Konten dari Pengguna
Ada Selamat Datang di Melbourne
19 Oktober 2025 12:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Ada Selamat Datang di Melbourne
Pasar tradisional tertua yang selalu ramai dan ada bahasa Indonesia. Banyak bahan segar dan berbagai pilihan untuk berbelanja, bertemu teman atau sekedar melepas penatAlfons Sroyer
Tulisan dari Alfons Sroyer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjalani karier sebagai diplomat sudah tentu penempatan ke berbagai negara adalah tugas yang harus dijalani. Hal-hal mengenai keprotokoleran, melayani warga negara, negosiasi, promosi dan melindungi kepentingan negara, adalah semangat yang melekat dalam diri seorang diplomat di mana pun ditugaskan.
Sebelum berangkat menjalani tugas pertama saya di Melbourne, saya telah membayangkan sebuah kota besar di Australia yang modern, tertib, sibuk, dan penuh orang-orang dengan latar belakang budaya yang berbeda. Di tengah kesibukan mejalani tugas, ada satu hal yang membuat saya sangat terkesan dengan kota ini ketika ingin berhenti sejenak dari rutinitas, yaitu pasar South Melbourne. Salah satu pasar tradisional tertua di Melbourne yang penuh keanekaragaman warna, budaya dan atraksi.
Pasar ini berdiri sejak tahun 1867 dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Melbourne selama lebih dari satu abad. Hingga saat ini, pasar South Melbourne tetap menjadi salah satu tujuan utama masyarakat, tempat mereka berbelanja bahan segar, mencicipi kuliner lokal, hingga sekadar menikmati suasana akhir pekan. Pasar ini buka setiap Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu, mulai dari pagi hingga sore hari, dan selalu dipenuhi pengunjung dari berbagai latar belakang.
Di setiap akhir pekan saya selalu mengunjungi pasar ini, karena selain ada makanan unik, buah segar, kopi dan karya seni ternyata juga ada kata Selamat Datang di gerbang masuk pasar fenomenal ini. Setiap kali melangkah melalui gerbang Selamat Datang, saya selalu merasa memasuki wilayah saya sendiri di mana keunikan, seni, kuliner, dan keaneka ragaman adalah karakter negara saya.
Hal berkesan lain yang saya temui adalah saat ingin membeli gantungan kunci dan penjualnya adalah orang asli Melbourne, ketika dia tau saya orang Indonesia, dia langsung menawarkan dagangan dengan Bahasa Indonesia โayo pak beli 1 harga $3, kalau ambil 4 saya kasih $10โ saya langsung tertawa dan kami lanjut berbincang dengan Bahasa Indonesia. Selain itu, di pasar ini juga kita dapat bertemu diaspora Indonesia yang berdagang, mereka sangat ramah dan sangat membantu bila ada barang tertentu yang ingin dicari di pasar ini.
Bagi saya, Melbourne bukan hanya tempat bertugas melainkan juga ruang di mana keberagaman bisa dirayakan dengan tetap menghormati nilai dan norma budaya setempat. Di kota ini, identitas bukan sesuatu yang harus disembunyikan, melainkan sesuatu yang bisa dibagikan dengan bangga, bahkan lewat dua kata sederhana di atas gerbang sebuah pasar.
Bagi kalian yang berkunjung ke Melbourne, sempatkanlah mampir ke Pasar South Melbourne. Berfoto di bawah gapura bertuliskan โSelamat Datangโ, temui pedagang Indonesia di sana, dan rasakan semangat diaspora kita yang hidup dalam keseharian kota ini. Promosikan Indonesia dengan gaya kalian, karena di manapun kita berada, selalu ada cara untuk menyapa dunia dengan Bahasa Indonesia.

