Konten dari Pengguna

Road to Harnas UMKM 2025 : UMKM Kuat, Bangsa Berdaulat

Bahrul ulum Ilham, SPd, MM, PhD
Dosen di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia kota Makassar. Saat ini juga sebagai Koordinator konsultan di UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan. Ph.D (Doctor of Philosophy in Management) di UniKL Malaysia 2025
3 Agustus 2025 8:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Road to Harnas UMKM 2025 : UMKM Kuat, Bangsa Berdaulat
Artikel tentang Hari UMKM Nasional diperingati pada tanggal 12 Agustus setiap tahunnya.Hari Nasional UMKM ini merupakan momen penting untuk mengapresiasi dan mendukung peran signifikan UMKM
Bahrul ulum Ilham, SPd, MM, PhD
Tulisan dari Bahrul ulum Ilham, SPd, MM, PhD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto Deklarator Harnas UMKM dalam acara Kongres Nasional UMKM, 25-26 Mei 2016 di Yogyakarta. Sumber : ABDSI
zoom-in-whitePerbesar
Foto Deklarator Harnas UMKM dalam acara Kongres Nasional UMKM, 25-26 Mei 2016 di Yogyakarta. Sumber : ABDSI
Agustus adalah bulan yang penuh makna di Indonesia, tidak hanya karena perayaan Hari Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus, tetapi juga karena adanya Hari Nasional (Harnas) UMKM yang jatuh pada tanggal 12 Agustus. Hari Nasional UMKM ini merupakan momen penting untuk mengapresiasi dan mendukung peran signifikan UMKM dalam perekonomian Indonesia.
Hari UMKM Nasional diperingati pada tanggal 12 Agustus setiap tahunnya. Sejarah Hari UMKM Nasional secara resmi ditetapkan dalam Kongres UMKM pada 25-26 Mei 2016 di Yogyakarta dan sekaligus Temu Nasional Pendamping II. Acara ini menjadi panggung utama bagi para pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia untuk berkumpul dan merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan UMKM.
Penetapan Hari UMKM pada 12 Agustus adalah salah satu poin dari Piagam Yogyakarta yang memuat Sapta Upaya multi pihak dalam kolaborasi pengembangan UMKM dan koperasi di Indonesia. Tanggal tersebut dipilih karena merupakan tanggal kelahiran bapak ekonomi kerakyatan bangsa Indonesia yang lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, yakni Muhammad Hatta.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bukan sekadar penopang perekonomian nasional. Mereka adalah denyut nadi kehidupan rakyat, tempat harapan bertumbuh dan semangat kemandirian terpahat. Data menunjukkan kontribusi UMKM mencapai lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 97% tenaga kerja nasional. Dengan lebih dari 64 juta unit usaha yang menjalar dari pusat kota hingga pelosok desa, UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia yang sesungguhnya.
Menuju peringatan Hari Nasional UMKM 2025, transformasi yang digaungkan selama ini harus benar-benar membuahkan UMKM dengan daya tahan dan daya saing yang otentik. UMKM masa depan bukan lagi sekadar pelaku ekonomi lokal, melainkan bagian dari jaringan ekonomi nasional dan global yang kokoh, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.
Karakter UMKM yang kita bangun harus mencerminkan arah zaman. Mereka harus mampu melahirkan produk yang inovatif, relevan secara global, namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Di saat dunia bergerak dengan kecepatan teknologi, UMKM juga harus melek dan berdaya digital, mengelola data, menjangkau pelanggan, dan merancang strategi pemasaran daring secara mandiri. Lebih dari itu, mereka harus terhubung dalam jaringan yang inklusif dan kolaboratif bersama koperasi, inkubator, akademisi, hingga sektor swasta—sehingga tidak berjalan sendiri dalam pusaran pasar yang makin kompetitif.
Dalam menghadapi tantangan lingkungan dan sosial masa kini, UMKM harus menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan. Tidak cukup hanya mengejar keuntungan, tapi juga memastikan bahwa usaha yang dibangun membawa dampak baik bagi masyarakat dan alam sekitar. Terakhir, mereka harus memiliki orientasi global, tak ragu menembus pasar internasional dengan produk yang berkelas dan beridentitas Indonesia.
Pada akhirnya, Hari Nasional UMKM bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah penanda arah. Sebuah pengingat bahwa kekuatan ekonomi Indonesia bukan terletak pada angka-angka makro semata, melainkan pada jutaan pelaku usaha yang bekerja tanpa sorotan, namun terus berkontribusi tanpa pamrih. Mari kita jadikan 12 Agustus 2025 sebagai momentum untuk menegaskan kembali bahwa UMKM adalah fondasi ekonomi bangsa—tak tergantikan, tak tergoyahkan. Karena hanya dengan UMKM yang tangguh, Indonesia dapat menapaki kedaulatan ekonomi yang sejati.
Trending Now