Konten dari Pengguna

Satu Buku Sehari: Fondasi Kecerdasan Anak

Aghesta Selma Karima
Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi UIN Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto
25 Desember 2025 11:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Satu Buku Sehari: Fondasi Kecerdasan Anak
Satu buku sehari, fondasi kecerdasan anak: Kebiasaan literasi yang ditanamkan sejak dini membentuk sikap belajar yang konsisten, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kemampuan berpikir kritis. #userstory
Aghesta Selma Karima
Tulisan dari Aghesta Selma Karima tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi membacakan dongeng kepada anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membacakan dongeng kepada anak. Foto: Shutter Stock
Membaca sering kali dianggap sebagai aktivitas yang dilakukan saat anak sudah masuk sekolah atau bisa berbicara. Padahal, kegiatan membaca bisa dimulai sejak bayi dengan menggunakan tingkatan bacaan yang sesuai dengan seusianya.
Peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan membaca sejak bayi. Orang tua tidak perlu menunggu anak bisa membaca sendiri, tetapi cukup dengan membacakan buku bergambar, menggunakan suara yang lembut, dan meluangkan waktu secara rutin.
Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan anak di masa depan. Lingkungan rumah yang mendukung kegiatan membaca juga dapat membantu anak menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan membaca juga dapat dimulai saat anak masih dalam kandungan ibu. Janin mampu mendengar suara sejak usia kehamilan 3โ€”4 bulan. Ayah dan Ibu bisa mulai dengan mengajak bercerita, membacakan buku yang ringan, atau bisa juga mendengarkan ayat-ayat kitab.
Ilustrasi membacakan dongeng untuk anak. Foto: Shutter Stock
Membaca bersama orang tua juga memiliki dampak besar terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Aktivitas ini menciptakan momen kebersamaan yang hangat, sehingga anak merasa diperhatikan dan dicintai. Rasa aman ini penting untuk membangun kepercayaan diri anak.
Otak bayi mampu berkembang sangat cepat. Saat ayah dan ibu berbicara, membacakan buku, dan memperlihatkan visual buku kepada anak, berbagai respons akan terlihat, seperti anak yang mulai mengenal bahasa dan kemampuan berpikir yang telah dirangsang sejak dini.
Dengan dukungan dan keterlibatan orang tua, kebiasaan membaca dapat menjadi bekal penting bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, percaya diri, dan berprestasi.
Dalam Islam, membaca telah diperintahkan oleh Allah dalam Al-Qurโ€™an surah Al-โ€˜Alaq ayat 1-5, yang diartikan sebagai berikut.
โ€œBacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.โ€ (QuranBest)
Ilustrasi membaca Al Quran. Foto: Shutterstock
Menurut Hesti (2022), sebagai umat Islam yang meyakini dan mengamalkan, tentulah mengamalkan perilaku budaya membaca dalam tujuan mendapatkan ilmu untuk kebaikan dunia dan akhirat akan dicatat sebagai amal baik. Oleh karena itu, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Membaca tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai bentuk ibadah yang bernilai pahala apabila dilakukan dengan niat yang baik.
Dengan membiasakan anak membaca sejak kecil, orang tua turut berperan dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan diri, masyarakat, serta agama.
Anak yang sering dibacakan buku sejak bayi biasanya lebih cepat mendapatkan kosakata baru, sehingga anak bisa lebih mudah berbicara, belajar membaca, dan memahami cerita dalam bentuk audio maupun visual. Anak cenderung lebih mudah memahami materi pembelajaran, menganggap belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan, dan lebih fokusโ€”yang nantinya akan berdampak pada daya ingat yang kuat.
Ilustrasi kecerdasan anak diwariskan oleh ayah atau ibu? Foto: Q88/Shutterstock
Pada akhirnya, hal ini akan berpengaruh positif terhadap prestasi anak di sekolah. Anak menjadi lebih percaya diri dalam mengikuti kegiatan belajar, lebih aktif bertanya dan berpendapat, serta mampu menyerap informasi dengan lebih baik. Kebiasaan literasi yang ditanamkan sejak dini juga membentuk sikap belajar yang konsisten, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kemampuan berpikir kritis.
Dengan terbiasa membacakan buku kepada anak sejak kecil, orang tua telah menanamkan fondasi kuat bagi keberhasilan anak di masa depan. Kebiasaan sederhana inilah yang berdampak dalam jangka panjang bagi anak.
Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini. Dengan keterlibatan aktif orang tua, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan literasi dan stimulasi positif.
Hal ini membantu anak mengembangkan kemampuan bahasa, konsentrasi, dan minat belajar yang tinggi. Seiring waktu, kebiasaan membaca tidak hanya mendukung perkembangan akademik, tetapi juga membentuk karakter anak yang percaya diri, gemar belajar, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Trending Now