Konten dari Pengguna

Hikmah di Balik Kesibukan (2)

Asep Abdurrohman
Dosen Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang
4 September 2025 4:05 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Hikmah di Balik Kesibukan (2)
Kesibukan di waktu pagi, berupa bangun dengan membersihkan mata dengan bagian tangan yang bersih. Lalu membaca doa, membuang kotoran, wudu dan membangunkan anggota keluarga.
Asep Abdurrohman
Tulisan dari Asep Abdurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ybkb.or.id
zoom-in-whitePerbesar
ybkb.or.id
Setiap manusia membutuhkan tidur. Tidur sudah menjadi kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi oleh setiap manusia. Bukan manusia namanya, jika tidak membutuhkan tidur. Tidur bagi manusia sangat bermanfaat untuk membangun kembali sel-sel tubuh yang rusak.
Saat tidur, tubuh akan mensetting ulang kualitas kerjanya untuk keesokan harinya. Saat bangun tidur, tubuh kembali segar dan siap melaksanakan agenda kehidupan di hari itu. Sebagai orang Islam, saat bangun tidur ada tuntunan yang hendaknya dijalani.
Tuntutan tersebut dalam hadist berupa membaca doa dan membaca sebelas ayat terakhir dari surat al-Imran. Saat bangun, orang Islam sudah disibukkan dengan membaca doa. Doa tersebut, bukan semata-mata rutinitas hampa nilai, namun syarat dengan nilai-nilai.
Nilai-nilai itu untuk menguatkan bahwa manusia dalam kondisi lemah dan membutuhkan perlindungan dari Allah. Makanya, doa yang pertama dipanjatkan adalah ucapan alhamdulillah. Ucapan alhamdulillah itu sebagai rasa syukur bahwa dirinya sudah dihidupkan oleh Allah setelah bangun dari tidurnya seperti orang yang setengah mati.
Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, ini dibuktikan oleh hadis Nabi Muhammad SAW saat bangun tidur beliau mengusap-ngusap mata beliau dengan menggunakan bagian tangan yang diduga bersih. Karena tidak tahu, ketika tidur tangan itu memegang apa saja.
Di sinilah kasih sayang Allah muncul. Allah tidak ingin hambanya mengusap mata dengan tangan kotor, tapi menggunakan tangan yang diduga bersih. Ini semata-mata untuk kesehatan hamba-Nya, agar tidak menularkan tangan kotor ke mata.
Setelah itu membaca doa seperti biasa yang sering kita baca. Dan setelah doa, dianjurkan untuk membaca sebelas ayat terakhir dari surat al-Imran. Pada ayat tersebut berisi panduan kehidupan untuk orang Islam dalam menjalani kehidupannya.
Selesai membaca doa, lalu bergegas ke kamar mandi. Saat masuk kamar mandi, tidak lupa membaca doa. Doanya tentang permohonan perlindungan dari syaitan. Ini penting, mengingat kamar mandi yang menyatu dengan toilet adalah salah satunya tempat bersarangnya syaitan.
Keluar kamar mandi juga ada doa yang dipanjatkan. Doanya terkait dengan ucapan rasa syukur bahwa manusia bisa mengeluarkan kotoran dari badannya dengan lancar. Bagaimana jadinya, jika kita tidak bisa mengeluarkan kotoran.
Entah itu buang air kencing atau buang air besar. Jika kedua kotoran itu keluar dengan lancar tubuh manusia akan sehat. Namun, jika kotoran itu tidak bisa keluar bisa membahayakan terhadap kesehatan manusia.
Maka, sejatinya manusia bersyukur meskipun hanya dengan mengucapkan alhamdulillah. Selesai dari kamar mandi, kesibukan berikutnya segera mengambil air wudu’ untuk persiapan salat subuh atau melaksanakan salat sunnah tahajud meski tiga rakat. Dua rakaat tahajudnya dan satu rakaat witirnya.
Ketika mengambil wudu, di situ orang Islam diingatkan menghadap kiblat, arah yang diperuntukkan ketika salat. Saat menghadap kiblat, ibaratnya kita sedang menghadap Allah. orang yang berwudu, wudunya harus benar. Tidak boleh asal-asalan.
Ibaratnya, karyawan yang sedang kerja dilihat langsung oleh atasannya. Tentu, karyawan yang kerja dilihat langsung oleh atasannya pasti kerjanya akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Begitu juga wudu, tidak asal wudu. Tapi berwudu yang sesungguhnya wudu.
Wudunya dinikmati, dirasakan, disambut dengan suka cita dan anggap saja wudu saat itu adalah wudu terakhir sebelum diwudu’kan oleh orang yang memandikan jenazah. Saat berwudu’ di sana ada doa.
Basuhan demi basuhan ada doanya. Sampai selesai wudu’ pun ada doanya. Doanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat dan doa yang terkait dengan permohonan hamba agar menjadi orang-orang yang suka bertobat dan orang-orang yang selalu menyucikan diri.
Doa ini, sungguh sangat serius. Setiap kali orang Islam selesai wudu, selama itu pula orang Islam mengucapkan dua kalimat syahadat dan doa tobat serta doa menyucikan batin. Dua kalimat syahadat adalah peneguhan dan pembaharuan keimanan manusia kepada Allah dan Rasul-Nya.
Peneguhan dan pembaharuan dalam bentuk dua kalimat syahadat itu penting dilakukan, mengingat kita akan salat. Karena di luar sana, orang yang belum membaca dua kalimat syahadat tidak wajib salat.
Selesai wudu, tidak lupa membangunkan anak dan istri. Karena itu kewajiban yang ada di pundak kaum laki-laki. Anggota keluarga yang belum bangun jangan dibiarkan tidur pulas, sementara kumandang azan sudah menggema di balik dinding rumah.
Bangun ia, berdoa dan arahkan untuk segera ke kamar mandi untuk membuangkan kotoran agar dirinya sehat dan kembali bugar. Suami sebaiknya terlebih dahulu bangun, sebelum anggota keluarga bangun. Ini untuk memberikan teladan nyata.
Perintah yang efektif itu adalah perintah yang tidak hanya menggunakan kata-kata, tapi perintah dengan menggunakan keteladanan. Ini yang mujarab dan manjur, tidak usah berpayah-payah membangunkan anggota keluarga, sementara suaminya belum bangun.
Setelah bangun, tidak lupa suaminya mengarahkan untuk salat malam meskipun hanya tiga rakaat. Atau jika belum mampu, yang penting bangun pagi beberapa saat sebelum azan subuh berkumandang.
Ini semata-mata untuk membiasakan bahwa bangun pagi itu penting. Pentingnya bangun pagi, karena di situ ada keberkahan hidup. Keberkahan hidup itu bisa berupa bisa menghirup udara segar, bisa mempersiapkan agenda hari itu dan yang tidak kalah penting adalah salat subuh itu disaksikan oleh para malaikat.
Ini menunjukkan bahwa waktu subuh itu sangat istimewa, saking istimewanya salat sunnah sebelum subuh lebih baik dari pada dunia dan segala seisinya. Ini saking istimewanya. Apalagi dengan salat subuh yang disaksikan oleh para malaikat. Ini lebih istimewa lagi.
Inilah kesibukan di waktu pagi, sesaat sebelum memenuhi kebutuhan fisik berupa sarapan. Namun, Allah menghendaki mengisi kebutuhan rohani sebelum kebutuhan fisik. Ini menandakan bahwa kesehatan rohani itu harus diperhatikan. Tidak sedikit dari rohani yang sakit akan menurunkan kepada keadaan fisik yang tidak sehat. Semoga bermanfaat.
Trending Now