Konten dari Pengguna
Strategi 5Go Pendampingan UMKM Naik Kelas
17 Juni 2025 12:19 WIB
Ā·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Strategi 5Go Pendampingan UMKM Naik Kelas
Tulisan tentang strategi pendampingan UMKM dengan pendekatan 5Go atau Go Digital, Go SDG's, Go Global Standard, Go Modern, dan Go FormalBahrul ulum Ilham, SPd, MM, PhD
Tulisan dari Bahrul ulum Ilham, SPd, MM, PhD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah adalah tulang punggung ekonomi nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2021, terdapat 64 juta lebih unit UMKM di Indonesia, di mana usaha mikro mencapai 63.955.369 unit (99,62 %), usaha kecil 193.959 unit (0,30 %), dan usaha menengah hanya 44.728 unit (0,06 %) . Meskipun jumlah pelaku mikro mendominasi, fenomena āmissing middleā atau minimnya usaha skala menengah menjadi tantangan serius. Hal ini tidak lepas dari peran pelaku usaha menengah, yang memiliki potensi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja, mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Dengan terbatasnya pelaku usaha menengah, banyak peluang terlewat atau tidak dimanfaatkan sepenuhnya.

Terdapat beberapa faktor penyebab fenomena āmissing midleā dalam perekonomian, terutama sulitnya pelaku usaha mikro mengakses sumber daya produktif seperti akses modal, akses pasar, keahlian manajerial, regulasi yang kompleks dan ketidakpastian ekonomi. Kondisi ini mengisyaratkan pentingnya dukungan UMKM agar naik kelas. Lebih dari satu dekade, meskipun usaha mikro memiliki ketahanan yang tinggi namun beroperasi pada tingkat produktivitas yang rendah. Rata-rata pertumbuhan Produk Domestik Bruto atau PDB UMKM lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi. Disinilah pentingnya pendampingan yang melekat dan terstruktur menjadi kunci agar Usaha Mikro dapat meningkatkan efisiensi produksi, produktifitas, dan daya tahannya dalam menghadapi persaingan sehingga bisa naik kelas
Pendampingan UMKM: Definisi dan Tujuan
Pendampingan UMKM adalah proses intervensi yang dilakukan oleh lembaga atau individu terlatih untuk menguatkan kemandirian usaha, berdasar potensi masing masing pelaku. Proses ini harus berkelanjutanādengan indikator capaian yang jelasādan berbasis data, sehingga dampaknya nyata dalam peningkatan omzet, kualitas produk, dan perluasan pasar.
Strategi 5GO: Pilar Pendampingan Naik Kelas
Konsep ā5GOā merangkum lima pilar utama yang saling melengkapi, dirancang agar UMKM dapat bertransformasi menjadi usaha modern dan berdaya saing global.
1. Go Digital
Era digital menuntut semua lini usaha terkoneksi dengan teknologi informasi. Dari pemasaran melalui e commerce dan media sosial, hingga pemanfaatan aplikasi kasir dan manajemen stok berbasis cloud, Go Digital bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan transparansi usaha. Contohnya, pelatihan Google profile atau platform marketplace lokal memudahkan UMKM mendapatkan pelanggan baru tanpa batasan geografis.
2. Go SDGās
Mengacu pada 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), pilar ini mendorong UMKM menerapkan praktik berkelanjutan dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Misalnya, penggunaan bahan baku ramah lingkungan, pengelolaan limbah produksi, hingga program pemberdayaan komunitas lokal. Dengan demikian, produk UMKM tidak hanya kompetitif, tetapi juga membawa nilai tambah āhijauā yang semakin dicari pasar baik domestik maupun internasional.
3. Go Global Standard
Untuk menembus pasar ekspor, UMKM harus memenuhi standar kualitas dan keamanan internasionalāseperti SNI, ISO, HACCP, atau sertifikasi halal. Proses sertifikasi ini menuntut pendampingan intensif: mulai persiapan dokumentasi, audit internal, hingga peningkatan kontrol kualitas. UMKM yang berhasil meraih sertifikat global akan lebih mudah memasuki rantai pasok multinasional.
4. Go Modern
Pilar ini menekankan profesionalisasi manajemen usaha: perencanaan strategis, pencatatan keuangan yang rapi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Melalui workshop bisnis plan, pelatihan pengelolaan keuangan, dan mentoring manajerial, UMKM belajar mengambil keputusan berbasis data dan proyeksi keuangan, bukan sekadar insting.
5. Go Formal
Legalitas usahaāpembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), izin usaha, dan hak kekayaan intelektualāadalah fondasi agar UMKM mendapatkan perlindungan hukum, akses kredit, dan peluang kolaborasi dengan korporasi atau pemerintah. Pendamping membantu pelaku UMKM memahami serta menuntaskan seluruh proses perizinan, sehingga usaha berjalan aman dan terintegrasi dalam ekosistem ekonomi formal.
Pendamping Sebagai Motor Penggerak Perubahan
Pendamping UMKM bukan sekadar āguruā atau ākonsultanā; mereka adalah motivator, fasilitator jaringan, dan jembatan ke sumber dayaāmulai permodalan hingga pengembangan pasar. Lewat kunjungan lapangan, sesi konsultasi bisnis one on one, serta pelatihan kelompok, pendamping membantu pelaku UMKM:
⢠Menyusun roadmap bisnis yang realistis
⢠Memperbaiki desain produk dan kemasan
⢠Mengelola cash flow dan neraca sederhana
⢠Membangun jejaring pelanggan dan mitra distribusi
⢠Mengakses pembiayaan perbankan atau lembaga keuangan mikro, dll
Keberhasilan UMKM ānaik kelasā bukan hanya soal peningkatan omzet, tetapi juga daya tahan menghadapi krisis, kemampuan inovasi, dan kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan
Tak ada strategi 5GO yang berhasil tanpa sinergi antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta. Pemerintah pusat perlu menyederhanakan regulasi, sementara pemerintah daerah memfasilitasi akses pelatihan dan ruang promosi. Sektor perbankan dan fintech harus membuka produk khusus UMKM, sedangkan korporasi dapat menjalin kemitraan rantai pasok. Akademisi dan lembaga riset berperan menyediakan data dan model pendampingan yang evidence based.
Dengan lebih dari 60 juta pelaku usaha mikro yang mendominasi lanskap usaha nasional, potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia terletak pada sinergi pendampingan terstruktur melalui strategi 5GO. Mari bersama sama memajukan UMKM: daripada sekadar ābertahanā, kini saatnya mereka tumbuh, berinovasi, dan meraih pasar global. Ketika UMKM naik kelas, ekonomi pun ikut bergerak ke level berikutnyaālebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (Bahrul ulum Ilham)

