Konten dari Pengguna
Tanggung Jawab Coca-Cola kepada Alam
20 November 2017 17:55 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:13 WIB

Kiriman Pengguna
Tanggung Jawab Coca-Cola kepada Alam
Avicenna Raksa Santana
Tulisan dari Avicenna Raksa Santana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap perusahaan air minum bertanggung jawab terhadap keberlangsungan sumber-sumber air yang mereka pergunakan. Tidak terkecuali Coca-Cola.
Coca-Cola memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian air di Indonesia. βFor every drop we use, we give one back,β ucap Andrew Hallatu, Public Affairs and Community Manager Coca-Cola Company Indonesia, dalam acara Onboarding Kumparan (15/11/2017) di Kuningan City, Jakarta.
Niat mereka itu diwujudkan lewat pembuatan embung air. Terbuat dari silicon membrane, yang jauh lebih efektif daripada semen dalam hal menampung air, embung air nantinya dapat menampung air hujan untuk digunakan saat musim kemarau tiba.
Tak hanya, itu Coca-Cola juga membuat sumur-sumur resapan di berbagai daerah. Proyek yang melibatkan Yayasan Obor Tani ini telah menciptakan sekitar empat ribu sumur yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Daerah-daerah tersebut tentunya akan bertambah, seiring dengan komitmen Coca-Cola untuk menanggulangi krisis air.
Seperti yang kita tahu, semenjak pemanasan global kian nyata terasa, berbagai daerah mulai mengalami krisis air. Coca-Cola paham betul akan situasi tersebut.
Bagi Coca-Cola, berbagai bentuk penanggulangan dan upaya-upaya preventif terkait krisis air adalah wajib untuk dilakukan. βKarena ini menyangkut komitmen atas air yang kita pakai dan air yang dikembalikan lagi ke global,β ucap Andrew.

