Konten dari Pengguna

Membaca adalah Petualangan Tanpa Batas

Ahmad Baehaki
Seorang mahasiswa Universitas Pamulang jurusan Sastra Indonesia
3 Juni 2025 20:50 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tulisan dari Ahmad Baehaki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
iliustrasi orang yang sedang membaca buku, foto: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
iliustrasi orang yang sedang membaca buku, foto: pexels.com
Baca buku adalah salah satu cara sederhana namun efektif untuk menenangkan pikiran. Di tengah tekanan hidup yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak orang merasa terjebak dalam kecemasan dan stres. Namun, ketika kita membuka buku, dunia yang berbeda terbuka di depan mata. Alih-alih terjebak dalam kekhawatiran tentang masa depan atau masalah yang belum terselesaikan, membaca memberikan kesempatan bagi pikiran kita untuk fokus pada sesuatu yang lebih ringan, lebih menyenangkan, dan sering kali memberi ketenangan.
Saat kita membaca, otak kita mulai bekerja dengan cara yang berbeda. Fokus kita tertuju pada kata-kata dan alur cerita yang ada dalam buku, yang membuat perhatian kita teralihkan dari segala hal yang membuat cemas. Ini adalah salah satu alasan mengapa membaca bisa menjadi aktivitas yang sangat menenangkan. Menurut penelitian, hanya dengan membaca selama enam menit saja, tingkat stres seseorang bisa turun hingga 68%. Ini karena membaca membantu merilekskan tubuh, menurunkan detak jantung, dan mengurangi ketegangan otot yang sering kali muncul akibat stres.
Selain itu, membaca juga memungkinkan kita untuk menemukan dunia baru yang penuh dengan kemungkinan. Novel, misalnya, bisa membawa kita ke dalam petualangan yang jauh dari kenyataan, memberi kita kesempatan untuk melupakan beban hidup sejenak. Dalam dunia fiksi, kita bisa menyelami karakter-karakter yang menarik, merasakan emosi mereka, dan bahkan belajar dari pengalaman hidup mereka. Ketika kita berempati dengan tokoh-tokoh tersebut, kita menjadi lebih mampu untuk melepaskan ketegangan dalam diri kita dan merasa lebih tenang.
Buku nonfiksi juga bisa memberikan dampak yang sama. Ketika kita membaca buku pengembangan diri atau filosofi, misalnya, kita sering menemukan cara-cara baru untuk melihat dunia. Pengetahuan yang kita peroleh dapat membantu kita melihat masalah dari sudut pandang yang lebih luas, menjadikan kita lebih bijaksana dalam merespons tekanan hidup. Dengan begitu, membaca bukan hanya memberikan ketenangan sesaat, tetapi juga membekali kita dengan perspektif yang lebih tenang dan rasional dalam menghadapi tantangan.
Aktivitas membaca juga memungkinkan kita untuk melatih konsentrasi dan perhatian. Di dunia yang penuh gangguan seperti sekarang, kita sering kali kesulitan untuk tetap fokus pada satu hal. Namun, membaca buku mengajarkan kita untuk fokus, memproses informasi secara mendalam, dan menikmati setiap kalimat yang ada. Ini bukan hanya bermanfaat untuk mendapatkan ketenangan, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan kognitif kita dalam jangka panjang.
ilustrasi orang yang sedaang membaca buku, foto: pexels.com
Membaca buku juga dapat membantu kita mengurangi rasa kesepian. Buku memiliki kemampuan untuk menghubungkan kita dengan pengalaman dan perasaan orang lain, baik melalui cerita fiksi maupun pengalaman nyata. Dalam setiap buku, kita sering menemukan pengalaman atau pemikiran yang serupa dengan yang kita alami, yang membuat kita merasa tidak sendirian. Ini memberi rasa kedamaian batin, karena kita tahu bahwa kita bukan satu-satunya yang menghadapi kesulitan atau kegelisahan dalam hidup.
Tak hanya itu, membaca juga memberi kesempatan untuk merenung. Ketika membaca, kita sering kali terhenti sejenak untuk berpikir, mencerna informasi yang baru saja dibaca, atau merenungkan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Proses merenung ini membawa ketenangan, karena kita memberikan ruang untuk diri kita sendiri untuk memahami apa yang baru saja kita pelajari, tanpa tergesa-gesa.
Bagi mereka yang suka menulis, membaca juga menjadi bentuk persiapan yang penting. Ketika kita terinspirasi oleh cerita atau pengetahuan baru, itu bisa menjadi pemicu ide-ide kreatif. Namun, meskipun kita tidak menulis, membaca tetap memberi manfaat mental yang besar. Ini adalah cara untuk memberikan ruang bagi diri kita sendiri untuk menerima dan mengolah informasi, yang pada gilirannya membantu meredakan kecemasan.
Buku juga memberi kita kesempatan untuk mereset pikiran kita. Di saat-saat kita merasa kewalahan oleh rutinitas harian, membaca memberikan waktu untuk berhenti sejenak dan menikmati ketenangan. Bahkan jika hanya dalam waktu singkat, buku bisa membawa kita ke dunia lain yang penuh dengan kedamaian, menghilangkan perasaan lelah dan cemas yang sering datang dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan begitu banyak manfaat yang ditawarkan oleh membaca, tidak ada alasan untuk tidak meluangkan waktu untuk membaca buku setiap hari. Tidak peduli seberapa sibuk kehidupan kita, kita selalu bisa menemukan waktu untuk membuka buku, meskipun hanya beberapa menit. Membaca bukan hanya tentang mengisi waktu luang, tetapi juga tentang memberikan ketenangan bagi pikiran, jiwa, dan tubuh kita. Jadi, mulailah membaca, dan biarkan buku menjadi pelipur lara bagi pikiran yang gelisah.
Trending Now