Konten dari Pengguna
Dari Service Kendaraan Ke Service Rohani: Menjaga Kinerja dan Kesehatan (2)
30 September 2025 9:29 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Dari Service Kendaraan Ke Service Rohani: Menjaga Kinerja dan Kesehatan (2)
Perawatan rohani dalam bentuk pekanan salah satunya dengan salat Jum'at. Di sana umat Islam berkumpul dan saling mengisi menyelesaikan masalah kehidupan.Asep Abdurrohman
Tulisan dari Asep Abdurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tulisan pertama sudah dijelaskan perawatan harian rohani dalam bentuk melaksanakan salat lima waktu. Sedangkan dalam merawat harian kendaraan dalam bentuk menjaga kebersihan dan menjaga performa bagian-bagian kendaraan saat hendak dipakai.
Pada tulisan yang kedua ini, penulis akan menjelaskan perawatan pekanan kendaraan dan rohani. Perawatan kendaraan dalam tempo satu minggu yang sudah dipakai bisa dikatakan dengan mencuci kendaraan.
Mencuci kendaraan untuk menjaga kotoran yang nempel pada bagian-bagian kendaraan, agar kendaraan tetap awet untuk jangka panjang. Setelah dicuci, lalu dibersihkan bagian dalamnya. Debu yang menempel pada bagian dalam dibersihkan dengan cara disedot debunya.
Sedangkan pada manusia, pembersihan rohani dengan cara melaksanakan salat Jum’at. Salat Jum’at adalah salat yang dikerjakan seminggu sekali. Di sana umat Islam berkumpul di masjid jami. Dalam proses salat Jum’atan, tidak sama dengan salat dzuhur.
Jum’atan bedanya ada khatib yang menyampaikan pesan-pesan kebaikan untuk jamaah. Umat Islam datang untuk salat Jum’at plus dengan mendengarkan khatib. Salat Jum’at memang ada nilai plusnya.
Jika salat dzuhur hanya dihadiri oleh jamaah yang tidak terlalu banyak, sementara Jum’at dihadiri oleh banyak jamaah. Jika salat dzuhur tidak ada khatib, sedangkan salat Jum’at ada khatib yang menyampaikan pesan kebaikan.
Namun, meskipun salat dzuhur tidak ada khatib, di beberapa masjid besar di Indonesia ada yang mengadakan kultum setelah salat dzuhur. Merawat kendaraan pekanan, mengingatkan kepada umat Islam bahwa merawat rohani umat Islam pun perlu mendapatkan perhatian.
Maka, merawat rohani dalam agama Islam dalam bentuk pekananan bisa dikatakan salat jum’at lah jawabannya. Di sana umat Islam berkumpul dengan sesama saudaranya dari berbagai kampung dan kota.
Salat Jum’at tidak sekadar berkumpul, salat, dan mendengarkan khutbah. Namun, lebih dari itu salat Jum’at memiliki tugas untuk berkumpul, agar saling kenal mengenal dan saling mengisi antar satu dengan yang lainnya.
Jum’atan mengisi rohani dalam bentuk berkumpul. Berkumpul symbol persatuan di antara sesama jamaah. Berkumpul menandakan ada kekompakan. Berkumpul menandakan ada solidaritas sosial yang menaburkan energy kekuatan.
Di saat energy kekuatan itu menyebar kepada antar sesama, maka di saat itulah permasalahan yang ada dalam ingatan jamaah akan segera terselesaikan. Ada yang sedang galau batinnya, berkumpul ikut haru dan bahagia.
Bahagia datang, penyakit pun berangsur pulih dan hilang. Tidak sedikit penyakit fisik mendera, karena datang dari kondisi rohani yang tidak dirawat. Rohani sehat, fisik pun akan sehat.
Ada umat Islam yang sedang sedih, berkumpul mendengarkan khubtah hatinya mulai tenang dan bangkit dari kesedihan. Ada yang sedang dirundung masalah ekonomi, berkumpul membuka peluang rezeki.
Sebaliknya, umat Islam tidak berkumpul keadaan batinnya akan sunyi. Pikirannya akan jenuh dan beku. Jenuh dan beku membuat keadaan jiwa menjadi tersiksa. Dalam batinnya hanya bergumam, membicarakan keadaaan batin secara imaginatif.
Hal ini berujung pada keadaan batin yang galau dan tidak jelas apa yang hendak dikerjakan. Namun, saat berkumpul itulah banyak melahirkan peluang kebaikan. Berkumpul merawat rohani, tidak juga hanya berkumpul tanpa aktif melalui ikhtiar.
Saat berkumpul itulah umat Islam harus aktif menabur kata dan sikap baik kepada jamaah yang hadir pada waktu itu. Gayung bersambut dan energy jamaah bersatu, pengurus masjid pun punya agenda memakmurkan jamaah.
Di era digital ini, banyak masjid yang viral karena pelayanan kepada jamaahnya yang baik. Sebut saja misalnya: Masjid Jogokariyan, Masjid Raya Al-Falah Sragen, Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi, Masjid Namira Lamongan dan lain sebagainya.
Sementara di tingkat lokal Tangerang, ada Masjid As-Shomad Citra Raya yang berdiri 3 tahun yang lalu, sudah mulai viral dikunjungi para jamaahnya. Dari agenda dan program pengurus masjid itu, ada masjid yang mencoba ikut andil menyelesaikan masalah umat.
Umat yang belum bisa kerja, pengurus masjid punya data base jamaah sebagai pengusaha. Saat umat terkendala makanan pokok, pengurus masjid hadir menyantuni. Saat umat belum bisa mengenyam pendidikan, pengurus masjid hadir untuk mencarikan beasiswa.
Keadaan masjid yang bisa menjadi solusi umat, itulah sebenarnya makna salat Jum’at. Salat jum’at tidak hanya merawat rohani, namun juga mampu mengentaskan berbagai masalah umat yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

