Konten dari Pengguna
Cerita Kultum Ramadhan: Berserah, Ingat, dan Bersedekah
3 April 2022 10:47 WIB

Kiriman Pengguna
Cerita Kultum Ramadhan: Berserah, Ingat, dan Bersedekah
Momen bulan suci ramadhan adalah momen terbaik untuk memperbaiki diri. Pada kesempatan ini, saya ingin membagikan isi kultum tarawih ramadhan pertama saya.Azis Saputra
Tulisan dari Azis Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alhamdulillah, berterima kasih kepada Allah SWT yang tak henti memberikan kita kesempatan untuk berjumpa kembali bersama bulan suci Ramadhan. Kesempatan untuk berserah diri, mengingat kembali kesalahan yang kita perbuat, dan meminta ampunan-Nya.
Kita sebagai manusia yang lemah tiada berdaya tak akan pernah luput dari dosa. Hari demi hari yang kita lalui dan ada saja dosa yang kita tinggalkan. Baik dosa yang kita sengaja, maupun yang tanpa sadar kita lakukan.
Dosa-dosa ini juga yang terkadang membuat kita semakin jauh dari Allah SWT. Merasa berdosa dan frustasi bahwa tidak ada lagi jalan ampunan. Berburuk sangka dan berpikir bahwa Allah telah meninggalkan kita.
Padahal faktanya Allah tak pernah sekalipun meninggalkan kita. Coba ingat lagi kapan terakhir kita berbuat maksiat. Walaupun saat itu kita bermaksiat, pagi harinya kita masih bisa menikmati makanan. Itu artinya Allah masih memperdulikan kita sekalipun kita berbuat maksiat.
Kita lah yang sebenarnya yang meninggalkan Allah. Semakin lama kita menunda untuk bertaubat, maka semakin jauh pula jarak kita dengan Allah. Rasanya hati tak lagi menemukan ketenangannya.
Untuk itu, pada kesempatan ini, saya akan membagikan pesan-pesan yang disampaikan khatib dalam kultum shalat tarawih.
Khatib membuka kultumnya dengan menegaskan bahwa kita harus mempersiapkan diri dalam menghadapi bulan suci Ramadhan. Hendaknya kita sebagai manusia menyusun target apa saja yang ingin kita capai selama bulan puasa ini. Mulai dari berapa kali kita ingin mengkhatamkan Al-Qurβan, berapa kali kita ingin i'tikaf, dan amal-amal baik lainnya.
Target ini bukanlah hal yang pada akhirnya membuat kita sombong. Angkuh terhadap amal baik yang dilakukan. Tidak juga menjadi ajang untuk riya atau bersikap perhitungan terhadap Allah. Melainkan sebagai sarana penyemangat kita dalam menjalankan ibadah karena memiliki target yang jelas.
Setidaknya ada 3 pesan utama yang disampaikan pada kultum di malam pertama Ramadhan ini. Yaitu pesan untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan taubat, mengakui semua kesalahan kita, dan senantiasa mengingat Allah dengan memperbanyak dzikir dan doa. Serta tak lupa kita juga harus memperbanyak sedekah.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat tepat bagi kita sang pendosa untuk bertaubat. Dimana Allah telah berjanji kepada umatnya untuk membukakan pintu taubat selebar-lebarnya. Bagi kita selama ini yang merasa jauh, inilah saatnya untuk kembali dekat kepada-Nya.
Janganlah kita menunda lagi kesempatan baik ini. Kita tidak pernah tau sampai kapan kita hidup di dunia ini. Apakah kita masih diberi kesempatan lagi atau tidak untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan.
Allah telah memerintahkan kita untuk cepat-cepat bertaubat. Artinya tidak mungkin ketika Allah telah menyuruh kita untuk mempercepat taubat, tetapi malah menutup pintu ketika kita sudah dekat. Allah akan menerima semua bertaubat ketika kita datang berserah diri dan mengakui kesalah yang kita perbuat dihadapannya.
Hal selanjutnya yang harus kita lakukan selama bulan suci Ramadhan adalah memperbanyak doa dan dzikir. Di dunia ini tidak ada orang yang benar hebat atau benar-benar kaya. Melainkan hanya Allah lah yang Maha Esa dan Maha kaya.
Kita tidak perlu takut ataupun pesimis dalam mencapai sesuatu. Karena kita memiliki senjata utama yaitu doa dan dzikir. Perbanyaklah doa, meminta kepada sang pencipta, maka Ia akan mengabulkannya. Libatkanlah Ia dalam segala urusan, maka kita akan menemukan kemudahan.
Setelah itu jangan lupa untuk selalu mengingat-Nya dengan berdzikir. Perbanyaklah dzikir dan ingatlah kepada siapa kita akan kembali. Maka kita pun akan selalu merasa dekat. Dzikir adalah cara terbaik untuk menenangkan hati dan merasa aman.
Pesan terakhir yang disampaikan khatib adalah perbanyak sedekah. Sedekah adalah wajib hukumnya. Maksudnya adalah setiap yang masuk, maka akan keluar. Maka sedekahlah, keluarkan rezeki yang kita terima sekalipun kita sedang susah.
Setiap yang masuk pasti akan keluar. Itulah hukum alam yang berlaku. Seperti halnya dalam ekonomi ada cash in dan ada cash out. Jadi sedekah itu wajib hukumnya. Setiap yang masuk, maka harus kita keluarkan. Karen jika tidak, maka Allah akan mengeluarkannya dari cara yang lain.
Sedekah adalah cara terbaik untuk mengeluarkan apa yang sudah diberikan. Jangan sampai Allah mengeluarkan hal tersebut melalui cara lain seperti musibah sakit, kecelakaan, dan lainnya. Karena sungguh itu mudah bagi Allah.
Mungkin itu saja yang dapat saya bagikan dalam kesempatan yang spesial ini. Semoga apa yang disampaikan dapat berguna bagi kita semua. Dan semoga saya dapat selalu membagikan isi kultum hingga hari terakhir bulan Ramadhan. Mari bersama-sama kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin ya Rabbal alamin.

