Konten dari Pengguna
Akuntansi Modern: Mengapa Generasi Muda Wajib Paham Cara Kerja Keuangan Digital
26 November 2025 12:00 WIB
Β·
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
Akuntansi Modern: Mengapa Generasi Muda Wajib Paham Cara Kerja Keuangan Digital
Pentingnya akuntansi digital bagi generasi muda agar mampu mengelola transaksi online dan keuangan dengan bijak, serta membuat keputusan finansial yang lebih bijak dan terencana di masa depan.Ba'Laisyah Nurhabibah
Tulisan dari Ba'Laisyah Nurhabibah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, generasi muda kini tidak hanya aktif menggunakan media sosial atau berbelanja melalui platform daring. Mereka juga semakin akrab dengan layanan keuangan digital seperti e-wallet, aplikasi investasi, hingga pinjaman online. Meski begitu, di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi finansial, masih banyak anak muda yang belum memahami kemampuan dasar yang justru sangat penting dalam kehidupan digital saat ini, yaitu akuntansi modern.
Perubahan Paradigma: Akuntansi Tak Lagi Rumit dan Kuno
Dahulu, akuntansi sering dikaitkan dengan tumpukan buku besar, kalkulator klasik, dan perhitungan debit-kredit yang dianggap membingungkan. Kini, akuntansi telah mengalami transformasi besar dari sistem manual menjadi platform digital yang terhubung langsung dengan ekosistem keuangan modern. Setiap transaksi kecil seperti top-up e-wallet, berlangganan aplikasi, atau belanja online sebenarnya merupakan bagian dari aktivitas akuntansi pribadi yang perlu dipahami. Tanpa pengetahuan ini, risiko keuangan dapat timbul sewaktu-waktu, mulai dari utang yang tidak disadari hingga aliran kas harian yang tidak terkendali.
Dalam beberapa tahun terakhir, keuangan digital muncul sebagai kekuatan utama dalam mendorong transformasi sektor keuangan global. Berbagai inovasi digital tidak hanya mempercepat layanan keuangan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan pada sektor ekonomi lain, termasuk ekonomi syariah.
Keuangan digital mencakup berbagai layanan seperti e-banking, pembayaran digital, investasi online, fintech syariah, hingga mata uang kripto. Seluruh inovasi ini memungkinkan transaksi berlangsung lebih cepat, biaya operasional lebih rendah, dan layanan keuangan lebih mudah diakses oleh masyarakat yang sebelumnya kurang terjangkau. Penelitian Elsa Bella Lilisonya, Dewi Rismawati, dan Abdurrahman Wahid (2023) menunjukkan bahwa keuangan digital mampu meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong efisiensi layanan. Laporan Overview of Digital Finance (2022) juga menyebutkan bahwa teknologi telah mengubah model bisnis perbankan dan sistem operasional keuangan.
Komponen-komponen utama keuangan digital pun berperan besar dalam kehidupan finansial generasi muda. E-banking memungkinkan transaksi dilakukan melalui perangkat digital tanpa perlu ke kantor bank. Pembayaran digital mempermudah proses pembelian secara daring. Investasi online membuka akses bagi anak muda untuk menanam modal dari berbagai tempat. Mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum menawarkan model transaksi baru yang terdesentralisasi dan aman. Sementara fintech syariah menghadirkan layanan keuangan yang beretika, transparan, serta sesuai dengan prinsip syariah.
Transformasi inilah yang membuat generasi muda perlu memahami akuntansi digital, agar tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi juga pengelola keuangan yang bijaksana.
Literasi Keuangan Digital: Fondasi Akuntansi Modern
Berbagai penelitian menunjukan bahwa literasi keuangan digital memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan generasi muda dalam mengatur keuangan. Penelitian oleh Rita Rahayu dari Universitas Andalas mengungkapkan bahwa tingkat literasi keuangan digital Generasi Z Indonesia masih tergolong rendah. Faktor pendidikan, usia, hingga pendapatan sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat.
Penelitian lainnya dalam bidang akuntansi dan perilaku keuangan juga menekankan bahwa pemahaman terhadap laporan digital dan informasi keuangan membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih objektif dan rasional. Artinya, teknologi finansial secanggih apa pun tetap tidak akan memberi manfaat maksimal jika pengguna tidak memiliki fondasi akuntansi dasar.
Risiko yang Muncul Jika Mengabaikan Akuntansi Digital
Kurangnya pemahaman akuntansi modern membuat generasi muda rentan mengalami berbagai masalah keuangan. Transaksi digital yang berlangsung cepat sering membuat uang terasa βhilang tanpa jejakβ, sehingga sulit mengetahui pengeluaran sebenarnya jika tidak dicatat. Di sisi lain, layanan kredit digital seperti buy-now-pay-later maupun pinjaman online dapat menjadi jebakan yang memicu utang membengkak tanpa disadari. Banyak pelaku usaha muda juga mengalami kegagalan bisnis bukan karena kurang pelanggan, melainkan karena tidak pernah melakukan pencatatan keuangan secara benar, sehingga tidak mengetahui apakah bisnis mereka benar-benar menghasilkan keuntungan.
Menguasai akuntansi modern memberikan dampak langsung bagi kehidupan finansial generasi muda. Mereka dapat mengelola arus kas pribadi dengan lebih baik, membuat perencanaan tabungan, dan menentukan prioritas finansial. Bagi pelaku usaha, aplikasi pencatatan keuangan digital membantu memantau laba, biaya operasional, serta kondisi keuangan usaha secara real time. Selain itu, pemahaman akuntansi turut menunjang kemampuan mengambil keputusan dalam investasi, pengelolaan utang, hingga perencanaan masa depan.
Langkah Percepatan Literasi Akuntansi Digital
Untuk memperkuat pemahaman akuntansi digital, diperlukan kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan perusahaan fintech. Pendidikan formal dapat menyertakan modul akuntansi digital sebagai bagian kurikulum literasi keuangan. Komunitas maupun lembaga nonformal dapat mengadakan pelatihan tentang pencatatan keuangan digital. Sedangkan perusahaan fintech dapat menyediakan fitur edukatif dan laporan otomatis yang membantu pengguna memahami kondisi keuangan mereka dengan lebih mudah.
Oleh karena itu, akuntansi modern tidak lagi sekadar bidang akademik atau profesi tertentu, tetapi telah menjadi keterampilan hidup yang sangat penting bagi generasi yang tumbuh dalam ekosistem digital. Dengan memahami bagaimana keuangan digital bekerja mulai dari e-wallet, pembayaran digital, investasi online, hingga fintech syariah generasi muda dapat mengelola keuangannya secara bijak, menghindari risiko utang, serta membangun fondasi finansial yang stabil.
Lebih dari itu, generasi yang menguasai akuntansi digital akan memiliki kemampuan adaptasi yang lebih kuat dalam menghadapi perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, blockchain, analitik keuangan, hingga otomatisasi sistem akuntansi. Pemahaman ini bukan hanya membantu mereka membuat keputusan finansial yang cerdas, tetapi juga membentuk pola pikir yang bertanggung jawab, etis, dan berkelanjutan dalam memanfaatkan teknologi keuangan modern.

