Konten dari Pengguna

Saatnya Indonesia Memiliki Dana Abadi Aparatur Sipil Negara

Karmaji
Pemerhati Kebijakan Sektor Publik. Development and Environmental Policy Analyst. Email: [email protected]
22 Desember 2025 9:18 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Saatnya Indonesia Memiliki Dana Abadi Aparatur Sipil Negara
Saat beban pensiun kian membesar, Dana Abadi ASN menjadi jawaban strategis. Artikel Seri 5 ini membedah manfaatnya bagi keberlanjutan fiskal, kepastian hak pensiun, dan ketahanan keuangan negara.
Karmaji
Tulisan dari Karmaji tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dana Abadi Aparatur Sipil Negara, Solusi Berkelanjutan. Ilustrasi: AI Generated/Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dana Abadi Aparatur Sipil Negara, Solusi Berkelanjutan. Ilustrasi: AI Generated/Dok. Pribadi
Setelah kita berbicara tentang bom waktu dibalik sistem pensiun, siapa yang membayar Pensiun ASN hari ini, penuaan Sistem Jaminan Pensiun ASN, dan juga tentang utang Pensiun ASN yang tak tercatat, pertanyaannya kini menjadi jauh lebih penting dan mendesak yaitu:
Apakah bangsa ini akan terus-menerus bertahan dengan sistem lama, ataukah sebaliknya mulai menyiapkan fondasi baru untuk masa depan Aparatur Sipil Negara?
Di titik inilah sebuah gagasan besar perlu diletakkan di meja publik dengan jujur dan berani:

Dari Membayar ke Menyiapkan: Perubahan Cara Berpikir yang Mendasar

Selama ini, pendekatan kita terhadap Jaminan Pensiun ASN cenderung masih bersifat reaktif:
Pendekatan ini terbukti bekerja selama puluhan tahun. Namun, dunia abad ke-21 menuntut cara berpikir yang berbeda:
Dana abadi adalah simbol perubahan cara berpikir itu. Negara tidak bisa lagi hanya mengandalkan kas tahunan, tetapi perlu mulai:
Ini jelas bukan semata soal teknis keuangan. Ini merupakan pergeseran filsafat bernegara: dari jangka pendek menuju antargenerasi.

Apa Itu Dana Abadi Aparatur Sipil Negara?

Secara sederhana, Dana Abadi Aparatur Sipil Negara adalah:
Ia sama sekali bukan tabungan individu semata, dan bukan pula dana APBN biasa. Ia adalah instrumen peradaban fiskal negara:

Mengapa Dana Abadi Lebih Mulia daripada Sekadar Anggaran Negara Tahunan?

Anggaran negara tahunan adalah refleksi dari kebutuhan hari ini. Tetapi dana abadi adalah refleksi dari tanggung jawab kepada hari esok.
Dengan dana abadi:
Dengan kata lain, negara tidak lagi sekadar “berjanji”, tetapi justru mulai menyiapkan jaminan nyata di muka.
Dalam tradisi kenegaraan yang matang, inilah yang disebut sebagai intergenerational justice: keadilan lintas generasi.

Dunia Sudah Melangkah, Kita Tidak Berdiri Sendiri

Banyak negara telah melangkah lebih dulu dengan pendekatan dana abadi untuk kewajiban jangka panjangnya:
Mereka belajar dari krisis. Mereka membaca tanda-tanda zaman. Dan mereka sampai pada satu kesimpulan yang sama yaitu:
Indonesia tidak perlu meniru secara mentah-mentah. Tetapi kita sangat bisa:

Dana Abadi adalah Bentuk Penghormatan pada Pegawai ASN

Sering kali transformasi dipahami sebagai ancaman bagi hak. Padahal dana abadi justru sebaliknya:
Dengan dana abadi, negara sepertinya sedang berkata:
Ini adalah bentuk kontrak sosial-moral negara kepada aparaturnya secara lebih dewasa, lebih stabil, dan lebih bermartabat.

Tetapi Apakah Negara Mampu?

Pertanyaan ini wajar. Dan justru karena itulah maka harus dijawab dengan jujur.
Dana abadi sama sekali tidak dibangun dalam satu malam. Sebaliknya, ia bisa tumbuh dari:
Yang terpenting bukanlah besarnya pada tahun pertama, melainkan kepastian bahwa proses menanam itu dimulai sekarang. Karena yang paling mahal dari waktu adalah penundaan.

Risiko Terbesar Bukan Mencoba, Tetapi Tidak Memulai

Risiko dalam membangun dana abadi tentulah ada yaitu:
Tetapi semua risiko tersebut jelas bisa dikelola dengan: desain kelembagaan yang kuat, pengawasan publik yang ketat, dan prinsip transparansi dan integritas yang tidak bisa ditawar.
Yang jauh lebih berbahaya justru adalah:
Itu bukan lagi risiko teknis. Itu nyata risiko peradaban fiskal.

Menanam Hari Ini, Memanen Martabat di Masa Depan

Dana Abadi Aparatur Sipil Negara bukan sekadar instrumen keuangan. Ia merupakan pernyataan sikap sebuah bangsa terhadap masa depan aparaturnya sendiri. Apakah kita ingin:
Bangsa yang besar selalu memikirkan masa depan pejabatnya sampai tua. Tetapi bangsa yang benar-benar matang akan menyiapkan hari tua aparaturnya itu jauh sebelum ia tiba.
Dan di titik inilah kita berdiri hari ini:
Sudah waktunya Indonesia menanam Dana Abadi sendiri untuk Aparatur Sipil Negaranya—sebab peradaban tidak dibangun dari ketergesaan, melainkan dari kesetiaan pada hari esok.
----- AK20251222-----
JaminanPensiun (#5): Semuanya berupa gagasan, pemikiran, dan harapan masa depan. Untuk menggugah kesadaran literasi terhadap hal-hal yang menjadi kepentingan publik. Gunakan artikel ini secara bijak dan seperlunya. Komunikasi: [email protected].
Trending Now