Konten dari Pengguna

Polemik Kepentingan Beasiswa IISMA di Indonesia

Aura Nashafa Hidayat
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga
28 April 2023 11:13 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Polemik Kepentingan Beasiswa IISMA di Indonesia
Beasiswa IISMA yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sempat menjadi polemik di media sosial. #userstory
Aura Nashafa Hidayat
Tulisan dari Aura Nashafa Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Pexels
Siapa yang tidak ingin merasakan pengalaman belajar di luar negeri? Meningkatnya biaya pendidikan tidak menjadikan para mahasiswa pupus semangat untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri sebagai cara untuk mengejar tujuan akademik tanpa mengkhawatirkan masalah finansial.
Berjalan tiga tahun sejak launching pada tahun 2021, International Student Mobility Awards (IISMA) adalah salah satu program Kampus Merdeka atau Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Program beasiswa ini menjadi kesempatan besar bagi mahasiswa Indonesia untuk mengenyam pendidikan, menciptakan jaringan, dan mendapatkan pengalaman berharga dalam budaya baru selama satu semester di negara asing. IISMA tahun 2023 mendapatkan animo yang terus melonjak, terbukti dari peningkatan pendaftar sejak pertama kali diluncurkan, yakni sebanyak 12.704 mahasiswa jenjang sarjana dan diploma.
Sumber: Pexels.com
Namun, belum lama ini IISMA menjadi perbincangan hangat oleh netizen Twitter. Utas dari akun Twitter @NihonZhouEnlai tentang masalah alokasi program IISMA dan sarannya terhadap penyeleksian IISMA memicu beragam opini publik. Menurut sebagian pengguna Twitter yang terlibat dalam perdebatan tersebut, hal tersebut berkaitan dengan privilege.
Menurut mereka, program IISMA termasuk program yang salah sasaran sebagaimana calon awardees hanya berasal dari golongan yang memiliki privilege. Opini ini didasarkan pada kebutuhan proses pendaftaran yang cukup memakan banyak biaya atau akses yang terpandang eksklusif sehingga tidak memenuhi syarat sebagai beasiswa merit-based.
Publik yang kontra terhadap program ini juga berkomentar bahwa IISMA merupakan program yang tidak ada urgensinya. Manfaat yang lebih banyak diterima oleh kelompok sosio-ekonomi atas dan tidak bersifat publik, serta tidak memberikan output yang terukur.
Sejatinya, tujuan program beasiswa IISMA adalah untuk memberikan hak dan kesempatan yang lebih baik bagi mahasiswa dengan mengembangkan kompetensi, melakukan mobilitas internasional, dan memberikan pengalaman studi di perguruan tinggi luar negeri sebagai implementasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.
Sumber: Pexels.com
Sistem beasiswa merit-based di tengah permasalahan pendidikan yang belum merata di dalam negeri terdengar tidak adil. Sistem merit-based seharusnya tidak ada pengaruh uang, dengan kata lain, dapat dicapai oleh semua golongan, apabila jangkauan pendaftar hanya kaum yang mampu saja, apakah masih dapat dinilai sebagai merit-based?
Walaupun begitu, dari semua uraian tentang problematika privilege dalam program IISMA, sistem merit-based yang dipersoalkan ini memudahkan mahasiswa dari kelas ekonomi menengah (middle class), tidak bisa dikategorikan miskin, dan tidak juga dikategorikan kaya, untuk merasakan pengalaman belajar ke luar negeri tanpa khawatir biaya yang mahal.
Menilai dari sisi kontra, memang tidak salah apabila publik menanyakan tentang urgensi IISMA dibandingkan dengan permasalahan pendidikan dalam negeri, seperti pemerataan fasilitas dan sumber daya manusia dalam aspek pendidikan. Tetapi, program ini juga tidak sepenuhnya sia-sia.
Permasalahan pendidikan domestik juga tentu perlu diberikan adanya solusi dan anggaran. IISMA tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan di dalam home country, melainkan juga untuk menyebarkan nama baik Indonesia sebagai soft diplomacy yang efektif dengan memperkenalkan budaya Indonesia di negara tujuan studi masing-masing awardees.
Diplomasi soft power Indonesia melalui fasilitas beasiswa ke luar negeri merupakan kesempatan dalam meningkatkan hubungan antar negara. Output-nya memang tidak bisa diukur secara langsung, tetapi ilmu-ilmu yang diserap oleh awardees IISMA juga akan berdampak besar, setidaknya dalam beberapa tahun ke depan.
Para awardees IISMA juga diberikan kewajiban tentang kontribusi mereka yang secara tidak langsung telah tertanam saat proses seleksi. IISMA dapat menjadi program investasi jangka panjang untuk perkembangan masa depan negara.
Sebagai mahasiswa, program IISMA merupakan kesempatan yang sangat diharapkan dapat terus dikembangkan. IISMA dapat menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan keterampilan komunikasi lintas budaya dan membuka peluang baru untuk masa depan pendidikan di Indonesia.
Trending Now