Konten dari Pengguna

Akar Sebagai Pilar Pendidikan (1)

Asep Abdurrohman
Dosen Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang
7 November 2025 9:59 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Akar Sebagai Pilar Pendidikan (1)
Pohon punya akar. Akar itu yang menopang batang dan ranting di atasnya. Dalam kehidupan keluarga akar itu adalah ayah dan ibu. Sementara batang dan ranting adalah anak dan cucunya.
Asep Abdurrohman
Tulisan dari Asep Abdurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
pixabay.com
Akar. Kata itu sering terdengar di telinga kita. Terdengarnya sederhana dan tidak banyak bergaung dalam denyut kehidupan manusia. Namun, jika ditelisik lebih dalam ia sebagai pondasi tetumbuhan.
Betapun pohon dengan batang menjulang tinggi dan ranting terurai meneduhkan lingkungannya, tapi itu semua berkat adanya akar. Jika akar tidak kuat dan menancap ke dalam tanah, apalah arti batang dan ranting pohon. Pasti tidak akan berdiri dengan kokoh.
Allah menghadirkan akar yang ada di dalam tumbuhan, bukanlah semata-mata untuk merindangkan dan meneduhkan lingkungan, di balik itu ada pelajaran yang penting untuk manusia yang hidup.
Allah menghamparkan jagat ini, termasuk tumbuhan, untuk memberi pelajaran kepada manusia yang mau merenungkannya. Keberadaan akar memang tidak terlihat. Ia rela terpendam di bawah tanah, asalkan batang, ranting dan daunya tumbur subur memberi kesegaran kepada lingkungan.
Dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, ada orang yang rela mengorbankan keberadaannya hanya untuk memunculkan orang yang dicintainya. Orang tua rela banting tulang dan peras keringat, itu semua karena ingin mengorbitkan anaknya menjadi bagian dari masyarakat yang berguna.
Ayah dan Ibu tidak mengenal waktu, hari dan jam memikirkan anaknya agar bisa sukses dan hidup bahagia di masa depan. Ayah rela menjadi tameng untuk menjaga keutuhan fisik dan rohani anak, bukan karena protektif, namun karena menjaga amanah yang diberikan kepadanya.
Begitu pun Sang Ibu, sejak dari kandungan sampai tumbuh dewasa tidak lelah dan letih memperhatikan segala kebutuhan anaknya. Itu semua agar anaknya tumbuh, meski induknya layu di makan perkembangan jaman.
Ayah dan Ibu dalam tumbuhan, ibaratnya akar. Sementara batang dan ranting adalah anak dan cucunya. Setiap pertumbuhan dan perkembangan batang dan ranting pohon, setiap itu pula membutuhkan sokongan kuat dari akar.
Pohon tumbuh dan berkembang dengan sehat, jika akarnya mampu bertahan dengan penuh kekuatan. Biar pun angin bertiup dengan kencang dan gempa bumi melanda kepada jiwa, tapi akarnya dengan kuat menancap, maka hal itu bisa diatasi dengan suka cita.
Ketika Sang Anak sudah tumbuh dan berkembang di kemudian hari, maka tidak boleh lupa kepada akarnya. Tidak sedikit anak yang sudah sukses, lupa kepada akarnya. Padahal, ia tumbuh dan berkembang karena kekuatan akar menopang untuk terus eksis.
Di luar keluarga terdapat akar-akar yang lain. Akar yang lain itu adalah orang-orang yang mendukung dan memberi jalan untuk terus tumbuh dan berkembang. Mereka adalah saudara, kerabat, sahabat, teman, rekan kerja, atasan, orang lain yang seperti saudara, dan orang-orang berhati tulus membantu sesamanya.
Mereka juga bagian dari akar. Tidak ada rumusnya seseorang terus tumbuh dan berkembang menjadi orang yang diperhitungkan tanpa bantua oran lain. Bantuan orang lain dalam kehidupan seseorang adalah keniscayaan.
Soal nanti orang yang sudah ditopang dengan kuat oleh akar, akan berbalas budi atau tidak, hal itu urusan lain. Jangan pernah berharap untuk mendapatkan balasan budi, namun berharaplah terus eksis orang yang sudah dibantu itu.
Allah Maha Kuasa, ia tidak tidur dan memberi limpahan pahala kepada orang yang ikhlas kepada orang yang memberi bantuan. Allah akan memberi keberkahan hidup kepada orang yang membantu sesamanya.
Berkah itu bisa berupa anak dan istri sehat. Anaknya diberikan kemudahan dan kelancaran saat melamar pekerjaan. Atau di sisi lain, mendapatkan pertolongan dan bimbingan disaat kehidupan anaknya berada dalam titik terendah. Semoga bermanfaat.
Trending Now