Konten dari Pengguna
Peluang Bisnis Online Selama Pandemi COVID-19
25 Mei 2021 16:26 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Peluang Bisnis Online Selama Pandemi COVID-19
Bisnis fesyen thrift shop saat ini tengah digemari oleh masyarakat. Saya adalah salah satu orang yang turut menjajal usaha ini. #userstoryAmbar Agustina Raslaela
Tulisan dari Ambar Agustina Raslaela tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah setahun lamanya pandemi virus COVID-19 masih di angka yang lumayan tinggi. Tidak terasa selama 1 tahun ini pula saya melakukan perkuliahan jarak jauh. Selama melakukan perkuliahan jarak jauh di masa pandemi ini saya mengalami kejenuhan karena aktivitas yang monoton. Setiap hari selalu dengan kegiatan yang sama, kuliah, makan siang dan malam, lantas tidur.
Karena kebosanan dan kejenuhan yang sudah memuncak, saya memutuskan untuk mulai mencari peluang. Artikel demi artikel saya baca untuk mencari referensi bisnis yang sesuai dengan minat dan kemampuan saya. Pada suatu hari, saya menemukan artikel yang menarik dan bisnis yang layak untuk dicoba. Dengan keuntungan yang menggiurkan dan bisa memenuhi jiwa saya yang mulai kosong akibat kebosanan dan kejenuhan di masa pandemi, saya memutuskan untuk mengambil peluang tersebut.
Bisnis yang saya lakukan adalah berjualan barang preloved dan membuka toko online di sosial media instagram. Setelah saya telusuri ternyata bisnis fashion semacam thrift shop ini banyak digemari oleh orang-orang. Mulai dari usia muda hingga tua, menggemari jenis fashion seperti ini. Alasan nya sederhana, yaitu barang berβmerk dengan harga relatif murah dengan kondisi yang masih memiliki nilai jual.
Bermodalkan uang 500 ribu saya memulai petualangan saya di dunia fashion yang sedang trendy ini. Selamat tinggal kebosanan dan kejenuhan, selamat datang keseruan dan kesenangan, mungkin itu yang ada di dalam pikiran saya waktu itu. Sebagai mahasiswa yang penuh rasa penasaran, saya mulai mendalami trend ini dan mempelajari mengarah ke mana target pasar dari trend fashion ini.
Petualangan saya di awali dengan belanja ke salah satu pasar barang impor bekas yang berada di daerah Bogor. Dimulai dari melihat lihat barang dan mempelajari pasar thrifting ini saya menemukan beberapa pakaian dengan kondisi masih baru namun dengan harga yang sangat murah. Saya sempat curiga apakah barang yang dijual adalah barang palsu atau barang curian, namun dengan kemampuan analisa setelah mempelajari beberapa brand saya tidak menemukan kejanggalan dari produk tersebut.
Wajar saja jika peminatnya banyak, dengan uang 500 ribu saya bisa mendapatkan 3 jaket dan 2 kaus. Lebih murah dibanding saya membelinya di toko ritel, bahkan harga nya jauh di bawah pasar. Dari 5 barang ini pun bisa dibilang saya mendapatkan keuntungan hampir 50 persen, tentu nya setelah menganalisa pasar dan harga yang bisa bersaing dengan toko lain.
Namun dengan banyak nya persaingan dan kompetisi dengan toko lain tentu nya bukan hal yang mudah. Mulai dari segi pemasaran hingga konten di toko online saya, harus lebih menarik agar konsumen tertarik untuk mampir dan membeli dagangan saya. Memiliki soft skill dibidang desain dan kemampuan lip service, membantu saya untuk bersaing dengan tokoβtoko lain.
Berawal dari rasa bosan dan akhirnya menemukan hal baru adalah suatu hal yang saya syukuri selama pandemi COVID-19 ini. Rasa jenuh yang biasanya selalu menumpuk pada akhirnya tergerus oleh produktivitas yang saya miliki saat ini.

