Konten dari Pengguna
Dari Service Kendaraan Ke Service Rohani: Menjaga Kinerja dan Kesehatan (3)
1 Oktober 2025 9:40 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Dari Service Kendaraan Ke Service Rohani: Menjaga Kinerja dan Kesehatan (3)
Merawat rohani setiap bulan salah satunya dengan cara puasa ayyamul bidh.Asep Abdurrohman
Tulisan dari Asep Abdurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tulisan yang kedua, penulis sudah menjelaskan perawatan kendaraan dalam bentuk pekanan dengan cara membersihkan mobil luar dalam. Baik menggunakan jasa cuci mobil maupun mencuci sendiri.
Sementara perawatan rohani dengan melasanakan salat Jumβat dengan berbagai pelajaran penting yang ada di dalamnya. Pada tulisan yang ke-3 ini, penulis insya Allah akan menjelaskan perawatan bulanan kendaraan dan rohani.
Perawatan bulanan untuk kendaraan, selain mencuci mobil juga melihat bagian-bagian mobil yang diduga sangat berpengaruh saat berkendara. Setiap bulan tidak lupa mengontrol oli, apakah masih baik atau tidak? Mengontrol cairan pendingin mesin.
Mengontrol oli rem. Mengontrol rem, gas dan kopling. Bagian itu penting untuk dirawat dan diperhatikan, agar saat ada di jalan raya kendaraan melaju dengan lancar dan nyaman. Begitu juga rohani dan fisik harus mendapat perawatan setiap bulan.
Bentuk pendidikan rohani per bulan ada media pendidikan yang berupa puasa ayyamul bidh. Puasa ayyamul bidh adalah puasa yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15. Banyak hadis yang menjelaskan masalah saum ayyamul bidh.
Dalam kajian hadist, paling tidak ada lima hadist yang menjelaskan masalah puasa ayyamul bidh. Kelima tersebut diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Muadzah, Ibnu Abbas, Abu Dzar Al-Ghifary, dan Abdullah Bin Amr Bin Al-βAsh.
Inti dari hadist tersebut adalah Rasullah melakukan puasa ayyamul bidh pada tanggal 13, 14 dan 15, yang nilai pahalanya seperti puasa sepanjang tahun. Ini lah indahnya Islam, merawat hamba orang beriman melalui puasa.
Banyak penelitian yang menjelaskan tentang hikmah puasa. Penelitian ilmuan asal Jepang yang bernama Yoshinori Ohsumi, pemenang nobel Fisiologi tahun 2016, menjelaskan bahwa sel membuang dan mendaur ulang komponennya secara mandiri seperti dijelaskan dalam National Center for Biotechnologi Information Amerika Serikat.
Dari sini kita bisa menjelaskan bahwa puasa itu memberikan manfaat dan pengaruh yang luar biasa kepada tubuh dan rohani. Tubuh menjadi sehat, ringan dan berbagai sel yang tidak berguna dibuang secara mandiri melalui mekanisme konsep Autophagy.
Konsep Autophagy yaitu mekanisme alami tubuh, khususnya pada sel eukariotik, untuk mendaur ulang dan menghancurkan bagian-bagian sel yang rusak atau tidak berfungsi, seperti protein tua atau organel yang rusak.
Di samping tubuh sehat, rohani pun menerima manfaat yang luar biasa. Tubuh sehat, rohani pun sehat. Sehat rohani melalui puasa dalam kehidupan sosial bisa melatih kontrol diri, menumbuhkan empati, kesadaran spiritual, kedisiplinan diri, dan dapat menaklukkan nafsu buruk.
Sehingga, bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah dan sekaligus membersihkan rohani dari noda dan dosa. Rohani yang berlumuran dosa, tidak bisa naik ke langit. Maka, pendidikan rohani mau tidak mau bagi umat Islam menjadi keharusan yang tidak boleh ditinggalkan.
Karena biar bagaimana pun, manusia itu adalah makhluk jasmani dan rohani, keduanya tidak boleh diabaikan kesehatannya. Saat fisik sehat, rohani manusia pun harus sehat. Saat fisik sakit, rohani pun bisa sakit.
Atau sebaliknya, rohani sakit, fisik bisa ikut terbawa sakit. Maka momen melihat perawatan kepada kendaraan, di saat itu pula harus menjadi momen untuk mengingatkan bahwa merawat rohani pun tidak kalah pentingnya.
Oleh karena itu, hamba beriman tidak boleh lupa harus mengatur pola makan. Makanan yang masuk ke dalam perut harus baik dan halal. Baik cara memperolehnya dan halal mencari harta bukan dengan cara-cara yang tidak terpuji.
Jika belum bisa mengatur pola makan, maka puasa menjadi jawaban yang bisa diandalkan untuk kesehatan rohani. Semoga bermanfaat.

