Konten dari Pengguna

Sakit Sebagai Guru Kehidupan

Asep Abdurrohman
Dosen Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang
11 November 2025 8:58 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Sakit Sebagai Guru Kehidupan
Sakit sebagai ruang belajar untuk orang yang beriman. Karena sakit, ibaratnya salah satu sekolahnya kehidupan.
Asep Abdurrohman
Tulisan dari Asep Abdurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Suara.com
zoom-in-whitePerbesar
Suara.com
Siapa yang belum merasakan sakit? Hampir semua orang pernah merasakan kondisi sakit. Saat sakit: badan menjadi lemah, kenikmatan makan tidak ada rasanya, cahaya muka pucat, dan kondisi tidak enak lainnya.
Saat sakit semua kenikmatan ketika sehat sangat terasa. Makan dengan gorengan bakwan pun enak, apalagi ditambah sate dan soto, pasti akan semakin enak. Suhu badan normal saat sehat, tidur pun tidak usah mengenakan selimut. Sebaliknya, saat sakit badan menjadi manja dan tidak bisa tidur jika tidak memakai selimut.
Menurut KBBI Sakit adalah suatu kondisi yang memberikan rasa tidak nyaman kepada tubuh karena menderita sesuatu. Meriang misalnya, badan harus dilindungi dengan memakai jaket. Makan terkadang dengan menu yang lembek, seperti bubur ayam.
Berjalan sempoyongan dan keluar masuk toilet pun kadang perlu dituntun dan diboyong agar terhindar dari jatuh. Itulah salah satu kondisi orang yang sedang sakit. Bagi orang beriman, sakit bukan hanya nasehat kehidupan pentingnya menjaga kesehatan, namun dibalik itu ada pelajaran dan ujian.
Sakit memberi waktu jeda kepada tubuh agar tidak terlalu over aktivitas. Aktivitas yang over, memberi beban kepada tubuh dan tubuh yang terus diporsir oleh banyaknya aktivitas, lambat laun tubuh akan demo dengan cara drop.
Saat drop itulah manusia akan merasakan pentingnya mengatur ritme aktivitas yang tidak memberi beban lebih. Maka wajar, tubuh menagih haknya dengan sakit. Dengan sakit tubuh bisa istirahat dalam rangka untuk memperbaiki bagian-bagian tubuh yang rusak.
Dalam agama, sakit media kasih sayang Allah kepada orang beriman. Di saat sakit itulah orang beriman diberikan hadiah oleh Allah berupa ampunan dosa. Sabda Nabi Muhammad SAW, β€œTidaklah seorang muslim ditimpa sakit, kelelahan, kesusahan, kesedihan, gangguan, atau bahkan tusukan duri, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya itu.”
Orang yang sakit, tidak boleh dibiarkan sakit tanpa ada usaha untuk mencari proses penyembuhan. Pergilah ke orang dokter, orang yang mengetahui berbagai penyakit. Katakan kepada dokter, bahwa dirinya sakit sudah sekian hari.
Ikuti petunjuk dokter dan jangan lupa minumlah obat yang sudah diberikan. Sebelum minum obat, makan terlebih dahulu agar ada nutrisi yang masuk. Setelah minum obat, tidur sejenak untuk memberikan waktu kepada obat bekerja secara maksimal.
Setelah cukup tidur, bangun, lalu pergi ke teras rumah untuk memberi harapan bahwa di luar sana masih banyak orang yang bisa tersenyum. Ketika melihat itu, harapan untuk sembuh menjadi semakin meningkat.
Optimisme orang sakit harus dibangun, tidak boleh melemahkan diri. Oleh karena itu, orang yang sakit keras perlu mendapatkan dukungan moril dari keluarga, saudara dan tetangga dekatnya. Orang sakit bukan ingin ditengok dengan membawa oleh-oleh, namun butuh dukungan moril.
Karena itulah yang akan mempercepat proses penyembuhan. Sabar, tawakkal, optimis, dan berdoa kepada Allah setelah berobat adalah kunci mempercepat proses penyembuhan. Biarkan diri ini bersugesti kepada dokter, agar tubuh bisa memproses kepercayaan itu.
Orang sakit yang tidak memberikan keleluasaan kepercayaannya kepada dokter, hanya akan menaburkan rasa percuma. Meski tidak ada kata percuma dalam berusaha, hanya perlu membuka diri agar lapang dada ketika diterapi oleh dokter.
Sebanyak apa pun dan sebagus apa pun obat yang diberikan oleh dokter, jika tidak membuka diri untuk percaya, maka tidak akan sembuh.
Tubuhnya akan memblok setiap obat yang masuk ke tubuh. Keluar masuk klinik mencari dokter yang bagus pun, jika tidak percaya sama dokter, sama saja. Ini artinya, orang sakit tidak boleh pesimis terhadap semua usaha dokter. Tidak ada salahnya percaya kepada orang yang mengetahui tentang seluk beluk penyakit. Semoga bermanfaat.
Trending Now