Konten dari Pengguna

Memperbaiki Diri di Akhir Zaman: Bertahan dalam Sunyi, Bertumbuh dalam Iman

Ahmad Bayu Assidqi
Guru TPQ, Part of travel haji & umroh di Multazam Utama Tour, sekaligus content creator muslim.
5 Januari 2026 6:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Memperbaiki Diri di Akhir Zaman: Bertahan dalam Sunyi, Bertumbuh dalam Iman
Tulisan ini mengajak pembaca merenungi makna memperbaiki diri di akhir zaman, ketika kebaikan terasa asing dan kejujuran sering disalahpahami. Sebuah refleksi tentang bertahan dalam iman, melawan ego,
Ahmad Bayu Assidqi
Tulisan dari Ahmad Bayu Assidqi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi langit. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi langit. Foto: Shutterstock
Di akhir zaman ini, menjadi orang baik bukan lagi perkara mudah. Yang jujur sering dianggap aneh, yang menjaga diri dibilang kolot, dan yang memilih diam demi menghindari dosa justru dicurigai. Dunia berjalan semakin cepat, sementara hati manusia perlahan kehilangan arah.
Memperbaiki diri hari ini bukan tentang terlihat paling benar, tapi tentang berjuang agar tidak ikut hanyut dalam arus yang salah. Tentang menahan diri saat semua orang berlomba melampiaskan emosi. Tentang tetap memilih jalan yang lurus, meski harus berjalan sendirian.
Ada masa ketika lelah terasa begitu nyata. Hati ingin menyerah, iman naik turun, dan doa terasa sunyi. Namun justru di titik itulah nilai sebuah perjuangan diuji. Sebab Allah tidak menilai seberapa ramai orang yang mendukungmu, tetapi seberapa tulus hatimu saat tetap bertahan.
Orang yang memperbaiki diri di akhir zaman sering kali tidak dipuji. Ia belajar diam saat difitnah, belajar sabar saat disalahpahami, dan belajar ikhlas saat usahanya tak terlihat. Ia sadar, tidak semua kebaikan harus disaksikan manusia, karena cukup Allah yang menjadi saksi.
Memperbaiki diri juga berarti berani melawan ego. Mengakui kesalahan tanpa mencari pembenaran. Memaafkan meski hati belum sepenuhnya sembuh. Dan tetap berbuat baik, meski tak selalu dibalas dengan kebaikan.
Di zaman ini, menjaga hati lebih berat daripada menjaga lisan. Menundukkan pandangan lebih sulit daripada menutup telinga. Namun setiap usaha kecil itu bernilai besar di sisi-Nya. Sebab bisa jadi, satu langkah kecilmu menjauhi maksiat lebih mulia daripada seribu langkah orang lain yang dipuji manusia.
Jika hari ini kamu memilih memperbaiki diri, meski tertatih dan sering jatuh, ketahuilah: kamu sedang berada di jalan yang dicintai Allah. Jalan yang sepi, tapi penuh cahaya. Jalan yang berat, tapi mengantarkan pada ketenangan.
Karena pada akhirnya, yang paling berharga bukan seberapa hebat kita di mata manusia, melainkan seberapa jujur kita berusaha menjadi hamba yang lebih baik di hadapan Allah.
Semoga Allah menguatkan langkah-langkah kecil kita dalam memperbaiki diri, di zaman yang sering kali membuat kebaikan terasa asing.
Trending Now