Konten dari Pengguna

Ancaman Obesitas di Tengah Pandemi

Alima Balqis Zhafira
Mahasiswi Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta
2 Desember 2021 21:18 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Ancaman Obesitas di Tengah Pandemi
Memasuki satu tahun pandemi, kenaikan berat badan mulai dialami banyak orang. Ini disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik sementara asupan makanan meningkat.
Alima Balqis Zhafira
Tulisan dari Alima Balqis Zhafira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pandemi memicu terjadinya obesitas. Foto: https://www.freepik.com/free-photo/pretty-fat-man-smiles-checking-his-smartphone-while-he-sits-sofa-eats_2446949.htm#page=1&query=obesity&position=7&from_view=search
zoom-in-whitePerbesar
Pandemi memicu terjadinya obesitas. Foto: https://www.freepik.com/free-photo/pretty-fat-man-smiles-checking-his-smartphone-while-he-sits-sofa-eats_2446949.htm#page=1&query=obesity&position=7&from_view=search
Pandemi COVID-19 masih berlanjut hingga sekarang. Kondisi ini menuntut terjadinya perubahan pola hidup di tengah-tengah masyarakat. Hampir semua aktivitas, seperti sekolah, kuliah, bekerja, dan belanja semua dilakukan dari rumah menggunakan smartphone ataupun laptop.
Pada awalnya, keadaan ini membuat kita tidak nyaman. Kita terpaksa duduk berlama-lama di depan laptop untuk mengerjakan tugas ataupun mengikuti virtual meeting. Belum lagi beban tugas justru meningkat selama pandemi. Akibatnya, begadang menjadi β€˜agenda wajib’ bagi sebagian orang, khususnya mahasiswa.
Seiring berjalannya waktu, perubahan pola hidup ini seringkali membuat kita merasa lelah, bosan, dan tertekan. Berbagai upaya kita lakukan untuk mengusir perasaan tersebut, seperti membaca buku, menonton film, dan berselancar di internet atau YouTube ditemani konsumsi camilan dan minuman manis.
Apalagi dengan kemajuan teknologi mempermudah kita untuk mencicipi jenis makanan apa pun dan kapan pun. Hanya dengan meng-klik menu pilihan, makanan pun siap diantar. Hal ini dirasa cukup efektif membantu kita menghilangkan rasa bosan dan tertekan.
Kenaikan Berat Badan
Mulai terjadi penambahan berat badan. Foto: https://www.freepik.com/free-photo/woman-feet-standing-weight-scale-wooden-background_3396982.htm
Memasuki satu tahun pandemi, kenaikan berat badan mulai dialami banyak orang. Ini disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik sementara asupan makanan meningkat. Akhirnya, kalori yang masuk ke dalam tubuh banyak yang tak terpakai.
Ditambah lagi dengan adanya aktivitas begadang atau kurang istirahat semakin meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Dilansir dari Healthline, kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan. Mereka yang kurang tidur cenderung mengkonsumsi lebih banyak kalori.
Jika pola hidup seperti ini terus dipertahankan, maka ancaman obesitas benar-benar di depan mata.
Apa itu obesitas? Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama (WHO, 2000). Artinya, jika kita mengkonsumsi makanan tinggi gula dan lemak tanpa diiringi dengan aktivitas fisik yang seimbang, maka kelebihan energi akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Lama-lama, kondisi tersebut akan mengakibatkan obesitas.
Lalu, kenapa jika mengalami obesitas?
Pada umumnya, orang yang obesitas mengalami penurunan rasa percaya diri dan mudah merasa lelah saat beraktivitas. Selain itu, berbagai ancaman penyakit serius, seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, dan hipertensi berisiko 2 kali lipat bagi mereka yang obesitas.
Tak hanya itu, penderita obesitas juga berisiko 3 kali lipat terkena batu empedu, mengalami sumbatan napas ketika sedang tidur, menurunnya tingkat kesuburan reproduksi, dan terkena beberapa jenis kanker. Bukankah hal itu sangat membahayakan?
Tentu ini menjadi catatan bagi kita dan khususnya para Gen Z bahwa kebiasaan mager, konsumsi makanan cepat saji, lebih memilih minuman manis ketimbang air putih, hingga perilaku stress-eating bukanlah hal yang baik untuk dipelihara. Bagi kamu yang ingin menghindari obesitas, hendaknya memperbaiki pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat.
Diet sehat dan seimbang, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, dan menghindari perilaku berisiko, seperti merokok menjadi opsi yang paling tepat untuk dilakukan. Karena obesitas dapat menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan, tentu kita tidak mau mengalaminya.
Oleh karena itu, mari kita jaga berat badan ideal dan tanamkan mindset pentingnya gaya hidup sehat agar terhindar dari obesitas dan menjauhkan kita dari berbagai risiko penyakit serius.
Trending Now