatkan sebuah bangsa. So, RU OK?
Trending Now