Konten dari Pengguna
Pemerintah Indonesia Bangun Desa Lewat Kolaborasi Internasional
4 Juni 2025 19:08 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Pemerintah Indonesia Bangun Desa Lewat Kolaborasi Internasional
Artikel ini mengangkat peran aktif pemerintah Indonesia dalam mendorong pembangunan desa bertaraf internasional melalui kolaborasi strategis. Anggi Ayu Wijayanti
Tulisan dari Anggi Ayu Wijayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat pembangunan dari desa. Salah satu contohnya tampak dari keberhasilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menjalin kemitraan strategis dengan Provinsi Gyeongsangbukdo, Korea Selatan, yang telah berlangsung sejak tahun 2005. Hubungan sister province ini tak hanya mempererat kerja sama internasional, tetapi juga menjadi jembatan bagi pertukaran pengetahuan dan praktik pembangunan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat desa.
Tiga desa di Yogyakarta—Desa Ponjong dan Bleberan di Kabupaten Gunungkidul, serta Desa Sumbermulyo di Kabupaten Bantul—menjadi lokasi unggulan dalam program pembangunan kolaboratif ini. Melalui pendekatan berbasis partisipasi dan kearifan lokal, pemerintah daerah sukses mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan yang menyentuh kebutuhan riil warga.
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat sinergi kuat antara berbagai pemangku kepentingan: Pemerintah Provinsi DIY, pemerintah kabupaten, Bappeda, dan komunitas desa seperti PKK, kelompok tani, hingga BUMDes. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa pembangunan desa dapat menjadi agenda bersama yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kemandirian.
Peran aktif pemerintah Indonesia dalam mengelola kerja sama internasional ini menjadi sorotan utama. Koordinasi yang solid, penyusunan program yang tepat sasaran, hingga pelatihan kepemimpinan desa dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Bahkan dalam mekanisme pendanaan, prinsip gotong royong dan tanggung jawab bersama dijunjung tinggi, mencerminkan komitmen terhadap pembangunan yang adil dan inklusif.
Yang menarik, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengambil peran aktif sebagai pelaku pembangunan. Pendekatan yang digunakan memperkuat nilai-nilai musyawarah, tanggung jawab sosial, dan solidaritas warga desa.
Di tengah upaya global mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Indonesia menunjukkan bahwa kolaborasi antarpemerintah, baik di dalam maupun luar negeri, dapat menjadi kunci untuk menciptakan transformasi nyata dari akar rumput. Desa-desa di Yogyakarta kini tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga secara sosial dan ekonomi—membuktikan bahwa kepemimpinan yang terbuka dan kolaboratif mampu menjawab tantangan zaman.
Inisiatif ini adalah bukti bahwa dengan kerja sama, inovasi, dan semangat gotong royong, Indonesia mampu menghadirkan pembangunan desa yang tak hanya membanggakan secara nasional, tapi juga menjadi inspirasi di tingkat global.
Anggi Ayu Wijayanti, mahasiswa program studi Hubungan Internasional UNS.

