Konten dari Pengguna

Sabar Mengantri Demi Menikmati Mon Chinese Beef Roti

Ade Tuti Turistiati
Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto. Alumni SSEAYP 89. Senang menulis tentang kisah perjalanan, budaya, pendidikan, dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Hobi main pingpong dan membaca.
27 Mei 2025 9:49 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Sabar Mengantri Demi Menikmati Mon Chinese Beef Roti
Mon Chinese Beef Roti, merupakan salah satu panganan yang sedang viral di Malaysia. Untuk mendapatkan roti ini, pembeli harus rela mengantri. Roti daging ini renyah di luar, tapi lembut di dalam.
Ade Tuti Turistiati
Tulisan dari Ade Tuti Turistiati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mon Chinese Beef Roti merupakan salah satu panganan yang sedang viral di Malaysia. Lokasi kedainya cukup strategis di pusat kota Kuala Lumpur jalan Bukit Bintang. Roti daging ini merupakan peninggalan leluhur China Muslim yang konon telah hadir 1.200 tahun lalu dan diwariskan secara turun-temurun. Ada dua varian roti yang berisi daging sapi (RM 6,5 atau kurang lebih setara Rp 25.000) atau daging ayam (RM 5,5 atau setara Rp 21.000). Roti daging ini mirip dengan roti Maryam yang banyak dijual di Indonesia dengan tekstur renyah, pipih, berserat, dan padat. Dengan kata lain, roti daging ini renyah di luar, tapi lembut di dalam.
Mon Chinese Beef Roti. Sumber: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Mon Chinese Beef Roti. Sumber: Dokumentasi pribadi
Mon Chinese Beef Roti. Renyah di luar, lembut di dalam. Sumber: Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Mon Chinese Beef Roti. Renyah di luar, lembut di dalam. Sumber: Dokumentasi pribadi.
Untuk mendapatkan Mon Chinese Beef Roti, pembeli harus rela mengantri antara 10 menit sampai berjam-jam di waktu-waktu sibuk. Menurut salah satu pegawainya, sehari terjual lebih dari 2.000 roti. Konsumen roti tidak hanya warga lokal tetapi juga para wisatawan yang datang dari mancanegara. Bagi para pembeli, terutama bagi mereka yang baru pertama kali akan mencicipi roti daging ini, selama mengantri menjadi hiburan tersendiri. Tidak sedikit pembeli yang mengabadikan proses pembuatan roti sampai tersaji.
Antrian pembeli roti daging. Sumber: Dokumentasi pribadi.
Dilihat dari proses kegiatannya, para pegawai di kedai roti daging ini mempunyai spesialisasi. Paling tidak, ada pegawai yang khusus menguleni lapisan terigu, memipihkan dengan tangan sampai menggulungnya setelah diisi daging. Tak lupa sebelum lapisan terigu menggulung daging, irisan bawang Bombai dan serbuk bumbu ditaburkan. Daging yang sudah tergulung kemudian ditekan agak pipih. Setelah itu, pegawai lainnya memasukkan ke dalam wajan besar yang mengandung sedikit minyak. Wajan pun ditutup beberapa lama kemudian roti dibalikkan agar matang merata. Setelah roti menguning kecoklatan roti pun dipindahkan ke sebuah wadah. Roti pun siap dijual. Seorang pegawai yang merangkap kasir memasukkan masing-masing roti ke kantong kertas kecil. Pembeli pun akan menerima pesanan roti dan membayarnya baik secara tunai maupun non-tunai. Yang membuat pengantri gigit jari adalah ketika berharap roti siap dibeli, ternyata ada yang pesan atau membeli dengan jumlah banyak. Alhasil, ia harus menunggu lebih lama lagi sampai roti-roti yang baru diangkat tersedia di sebelah kasir.
Proses pembuatan roti daging. Sumber: Dokumentasi pribadi.
Roti daging enak dinikmati selagi panas/hangat. Aroma daging plus bumbu rempah dan bawang Bombai menggoda selera sementara rotinya terasa krispi. Jika roti dimakan pada saat sudah dingin, rasanya tetap sama namun roti agak mengeras atau tidak serenyah ketika dimakan pada saat panas/hangat.
Kedai roti yang buka sekitar jam 08:00 pagi dan tutup 12:00 malam ini buka setiap hari. Pelancong yang ingin menyicipi roti yang cukup mengenyangkan ini dapat menuntaskannya dengan secangkir teh tarik atau secangkir kopi panas.
Trending Now