Konten dari Pengguna

Menata Harapan Tahun Baru dengan Prinsip Saling Menghormati dalam Keberagaman

Adzkia Althafunnisa
An active Law student in Jakarta State University
1 Desember 2025 10:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Menata Harapan Tahun Baru dengan Prinsip Saling Menghormati dalam Keberagaman
Tulisan ini mengajak pembaca memanfaatkan tahun baru untuk membangun kebiasaan menghormati perbedaan, agar hubungan sosial lebih damai dan inklusif.
Adzkia Althafunnisa
Tulisan dari Adzkia Althafunnisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar Perayaan Tahun Baru. Sumber Gambar: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Perayaan Tahun Baru. Sumber Gambar: Pixabay
Apakah tahun baru hanya tentang membuat resolusi pribadi, atau bisa menjadi ajakan untuk memperbaiki cara kita hidup berdampingan? Ketika kalender berganti, kita sebenarnya diberi kesempatan untuk kembali melihat bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, terutama dalam masyarakat yang penuh warna seperti Indonesia. Pertanyaan sederhana ini mungkin bisa menjadi awal refleksi: sudahkah kita benar-benar menghormati keberagaman di sekitar kita?
Indonesia adalah rumah bagi banyak identitas, keyakinan, dan cara pandang. Kita sering merayakan keberagaman itu, tetapi tidak jarang juga terlena dalam perdebatan kecil yang menguras energi. Moment tahun baru bisa menjadi peluang untuk menata ulang cara kita merespons perbedaan. Tidak harus hal besar, cukup dengan memilih mendengarkan lebih banyak daripada menghakimi.
Prinsip saling menghormati dalam keberagaman sebenarnya dekat dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Sila kedua dan ketiga terutama, mengingatkan kita bahwa kemanusiaan dan persatuan tidak akan hidup tanpa rasa hormat. Di ruang digital yang sering kali penuh amarah, menerapkan prinsip ini justru menjadi tantangan terbesar saat ini.
Tahun baru juga mendorong kita melihat bahwa keberagaman tidak sekadar identitas, tapi juga ekspresi. Perbedaan selera, pilihan hidup, bahkan gaya komunikasi sering menimbulkan salah paham. Dengan membiasakan diri bertanya sebelum menyimpulkan, atau mencoba memahami alih-alih bereaksi cepat, kita sedang menanam benih toleransi yang lebih besar.
Di keluarga, sekolah, atau lingkungan kerja, prinsip saling menghormati bisa diterapkan dalam tindakan sederhana. Menghindari komentar merendahkan, memberikan ruang pada pendapat orang lain, atau tidak memaksakan cara pandang pribadi adalah contoh penerapan kecil yang berdampak besar. Tahun baru menjadi titik awal yang ideal untuk membangun kebiasaan ini.
Generasi muda memiliki peran penting dalam merawat keberagaman agar tidak sekadar menjadi slogan. Melalui konten kreatif, diskusi sehat, atau kegiatan komunitas, semangat saling menghormati dapat terus disebarkan dengan cara yang relevan dan menyenangkan. Dengan begitu, keberagaman tidak hanya dipahami, tetapi dirayakan.
Pada akhirnya, menata harapan tahun baru bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang menjadi manusia yang lebih peka terhadap sekitar. Jika setiap orang membawa satu niat sederhana untuk menghormati perbedaan, maka suasana sosial yang lebih damai dan inklusif bukan sekadar angan-angan. Tahun baru memberi kita ruang untuk memulai kembali, pelan-pelan, tapi pasti.
Trending Now