Konten dari Pengguna
Sistem Jaminan Pensiun Kita Terlalu Tua untuk Abad ke-21
Pemerhati Kebijakan Sektor Publik. Development and Environmental Policy Analyst. Email: [email protected]
15 Desember 2025 6:18 WIB
Β·
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
Sistem Jaminan Pensiun Kita Terlalu Tua untuk Abad ke-21
Sistem Jaminan Pensiun ASN masih memakai desain lama, tak lagi cocok dengan realitas hari ini. Artikel Seri 3 ini membedah ketertinggalan sistem, tekanan demografi, dan urgensi pembaruan abad ke-21.Karmaji
Tulisan dari Karmaji tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap sistem besar yang bertahan puluhan tahun, umumnya dibangun di atas satu asumsi utama: bahwa dunia akan bergerak relatif lambat dan dapat diprediksi. Itulah yang terjadi pada Sistem Jaminan Pensiun ASN. Ia lahir di sebuah zaman yang lebih tenang, lebih sederhana, dan lebih mudah diterka.
Namun kini kita telah masuk ke abad ke-21βabad yang ditandai oleh perubahan cepat, ketidakpastian global, disrupsi teknologi, krisis iklim, serta pergeseran demografi yang tajam. Dan di titik inilah kita perlu bertanya dengan jujur:
Sistem yang Lahir di Dunia yang Berbeda
Sistem Jaminan Pensiun ASN dibangun di era ketika:
Di era itu, skema pay-as-you-go terasa sangat logis. Yang muda banyak, yang tua sedikit. Negara bisa menjadi βayahβ yang membayar tanpa terasa berat. Ekonomi tumbuh, populasi muda menopang yang telah uzur.
Itu sama sekali bukan kesalahan. Itu adalah kebijaksanaan negara pada masanya.
Tetapi sistem yang lahir dari kebijaksanaan masa lalu tidak otomatis bijak untuk masa depan. Dunia tempat sistem itu dilahirkan sudah tidak ada lagi, sudah berubah sejurus realitas zaman.
Dunia Kerja Telah Berubah, Tetapi Sistem Jaminan Pensiun ASN Masih Diam
Hari ini, dunia kerja bergerak sangat berbeda:
Namun Sistem Jaminan Pensiun ASN sebagian masih dibangun di atas asumsi lama:
Akibatnya, Sistem Jaminan Pensiun tidak lagi sepenuhnya sejalan dengan realitas hidup generasi baru ASN. Ia menjadi semakin rigid di tengah dunia yang makin cair dan dinamis.
Usia Hidup Kian Panjang, Beban Pensiun Makin Lama
Salah satu penanda terbesar abad ke-21 adalah usia hidup manusia yang kian panjang. Ini kabar baik bagi peradaban. Tetapi bagi Sistem Pensiun ASN lama, ini adalah tantangan besar.
Jika dahulu seseorang Pegawai ASN pensiun lalu menikmati manfaat selama 10β15 tahun, kini bisa 20β30 tahun. Artinya:
Masalahnya, Sistem Jaminan Pensiun ASN tidak sepenuhnya dirancang untuk menanggung umur panjang seperti ini. Ia telah tumbuh di dunia dengan ekspektasi hidup yang lebih pendek. Kini dunia telah berubah, tetapi fondasinya masih sama.
Ketidakselarasan Antargenerasi
Abad ke-21 juga ditandai oleh kesadaran baru tentang keadilan antargenerasi. Kita mulai bertanya:
Dalam Sistem Jaminan Pensiun ASN yang terlalu bergantung pada pembiayaan tahun berjalan, risiko ketidakadilan ini menjadi nyata. Generasi muda menghadapi kemungkinan harus:
Ini bukan sekadar soal uang. Ini soal kepercayaan antargenerasi dalam sebuah bangsa.
Dunia Bergerak, Sistem Global Ikut Berbenah
Di berbagai negara, abad ke-21 menjadi titik balik transformasi program pensiun:
Semua ini dilakukan bukan untuk mengurangi perlindungan, tetapi untuk menyelamatkan perlindungan itu sendiri dari potensi keruntuhan oleh beban zaman.
Mereka tidak menunggu krisis datang. Mereka membaca tanda-tanda waktu, lalu berbenah sebelum gempa mengguncang.
Sistem Tua Tidak Selalu Buruk, Tetapi Ia Harus Adaptif Berkembang
Ada kecenderungan melihat perubahan sebagai ancaman. Padahal dalam sejarah bangsa-bangsa besar, yang membuat mereka bertahan bukanlah karena mempertahankan semua yang lama, melainkan karena mampu menumbuhkan yang lama menjadi lebih dewasa.
Sistem Jaminan Pensiun ASN tidak perlu dihancurkan. Sebaliknya, ia perlu:
Inilah cara bangsa yang matang menghormati masa lalu: bukan dengan mengawetkannya tanpa perubahan, tetapi dengan menyempurnakannya agar tetap hidup dan berkembang.
Abad ke-21 Menuntut Cara Berpikir Baru
Abad ini menuntut:
Jaminan Pensiun ASN bukan lagi sekadar soal βdibayar atau tidak dibayarβ. Ia telah bertransformasi menjadi:
Dan sekali lagi, sistem yang terlalu tua untuk abad ini bukanlah sistem yang salahβtetapi sistem yang sedang meminta untuk diperbarui dengan arif.
Zaman Berubah, dan Kita Tidak Boleh Berpura-pura Tidak Melihatnya
Kita hidup di zaman yang bergerak cepat. Dunia pensiun, seperti dunia lain, tidak kebal dari perubahan itu. Seraya menjaga martabat para pensiunan, kita juga memikul tanggung jawab untuk memastikan bahwa sistem pensiun yang sama masih bisa dinikmati oleh generasi berikutnya.
Ketika sebuah sistem terlalu tua untuk zamannya, pilihan kita tinggal dua:
Dan seperti yang selalu diajarkan oleh sejarah bangsa-bangsa besar:
----- AK20251215-----
JaminanPensiun (#3): Semuanya berupa gagasan, pemikiran, dan harapan masa depan. Untuk menggugah kesadaran literasi terhadap hal-hal yang menjadi kepentingan publik. Gunakan artikel ini secara bijak dan seperlunya. Komunikasi: [email protected].

