Konten dari Pengguna

Strategi Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Media Populer: Efektifkah?

Aghni Nurul Azizah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan minat dalam mempelajari bahasa asing. Memiliki keterampilan dalam berkomunikasi dengan baik, dapat bekerja dengan tim, dapat menyelesaikan masalah.
26 Juni 2025 15:44 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Strategi Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Media Populer: Efektifkah?
Artikel ini mengupas bagaimana film, musik, dan media sosial secara tidak langsung mempercepat penguasaan bahasa Inggris.
Aghni Nurul Azizah
Tulisan dari Aghni Nurul Azizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Deskripsi Gambar: Ilustrasi belajar bahasa Inggris secara alami melalui film, musik, dan media sosial dengan seseorang yang menonton film, mendengarkan musik memakai headphone, dan menggunakan ponsel untuk media sosial. Sumber: Gambar AI original
zoom-in-whitePerbesar
Deskripsi Gambar: Ilustrasi belajar bahasa Inggris secara alami melalui film, musik, dan media sosial dengan seseorang yang menonton film, mendengarkan musik memakai headphone, dan menggunakan ponsel untuk media sosial. Sumber: Gambar AI original
Di era digital yang serba cepat ini, cara belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, telah mengalami perubahan besar. Jika dulu proses pembelajaran identik dengan buku teks, latihan grammar, dan kelas formal, kini banyak orang justru lebih cepat menguasai bahasa Inggris melalui kegiatan sehari-hari seperti menonton film, mendengarkan musik, dan menggunakan media sosial. Ketiga media ini memang tidak dirancang secara khusus untuk tujuan edukasi, namun terbukti efektif dalam membantu orang belajar bahasa secara alami dan tidak langsung.
Film: Belajar dari Bahasa Sehari-Hari dan Budaya Asli
Menonton film berbahasa Inggris, terutama tanpa dubbing, memberikan banyak manfaat linguistik. Selain melatih kemampuan mendengar (listening), penonton juga mendapatkan contoh penggunaan bahasa Inggris yang autentik, termasuk idiom, slang, dan intonasi percakapan.
Misalnya, serial seperti Friends atau The Office tidak hanya menghibur, tetapi juga kaya akan ekspresi sehari-hari yang sering digunakan dalam kehidupan nyata. Melalui konteks cerita, penonton bisa memahami arti kata atau frasa tertentu tanpa harus membuka kamus. Tidak sedikit orang yang mulai memahami aksen British, American, bahkan Australian, hanya karena terbiasa menonton film atau serial dari negara tersebut.
Film juga memperkenalkan penonton pada budaya dan kebiasaan yang melekat pada bahasa. Ini penting karena penguasaan bahasa tidak hanya soal grammar, tetapi juga memahami bagaimana dan kapan kata-kata tertentu digunakan secara sosial dan emosional.
Musik: Menghafal Bahasa Lewat Irama dan Emosi
Musik memiliki keunikan tersendiri dalam membantu proses belajar bahasa. Lagu-lagu berbahasa Inggris sering kali mengandung struktur kalimat sederhana namun penuh makna, yang membuatnya mudah diingat. Melalui lirik lagu, seseorang bisa mempelajari kosakata baru, pengucapan yang benar, bahkan aturan tata bahasa dasar seperti tenses.
Contohnya, lagu β€œYesterday” dari The Beatles menjadi media belajar past tense yang sangat efektif. Ketika seseorang menyanyikan lagu berulang kali, tanpa disadari mereka menghafal susunan kalimat dan cara pengucapan yang tepat. Musik juga memiliki efek emosional, yang memperkuat daya ingat seseorang terhadap lirik atau makna lagu tersebut.
Dengan adanya platform seperti Spotify, YouTube, atau TikTok, musik dalam bahasa Inggris bisa diakses dengan sangat mudah. Banyak juga yang terbiasa mencari terjemahan atau arti dari lirik lagu yang mereka sukai, yang secara tidak langsung memperkaya pemahaman mereka terhadap bahasa.
Media Sosial: Interaksi Nyata dalam Bahasa Asing
Media sosial adalah ruang yang dinamis dan interaktif, tempat di mana bahasa Inggris digunakan dalam konteks global dan kasual. Di platform seperti Instagram, Twitter (X), dan TikTok, banyak konten kreator dari berbagai negara menggunakan bahasa Inggris untuk berbagi ide, opini, tutorial, hingga humor.
Pengguna yang aktif mengikuti konten berbahasa Inggris akan secara rutin terpapar pada kosakata baru, struktur kalimat modern, serta gaya bahasa yang sedang tren. Bahkan melalui kolom komentar, banyak pengguna yang belajar menulis atau membalas komentar dalam bahasa Inggris. Interaksi ini menciptakan pengalaman belajar yang alami dan menyenangkan.
Selain itu, penggunaan bahasa Inggris di media sosial bersifat sangat kontekstual dan sering kali lebih mudah dipahami karena dilengkapi dengan gambar, video, atau ekspresi visual lainnya. Ini membantu mempercepat pemahaman dan memperkuat asosiasi kata dengan maknanya.
Belajar Bahasa Secara Alami dan Konsisten
Belajar melalui film, musik, dan media sosial memang tidak menjamin penguasaan grammar secara formal. Namun, metode ini sangat efektif dalam membangun keterampilan bahasa secara praktis dan kontekstual. Karena sifatnya yang menyenangkan, orang cenderung lebih konsisten dan termotivasi dalam belajar.
Alih-alih merasa terbebani oleh aturan, pelajar justru menikmati prosesnya karena belajar terjadi melalui aktivitas yang mereka sukai. Ini yang membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Penguasaan bahasa Inggris tidak harus selalu melalui jalur formal. Film, musik, dan media sosial membuktikan bahwa bahasa bisa dipelajari dengan cara yang lebih fleksibel, menyenangkan, dan alami. Dengan paparan yang cukup dan penggunaan yang konsisten, siapa pun bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka tanpa merasa seperti sedang belajar. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan, rasa ingin tahu, dan koneksi internet.
Trending Now