Konten dari Pengguna

Uang Tipis Gengsi Tebal

Arsyad Sadewa
Mahasiswa Universitas Pamulang Fakultas Teknik Informatika S1
12 Mei 2025 12:39 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Uang Tipis Gengsi Tebal
Gaji pas-pasan tapi gaya harus maksimal? Saatnya ungkap realita di balik hidup penuh gengsi di era media sosial. Apakah kita benar-benar mampu, atau hanya berpura-pura?
Arsyad Sadewa
Tulisan dari Arsyad Sadewa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi stres (sumber https://pixabay.com/id/photos/sedih-pria-orang-yang-merokok-sedih-5019913/ )
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi stres (sumber https://pixabay.com/id/photos/sedih-pria-orang-yang-merokok-sedih-5019913/ )
Media sosial membuat segalanya terlihat mudah: liburan ke luar negeri, ngopi di tempat mahal, barang branded terbaru. Tapi,
Banyak anak muda, terutama di kota besar, menjalani hidup di antara dua dunia, realita dan citra. Gaji pas-pasan, tapi gaya hidup tetap harus terlihat โ€œcukupโ€. Padahal mayoritas masih hidup dari upah minimum yang rata-rata di kota besar berkisar antara Rp4-5 juta per bulan bahkan ada yang kurang dari Rp2 juta per bulan. Setelah biaya kos, makan, dan transportasi, sisa uang nyaris habis. Tapi kebutuhan akan validasi sosial tetap berjalan.

Tekanan dari Tampilan

Menurut Katadata Insight Center pada 2021 mencatat bahwa
Ilustrasi media sosial ( sumber https://pixabay.com/id/photos/media-sosial-komunikasi-jaringan-6557345/ )
Fenomena ini bukan hanya soal konsumsi, tapi juga tekanan psikologis. Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Ayu Puspitasari, menyebut bahwa perbandingan sosial (social comparison) jadi pemicu utama.
jelasnya dalam seminar daring bersama UI, 2023.

Cicilan Jadi Gaya Hidup

Ilustrasi gaya hidup ( sumber https://pixabay.com/id/photos/selamat-berlibur-wanita-belanja-3040029/ )
Tak sedikit yang akhirnya mengambil cicilan konsumtif demi bisa liburan ke Bali, beli ponsel keluaran terbaru, atau tampil dengan outfit branded. Padahal, beban cicilan ini kemudian menumpuk dan menggerus cash flow bulanan. Akibatnya, bukan hanya tabungan yang kosong, tapi juga mental yang kelelahan.
Menurut survei Katadata Insight Center dan Kredivo pada 2024, mayoritas pengguna paylater merupakan generasi milenial dan Gen Z, atau di atas 18 tahun. Sekitar 70,4% pengguna Kredivo berusia di atas 18 tahun.

Saatnya Menata Ulang

Ilustrasi bahagia ( sumber https://pixabay.com/id/photos/taman-sukacita-menyenangkan-bahagia-4919182/ )
Tidak semua harus dikejar. Tidak semua gaya hidup orang lain perlu ditiru. Hidup sesuai kemampuan mungkin tidak terlihat mengesankan, tapi memberi ruang napas. Perencanaan keuangan yang sederhana, membatasi utang konsumtif, dan mulai menabung adalah langkah awal menuju kestabilan.
Seperti kata Warren Buffett:
Pilihannya kini di tangan masing-masing. Tetap mengejar gengsi, atau mulai membangun pondasi hidup yang lebih tenang dan realistis.
Trending Now