Konten dari Pengguna

Membumikan Identitas Maritim Indonesia Melalui Peringatan Hari Nusantara

Adzkia Althafunnisa
An active Law student in Jakarta State University
1 Desember 2025 12:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Membumikan Identitas Maritim Indonesia Melalui Peringatan Hari Nusantara
Tulisan ini mengajak pembaca merenungkan kembali identitas maritim Indonesia di Hari Nusantara serta pentingnya laut bagi persatuan dan masa depan bangsa.
Adzkia Althafunnisa
Tulisan dari Adzkia Althafunnisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar Keindahan Maritim Indonesia. Sumber Gambar: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Keindahan Maritim Indonesia. Sumber Gambar: Pixabay
Peringatan Hari Nusantara setiap tahun sering kita lihat sebagai seremonial biasa, namun sesungguhnya hari ini mengajak kita merenungkan kembali jati diri Indonesia sebagai negara maritim. Di tengah kesibukan daratan yang mendominasi keseharian kita, terkadang kita lupa bahwa laut bukan hanya bentangan air, tetapi fondasi penting berdirinya bangsa. Pertanyaannya, sudahkah kita benar-benar memahami bahwa identitas maritim adalah bagian dari siapa kita sebagai warga Indonesia?
Laut telah menjadi penghubung alami bagi ribuan pulau yang membentuk Indonesia. Di sinilah peran NKRI menemukan pijakannya: wilayah yang luas ini tidak disatukan oleh daratan, melainkan oleh air yang mengelilingi dan menghubungkannya. Momentum Hari Nusantara menjadi pengingat bahwa laut adalah perekat yang memungkinkan kita menjadi satu negara yang utuh. Tanpa kesadaran ini, kita mudah terjebak melihat Indonesia hanya dari kacamata daratan.
Nilai-nilai Pancasila juga memberikan arah bagaimana identitas maritim harus dihidupkan. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, sangat beresonansi dengan tema kelautan. Laut bukan sekadar ruang geografis, tetapi simbol kesatuan. Ketika kita merawat laut, pada dasarnya kita sedang merawat keberlanjutan persatuan nasional. Begitu pula dengan sila kelima, Keadilan Sosial, yang mengingatkan bahwa pemanfaatan sumber daya laut harus memberi kesejahteraan bagi semua, bukan hanya segelintir pihak.
Hari Nusantara juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana masyarakat pesisir hidup sebagai penjaga garis depan NKRI. Kehidupan mereka, yang sering menjadi tulang punggung ekonomi maritim, menyimpan banyak nilai gotong royong dan kearifan lokal. Mengangkat dan menghormati kehidupan mereka berarti menghidupkan kembali identitas maritim bangsa, bukan hanya sebagai konsep besar, tetapi sebagai realitas sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Di tengah arus globalisasi, generasi muda sering kehilangan kedekatan dengan laut. Padahal, banyak inovasi kreatif yang bisa lahir dari pemahaman maritim, mulai dari ekonomi biru hingga ekowisata yang mengedepankan keberlanjutan. Hari Nusantara bisa menjadi titik awal bagi anak muda untuk kembali mengenal laut bukan hanya sebagai destinasi liburan, tetapi sebagai ruang belajar dan peluang masa depan.
Memperkuat identitas maritim juga berarti menjaga lingkungan laut dari ancaman pencemaran dan eksploitasi berlebihan. Kesadaran ekologis ini selaras dengan prinsip Pancasila yang mengajak kita menjaga keseimbangan dan kemanusiaan. Ketika laut rusak, yang terdampak bukan hanya ekosistem, tetapi juga manusia yang hidup bergantung padanya. Di sinilah refleksi Hari Nusantara menemukan makna yang lebih dalam.
Gambar Keindahan Laut Indonesia. Sumber Gambar: Pixabay
Pada akhirnya, membumikan identitas maritim bukanlah proyek besar yang hanya bisa dilakukan pemerintah. Kita bisa memulainya dari memahami, menghargai, dan merawat laut dalam langkah-langkah kecil yang dekat dengan keseharian. Hari Nusantara bukan sekadar peringatan, tetapi undangan lembut untuk kembali menyadari bahwa laut adalah rumah bersama dan penopang utama NKRI. Dengan merawatnya, kita menjaga masa depan Indonesia tetap utuh dan berdaulat. Selamat Hari Nusantara 2025! semoga semangat maritim kita selalu hidup dan mengalir dalam setiap langkah.
Trending Now