Konten dari Pengguna
Bosan dan Stres Itu Wajar, Ini Cara Menghadapinya dengan Self Love
21 Juni 2025 23:48 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Bosan dan Stres Itu Wajar, Ini Cara Menghadapinya dengan Self Love
Bosan dan stres bisa dialami siapa saja. Artikel ini membahas penyebab serta cara menghadapinya dengan self love dan kebiasaan sehat.Azza Awliya Fauziyani
Tulisan dari Azza Awliya Fauziyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada hari-hari ketika kita merasa bosan, stres, atau kewalahan oleh tekanan hidup. Itu wajar, dan kamu tidak sendiri. Artikel ini membahas cara sederhana menghadapi stres dan menjaga kesehatan mental kita.
Rasa bosan dan stres adalah hal yang wajar dalam hidup. Semua orang pasti pernah mengalaminya—entah karena rutinitas yang itu-itu saja, beban pekerjaan atau tugas yang tak ada habisnya, atau hanya karena tubuh dan pikiran sedang lelah. Terkadang, kita merasa tidak semangat tanpa tahu apa penyebabnya. Dan itu juga tidak apa-apa.
Yang penting, kita sadar bahwa bosan dan stres bukanlah musuh. Mereka adalah sinyal dari tubuh dan pikiran kita yang sedang butuh perhatian. Mungkin butuh jeda, mungkin butuh ruang, atau hanya butuh didengarkan. Kita tidak harus langsung menemukan solusi besar. Cukup mulai dari hal-hal kecil: bernafas dengan tenang, berjalan keluar sebentar, mendengarkan lagu favorit, atau sekadar membiarkan diri beristirahat tanpa rasa bersalah.
Karena menghadapinya bukan berarti harus mengalahkan perasaan itu sepenuhnya. Kadang, cukup dengan mengenali dan menerimanya, kita sudah selangkah lebih kuat dari sebelumnya.
Kenapa kita bisa bosen dan stres?
Tapi, apa sebenarnya yang membuat kita mudah merasa bosan dan stres? Berikut beberapa penyebab umumnya:
1. Rutinitas yang Monoton Bisa Memicu Rasa Bosan
Melakukan hal yang sama setiap hari tanpa variasi bisa membuat hidup terasa membosankan. Saat tidak ada tantangan atau hal baru, kita jadi merasa seperti "jalan di tempat", sehingga semangat pun menurun.
2. Terlalu Banyak Tekanan Membuat Pikiran Mudah Stres (kuliah, kerja, atau ekspektasi sosial)
Tuntutan dari tugas, pekerjaan, atau harapan orang sekitar bisa menumpuk jadi beban. Ketika semuanya terasa penting dan harus diselesaikan sekaligus, tubuh dan pikiran jadi lelah dan stres pun muncul.
3. Terjebak Mengejar Pencapaian, Stres Tanpa Disadari
Terlalu fokus mengejar target tanpa memberi diri waktu untuk istirahat atau menikmati proses, membuat kita cepat kelelahan secara mental. Akibatnya, kebahagiaan dari pencapaian pun terasa hambar.
4. Stres Akibat Overstimulasi Digital dan Layar
Terlalu lama menghabiskan waktu di media sosial atau layar gawai bisa membuat pikiran jenuh tanpa disadari. Kita terus terpapar informasi, hiburan, dan kehidupan orang lain, tapi tidak benar-benar merasa terhubung. Akhirnya, kita justru merasa kosong, lelah, dan sulit fokus.
Bosan dan stres itu wajar
Keduanya bukan tanda kamu lemah, tapi justru sinyal alami dari tubuh dan pikiran bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Bisa jadi kamu butuh istirahat, jeda dari rutinitas, atau sekadar waktu untuk menenangkan diri. Saat kita terus memaksakan diri tanpa mendengarkan sinyal ini, kelelahan akan menumpuk dan membuat segalanya terasa makin berat. Maka dari itu, mengenali rasa bosan dan stres adalah langkah awal untuk kembali seimbang.
Jika kamu masih kesulitan untuk menghadapi masalah ini, berikut beberapa cara menghadapi bosan dan stres dengan self love yang dapat kamu lakukan.
1. Buat Waktu Jeda dalam Sehari
Luangkan waktu untuk diri sendiri, walau hanya sebentar. Bisa dengan journaling, meditasi, membaca buku, atau sekadar duduk diam tanpa gangguan. Ini membantu pikiran lebih tenang dan tidak terus merasa terburu-buru.
2. Kurangi Layar dan Nikmati Hal Nyata: jalan kaki, lihat langit, ngobrol langsung.
Tinggalkan gadget sejenak dan rasakan dunia sekitar. Jalan kaki, melihat langit, atau ngobrol langsung dengan orang terdekat bisa membuat hati terasa lebih hangat dan rileks.
3. Coba Rutinitas Kecil yang Beda (bikin sarapan baru, dekor ulang meja belajar).
Lakukan sedikit perubahan dalam kegiatan harian—misalnya membuat menu sarapan baru, menyusun ulang meja kerja, atau memakai baju warna cerah. Hal-hal kecil ini bisa memberi energi baru dan mengusir rasa jenuh.
4. Tulis Hal-Hal yang Disyukuri Setiap Malam
Sebelum tidur, tulis 1–3 hal yang kamu syukuri hari itu. Ini membantu mengarahkan fokus pada hal-hal positif, dan secara perlahan bisa mengurangi stres serta menumbuhkan rasa cukup.
5. Terima Kalau Hari Ini Nggak Sempurna, dan Nggak Apa-Apa
Tidak setiap hari harus berjalan mulus. Mengakui bahwa hari ini berat, tapi tetap memilih untuk melanjutkan, adalah bentuk kekuatan. Kadang cukup dengan berkata, “nggak apa-apa,” hati jadi lebih ringan.
Jadi, kalau kamu sedang merasa bosan, lelah, atau stres—itu bukan akhir dari segalanya. Itu hanya tanda bahwa kamu butuh ruang, butuh jeda, dan butuh dipeluk oleh diri sendiri.
Kamu tidak harus selalu kuat. Yang penting, kamu tetap berjalan, walau pelan. Dan ingat, tak apa merasa tidak baik-baik saja hari ini—karena besok selalu punya harapan baru.

