Konten dari Pengguna

Sinyal Cinta dari Allah: Ketika Rencana Kita Tak Sejalan dengan Ketetapan-Nya

Azizah Anugrah Putri
Mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta
7 Juli 2025 14:02 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Sinyal Cinta dari Allah: Ketika Rencana Kita Tak Sejalan dengan Ketetapan-Nya
Tak semua rencana berjalan seperti yang kita inginkan. Kadang kegagalan menghampiri lebih dulu. Mungkin itulah cara Allah menyapa dengan cinta yang tersembunyi dalam ujian.
Azizah Anugrah Putri
Tulisan dari Azizah Anugrah Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dok: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Dok: unsplash
Pernahkah kamu merencanakan sesuatu, tapi semua tak berjalan sesuai dengan yang kamu harapkan? Padahal kamu merasa telah menyiapkan rencanamu dengan matang agar memperoleh hasil maksimal. Namun, kenyataannya kamu justru dihadapkan pada sesuatu yang tidak kamu inginkan, bahkan sering kali membuatmu kecewa.
Belum lagi ujian berliku yang harus kamu lalui yang membuat imanmu terombang-ambing. Batinmu pun mulai resah hingga timbullah pertanyaan yang tak sepatutnya dipertanyakan. "Ke mana doa yang selalu kuulang-ulang dalam sujud panjangku?"
Keresahan itu perlahan mengaburkan keyakinanmu pada-Nya. Tanpa sadar, kamu telah meragukan kekuasaan-Nya. Kamu lupa jika di setiap langkah yang kamu tapaki di bumi ini telah diatur dengan sempurna oleh Dia Yang Maha Tahu. Mata hatimu seperti sudah tertutup hingga tak mampu melihat dari sudut pandang yang lebih positif. Kamu menganggap kegagalan yang menghampiri adalah bentuk murka-Nya. Padahal, bisa jadi itu adalah cara-Nya menunjukkan cinta padamu.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 216, kita diingatkan:
Ayat ini adalah isyarat cinta dari-Nya. Seolah dalam ayat ini Dia memberi pelukan lembut terhadap setiap hati yang dilanda kecewa. Di sini, kita diajak merenung: mungkin sesuatu yang kita anggap buruk justru menyimpan sebuah hikmah yang membuat kita sadar. Bisa jadi juga, sesuatu yang kita anggap baik justru menyimpan kemudharatan yang bisa mencelakakan kita di kemudian hari.
Adakah cinta yang lebih romantis dibandingkan cinta dari Sang Maha Cinta? Saat hatimu rapuh dan imanmu mulai layu, Dia hadirkan ujian dalam hidupmu untuk menguatkanmu agar kembali ke dekapan-Nya.
Percayalah, kawan, bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pengatur. Setiap takdir yang terjadi dalam hidup kita, sekalipun itu bukanlah hal yang kita inginkan, pasti mengandung makna baik di dalamnya. Kita mungkin punya rencana, tapi Allah juga punya rencana dan Dia adalah sebaik-baik perencana. Kita harus percaya jika Allah tak akan pernah salah menempatkan seseorang pada suatu kondisi. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 286 saja dikatakan:
Kalau Allah segitu percayanya pada kita, lantas mengapa kita harus ragu pada diri sendiri? Seberat apa pun ujian kita hari ini, jangan sampai memudarkan keyakinan kita terhadap ketetapan-Nya. Meski sesuatu yang tengah kita ikhtiarkan belum terwujud, pasti ada sesuatu yang lebih baik sudah menanti kita di masa depan. Tidakkah kamu ingat dengan ucapan Ali bin Abi Thalib?
Betapa dahsyatnya kalimat ini jika kita renungkan. Allah yang telah menciptakan alam semesta ini beserta isinya. Sudah pasti Dia yang paling tahu seluk-beluk yang akan terjadi pada sesuatu yang diciptakan-Nya. Maka tak heran jika pilihan-Nya tentu lebih baik untuk kita dibanding pilihan kita sendiri, bukan? Seperti halnya saat kita ingin membeli buah. Bukankah jika kita meminta pada tukang buah untuk mencarikan buah dengan kualitas yang bagus, lalu si tukang buah memilihkan buah yang tidak sesuai dengan yang kita ambil, pilihan kita tetap jatuh pada pilihan si tukang buah, 'kan?
Demikianlah takdir. Meski kadang tak berjalan sesuai dengan rencana yang sudah kita siapkan dengan matang, pada akhirnya takdir akan menemukan jalannya sendiri yang lebih baik. Bisa jadi, jika kita tetap kekeh dengan rencana kita, maka kesengsaraanlah yang akan kita dapat, bukan kebahagiaan.
Semua itu tak lain adalah sinyal cinta dari Allah agar kita mendekat ke dekapan-Nya. Ujian kegagalan itu tak lain bertujuan untuk menempa iman kita agar kita kuat menghadapi kerasnya dunia yang tak selalu berjalan sesuai ekspektasi kita. Melalui ujian tersebut juga, Allah ingin membuka mata hati kita bahwa setiap ketetapan-Nya adalah yang terbaik, meski tak selalu sejalan dengan rencana kita. Romantis sekali, bukan?
Wallahu a'lam bishshawab.
Trending Now