Konten dari Pengguna

Henry Lewis Stimson dan Abad Amerika

Adrian Aulia Rahman
Mahasiswa S1 Ilmu Sejarah Universitas Padjajaran - Politik, Sastra, dan Sejarah
27 Mei 2025 16:14 WIB
Β·
waktu baca 6 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Henry Lewis Stimson dan Abad Amerika
Stimson akan menjadi salah satu arsitek yang sangat berperan dalam terciptanya sebuah era dominasi Amerika di dunia, yang oleh Henry Luce disebut Abad Amerika (the American Century).
Adrian Aulia Rahman
Tulisan dari Adrian Aulia Rahman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto Henry Lewis Stimson. Sumber: Situs Resmi Office of the Historian Department of State.
zoom-in-whitePerbesar
Foto Henry Lewis Stimson. Sumber: Situs Resmi Office of the Historian Department of State.
β€œAkan lebih baik bagi dunia dan lebih baik untuk kita, jika Amerika Serikat mengambil beban kepemimpinan global” ujar Henry Lewis Stimson selaku Menteri Luar Negeri, kepada Presiden Herbert Hoover. Stimson, seorang pengacara elit Wall Street yang menjelma menjadi salah satu negarawan AS paling brilian di Abad ke-20, dengan jeli melihat momentum dan merancang langkah untuk mencapai supremasi global Amerika Serikat. Diilhami oleh tradisi internasionalisme konservatif warisan McKinley, Theodore Roosevelt, dan Elihu Root, Stimson akan menjadi salah satu arsitek yang sangat berperan dalam terciptanya sebuah era dominasi Amerika di dunia, yang oleh Henry Luce disebut Abad Amerika (the American Century).
Jejak Stimson
Dua tahun setelah usainya Perang Saudara (Civil War), tepatnya pada 21 September 1867, Henry Lewis Stimson lahir dari keluarga kelas menengah New York, yakni sepasang suami istri Lewis Stimson dan Candace Wheeler. Pada usia 13 tahun Lewis mengirim sang anak ke Philips Academy di Andover, yang menjadi pijakan pertama Henry Stimson untuk masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya di Universitas Yale pada tahun 1884. Tak kenyang menimba ilmu di Yale, pada tahun 1888, Henry Stimson melanjutkan pendidikannya di Harvard Law School yang akan membawanya berkarir di dunia hukum sebagai pengacara.
Pada tahun 1891, Stimson bergabung dengan sebuah firma hukum Wall Street Root & Clarke. Ini barangkali menjadi perkenalan awal antara Stimson dan Elihu Root, seorang pengacara brilian yang kemudian akan menjadi tokoh terkemuka dalam pemerintahan beberapa tahun kemudian. Sebagaimana dicatat David F. Schmitz dalam biografinya tentang Stimson, Root menjadi pembuka jalan bagi perkenalan Stimson dengan Theodore Roosevelt. Setelah Presiden William McKinley menunjuk Root sebagai menteri perang pada 1899, Stimson semakin berperan dalam firma hukumnya.
Theodore Roosevet. Sumber: Shutterstock.
Sejak awal, Root menjadi sosok panutan bagi Stimson. Pandangan internasionalis yang diwariskan Root berpengaruh terhadap Stimson jauh sebelum ia memangku jabatan sebagai penentu kebijakan di Washington. Misalnya saja Stimson sangat mendukung akuisisi wilayah pasca Perang Spanyol-Amerika, ia juga mendukung Open Door Policy yang dicetuskan Menteri Luar Negeri John Hay, serta pandangan pro perdagangan bebas dengan dukungannya terhadap penurunan biaya tarif perdagangan. Sejak awal, Stimson sudah menjadi seorang internasionalis yang meyakini peran global AS, dan pandangannya ini akan dipertahankan seumur hidupnya.
Tahun 1905 atas persetujuan Presiden Theodore Roosevelt dan Jaksa Agung William Moody, Stimson ditunjuk sebagai jaksa distrik di New York. Namun pada tahun 1909 Stimson mundur dari posisinya sebagai jaksa, dan setahun kemudian menjadi calon gubernur New York. Keberuntungan dan nasib baik tak berpihak kepada Stimson dalam pemilihan 1910. Walaupun didukung penuh oleh Theodore Roosevelt, Stimson maju mewakili sebuah partai yang terpecah. Partai Republik sedang terpolarisasi dengan merenggangnya hubungan Presiden William Howard Taft dan pendahulunya, Theodore Roosevelt. Stimson harus menelan pil pahit kekalahan.
Pada tahun 1911, Presiden Taft meminta Stimson menduduki jabatan menteri perang, jabatan yang persis sama yang diberikan Presiden McKinley kepada Root, sang mentor, pada 1899. Setelah berdiskusi dengan Roosevelt, ia menerima jabatan tersebut. Stimson melanjutkan apa yang telah dilakukan Root untuk lebih mengorganisir tentara. Melalui kerjasama yang erat dengan Kepala Staf Jenderal Leonard Wood, Stimson berusaha memperkuat posisi staf umum yang didirikan Root pada 1903, walaupun mendapatkan oposisi dari Jenderal Adjutant Fred C. Ainsworth. Selaku menteri perang, Stimson juga mendukung intervensi AS di Meksiko terutama saat Revolusi Meksiko 1911 serta kepemilikan AS atas Terusan Panama. Sebagaimana ditulis David F. Schmitz dalam bukunya, Henry L. Stimson: The First Wise Men, Stimson dengan semangat membela intervensi kolonial Amerika. Karenanya, ahli hukum Felix Frankfurter menyebut Stimson sebagai menteri perang sekaligus menteri kolonial.
Pada tahun 1913, Partai Republik yang terpecah mengalami kekalahan. Seorang Gubernur New Jersey dari Partai Demokrat, Thomas Woodrow Wilson, terpilih menjadi presiden. Stimson kecewa melihat realita ini, terutama kepada Theodore Roosevelt yang nekat maju sebagai calon presiden dengan partai yang dibuatnya, yang justru memecah suara Partai Republik. Di tahun awal kepresidenannya, Presiden Wilson menghadapi situasi dunia yang kritis, dimana Eropa memasuki Perang Besar 1914. Stimson meyakini perang yang terjadi di Eropa tersebut merupakan akhir sebuah era dan awal era baru dalam kebijakan luar negeri Amerika. Stimson mendukung Deklarasi Perang Wilson di Kongres, dan turut serta menjadi tentara yang dikirim ke Eropa.
Stimson juga menyetujui pandangan Wilson mengenai dunia yang aman bagi demokrasi. Bukan hanya itu, Stimson juga menjadi tokoh Partai Republik yang mendukung penuh keterlibatan AS di Liga Bangsa-Bangsa (LBB). Namun gagasan Wilsonian yang didukung Stimson tersebut menghadapi hadangan di Kongres, terutama dalam suara Henry Cabot Lodge dan banyak Republikan yang isolasionis. Stimson kecewa karena AS gagal menjadi partisipan LBB, dan mengatakan bahwa, penolakan terhadap liga adalah kesalahan terbesar yang dibuat oleh Amerika Serikat di Abad ke-20. Stimson melanjutkan praktik hukumnya hingga penunjukannya sebagai Gubernur Jenderal Filipina oleh Presiden Calvin Coolidge dan kemudian Menteri Luar Negeri Presiden Herbert Hoover.
Peran Global AS
Abad ke-20 mencatat suatu transformasi politik dunia yang sangat signifikan, dimana kekuatan-kekuatan besar Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, mengalami deklinasi yang signifikan dan tak terelakkan. Dua Perang Dunia telah membuat peran global AS meningkat signifikan. Henry L. Stimson menjadi pendukung yang setia terhadap peran dominan AS di dunia. Perannya sebagai salah satu arsitek dominasi AS di dunia dapat dilihat dalam suara vokalnya yang menganjurkan AS terlibat segera dalam percikan-percikan konflik tahun 1930-an yang akan berujung pada terbakarnya Eropa dan dunia oleh sebuah perang besar baru, Perang Dunia II.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri luar negeri dan posisinya digantikan oleh seorang Demokrat senior yang ditunjuk Presiden Franklin D. Roosevelt, yakni Cordell Hull, pandangan Stimson seringkali masih dibutuhkan. Bahkan warisan pandagannya mengenai invasi Jepang di Tiongkok, yang dikenal dengan Doktrin Stimson, disetujui dan dilaksanakan FDR. Stimson telah menjelma menjadi orang bijak (Wise Men) dalam kebijakan luar negeri di Washington. Bahkan dirinya turut menjadi penyumbang pandangan kepada Cordell Hull, saat dilaksanakan Konferensi Ekonomi London 1933.
Franklin Delano Roosvelt. Sumber: Shutterstock.
Stimson adalah orang yang paling lantang mengkritik isolasionisme dengan adanya Undang-Undang Netralitas. Presiden Franklin D. Roosevelt menjadi pendukung UU Netralitas karena kepentingannya mempertahankan dukungan dari kaum isolasionis yang memang tidak sedikit. Namun saat situasi di Eropa semakin memburuk setelah pecah perang Eropa 1939, FDR melonggarkan netralitas dan AS lebih siap untuk melakukan intervensi di Eropa melawan fasisme. Pada tahun 1940, sebagaimana tercantum dalam buku Peter Shinkle yang berjudul Uniting America, FDR berusaha menjalin kerjasama dengan Partai Republik terutama untuk menciptakan politik bipartisan, dengan menunjuk Henry L. Stimson sebagai menteri perang dan Frank Knox sebagai menteri angkatan laut.
Sejak itu, peran global AS yang diimpikan Stimson mulai tercipta. Disaat daratan Eropa porak-poranda, AS muncul menjadi kekuatan politik dan ekonomi yang dominan di dunia. Pada tahun 1941, melalui Life Magazine, Henry Luce mempublikasikan The American Century, Abad Amerika, dimana AS memiliki peranan dominan di dunia. Stimson menjadi salah satu tokoh yang menjadi arsiteknya. Setelah Perang Dunia II peran global AS semakin dominan. Cita-cita Stimson mengenai peranan global AS ini akan diteruskan oleh Wise Men lainya, seperti yang ditulis Walter Isaacson dan Evan Thomas dalam bukunya yang berjudul The Six Wise Men: Six Friends and the World They Made, diantaranya Averrel Harriman, John McCloy, Dean Acheson, Robert Lovett, George Kennan, dan Charles Bohlen. Stimson meninggal dunia pada 20 Oktober 1950, namun perannya akan abadi dalam sejarah kebijakan luar negeri Amerika. Kai Bird benar, bahwa tidak ada orang yang membayangi Abad Amerika lebih lama daripada Henry Lewis Stimson.
Trending Now