Konten dari Pengguna

Mahasiswa sebagai Problem Solver: Menciptakan Ekosistem Halal di Akar Rumput

Azmi Muhammad Islam
Mahasiswa Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Gadjah Mada. Dosen Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Tim Inkubator UMKM Halal Majelis Ulama Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta
26 Agustus 2025 12:01 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mahasiswa sebagai Problem Solver: Menciptakan Ekosistem Halal di Akar Rumput
Mahasiswa Manajemen UMY, PINBAS MUI, & Kalurahan Caturharjo berkolaborasi dalam Magang Berdampak. Sukseskan UMKM Halal, bangun ekonomi lokal via diklat digital marketing & sertifikasi halal.
Azmi Muhammad Islam
Tulisan dari Azmi Muhammad Islam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Momen penerjunan mahasiswa Manajemen UMY untuk program Magang Berdampak di Kalurahan Caturharjo, Bantul. Kegiatan ini disambut hangat dan dihadiri oleh perwakilan dari PINBAS MUI serta Lurah Caturharjo sebagai pendamping.(Foto: Priabdi)
zoom-in-whitePerbesar
Momen penerjunan mahasiswa Manajemen UMY untuk program Magang Berdampak di Kalurahan Caturharjo, Bantul. Kegiatan ini disambut hangat dan dihadiri oleh perwakilan dari PINBAS MUI serta Lurah Caturharjo sebagai pendamping.(Foto: Priabdi)
Program magang sering kali dipandang sebagai jembatan dari dunia akademis menuju dunia kerja. Namun, sebuah program magang yang dirancang dengan visi dan misi yang kuat dapat menjadi kendaraan perubahan sosial dan ekonomi. Inilah semangat di balik program โ€œMagang Berdampakโ€ yang merupakan inisiatif dari Program Studi Manajemen UMY. Program ini berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui sertifikasi halal, yang disukseskan melalui kolaborasi strategis dengan PINBAS MUI dan Kalurahan Caturharjo. Program ini adalah manifestasi dari kolaborasi harmonis antara mahasiswa, akademisi, dan praktisi, yang secara sistematis mengukir jejak nyata di masyarakat.
Fase 1: Observasi dan Pemetaan Masalah di Akar Rumput
Langkah pertama dalam perjalanan ini adalah Observasi yang mendalam. Mahasiswa tidak langsung terjun dengan solusi, melainkan memulai dengan mendengarkan. Mereka tinggal di tengah masyarakat, mengamati dinamika sosial, dan memahami denyut nadi perekonomian lokal.
Fase ini dilanjutkan dengan Pemetaan Persoalan Desa. Dengan menggunakan metode partisipatif, mahasiswa mengidentifikasi tantangan-tantangan riil yang dihadapi oleh UMKM. Mulai dari keterbatasan modal, akses pasar yang sempit, hingga minimnya pemahaman tentang legalitas dan sertifikasi produk. Proses ini memastikan bahwa setiap program yang akan dirancang benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar teori di atas kertas.
Fase 2: Perencanaan Strategis untuk Dampak Jangka Panjang
Berdasarkan data dan wawasan yang terkumpul, tim mahasiswa bersama pembimbing mereka memasuki fase Planing Kegiatan Magang Berdampak. Di sini, program dirancang secara cermat, dengan target yang jelas dan terukur. Semua kegiatan dirangkai untuk menciptakan sebuah sistem yang berkelanjutan, bukan hanya intervensi sesaat.
Rencana ini mencakup serangkaian pelatihan dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku UMKM. Fokus utama adalah meningkatkan kapasitas mereka secara holistik, dari hulu ke hilir.
Fase 3: Implementasi dan Peningkatan Kapasitas
Fase ketiga adalah eksekusi, di mana ide-ide diubah menjadi aksi nyata. Mahasiswa secara aktif memfasilitasi berbagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada UMKM:
- Diklat Digital Marketing: Di era digital, penguasaan pemasaran daring adalah kunci. Mahasiswa memfasilitasi pelatihan ini untuk membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas. Para peserta diajarkan teknik-teknik pemasaran di media sosial, manajemen konten, hingga optimasi platform e-commerce. Ini adalah kegiatan tambahan yang sangat krusial, mengubah UMKM lokal menjadi pemain yang kompetitif di pasar digital.
- Diklat Sertifikasi Halal: Inti dari program ini adalah edukasi dan pendampingan tentang pentingnya sertifikasi halal. Bekerja sama dengan PINBAS MUI, mahasiswa membantu memberikan pemahaman komprehensif tentang prosedur, persyaratan, dan manfaat sertifikasi. Ini bukan hanya tentang label, tetapi juga tentang peningkatan standar kebersihan, kualitas, dan kepercayaan konsumen.
- Diklat Holding UMKM Halal se-DIY: Puncak dari program ini adalah implementasi sebuah model. Mahasiswa berpartisipasi dalam Diklat Holding UMKM Halal se-DIY yang secara khusus mengadopsi model sukses dari Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul. Model ini menunjukkan bagaimana UMKM yang bersertifikat halal dapat berkolaborasi dalam sebuah โ€œholdingโ€ atau kelompok usaha untuk saling mendukung, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan daya tawar kolektif. Kegiatan ini memberikan contoh konkret bagaimana sinergi dan kolaborasi dapat menciptakan ekosistem bisnis yang kuat dan berkelanjutan, yang kelak dapat direplikasi di wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program "Magang Berdampak" ini memberikan manfaat berlipat ganda. Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang jauh melampaui teori, mengasah empati, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Bagi UMKM, mereka tidak hanya mendapatkan sertifikat halal, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan baru yang secara fundamental meningkatkan daya saing mereka.
Pada akhirnya, program ini membuktikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Dengan pendekatan yang terstruktur, magang bukan lagi sekadar kewajiban akademis, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, lestari, dan berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal.
Trending Now