Konten Media Partner
Demodex folliculorum, Tungau yang Bercinta di Kulit Wajah
24 Juni 2022 10:44 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Demodex folliculorum, Tungau yang Bercinta di Kulit Wajah
Tungau ini berkaitan dengan kesehatan kulit kita. Jadi kalau kita kehilangan mereka, Anda bisa punya masalah kulit. #publisherstory BBC News IndonesiaBBC NEWS INDONESIA

Tindakan pengelupasan sel kulit mati (eksfoliasi) pada wajah, penggunaan pelembab dan pelembab tabir surya (SPF) merupakan bagian perawatan wajah rutin bagi kebanyakan orang.
Tapi bagaimana nasib tungau-tungau yang membersihkan pori-pori seperti Demodex folliculorum yang menghabiskan seluruh hidupnya di kulit wajah kita?
Pada malam hari, organisme sepanjang 0.3 milimeter meninggalkan pori-pori untuk menemukan folikel [kantong kelenjar] kulit baru, bertemu dengan pasangannya dan berkencan.
Tapi sebuah penelitian terbaru menemukan, tungau-tungau ini bisa menghadapi persoalan, karena DNA mereka terkikis. Artinya, mereka mendekati kepunahan.
Sekarang kami tahu apa yang sedang Anda pikirkan.
Dan, jika Anda bergegas ke kamar mandi, mengambil sabun dan menggosoknya dalam setiap inci kulit wajah, Anda tidak akan berhasil menyapu tungau ini-mereka hidup terlalu dalam di bawah lapisan kulit wajah Anda meskipun sudah mencuci muka dengan sabun.
Tapi Anda tidak perlu risau. Lebih dari 90% dari kita merupakan tuan rumah bagi tungau-tungau itu, dan kita telah memberikan mereka rumah [wajah kita]. Keberadaan mereka kemungkinan sudah ada sejak kita lahir, ditularkan melalui ibu kita selama kelahiran hingga masa-masa menyusui.
Dr Alejandra Perotti dari Universitas Reading, salah satu penulis dari penelitian ini, mengatakan kita semestinya "bersyukur" untuk menawarkan tungau-tungau ini rumah, dan punya hubungan intim dengan mereka.
"Mereka sangat kecil dan lucu. Tak ada yang perlu dikhawatirkan tentang keberadaan mereka di wajah kita. Mereka membersihkan pori-pori wajah kita, dan menjaganya tetap rata," katanya kepada Radio 1 Newsbeat.
"Jangan khawatir. Berbahagia lah karena memiliki makhluk kecil mikroskopik yang hidup dengan Anda, mereka tak melakukan kerusakan."
Penelitian ini menunjukkan bagaimana kedekatan hubungan kita dengan mereka, tapi juga bagaimana tungau-tungau ini memiliki jumlah gen yang lebih sedikit dibandingkan pada serangga lainnya, arakhnida (seperti laba-laba dan kalajengking) atau krustasea (seperti udang).
Gen yang melindungi tubuh tungau dari sinar UV telah hilang, oleh karena itu, mereka hanya aktif di malam hari.
Dan, aktivitas malam hari mereka ini yang mungkin menyebabkan tidur Anda gelisah.
"Pada malam hari, ketika kita sedang enak tidur, mereka datang ke pori-pori untuk bercinta dan memiliki bayi," kata Dr Perotti.
Ya, makhluk ini menggunakan pori-pori kita seperti layaknya Pulau Cinta untuk berbulan madu. Keren.
Penelitian ini juga menunjukkan ketika keragaman gen mereka semakin kecil, ketergantungan mereka pada kita akan meningkat - Artinya, mereka kemungkinan sedang pada tahap berisiko di ambang kepunahan.
Seperti contoh, penelitian ini diharapkan untuk menemukan gen yang bisa membangunkan tungau dan membuatnya tidur, tapi ternyata tidak.
Sebaliknya, organisme ini mendeteksi jumlah hormon yang lebih rendah, yang disekresikan kulit pada saat kita tidur. Dan hal inilah yang membuat mereka terjaga.
Adaptasi mereka menyebabkan persoalan. Semakin mereka beradaptasi dengan kita, semakin banyak mereka kehilangan gen, dan akhirnya, mereka akan sepenuhnya bergantung pada kita untuk keberlangsungan mereka.
Karena kebergantungan ini, mereka tak akan bisa meninggalkan pori-pori kita, serta menemukan pasangan baru untuk berkencan. Ya, dan benar-benar meletakkan semua telur mereka dalam satu keranjang basket.
Jadi, apa masalahnya kalau kita kehilangan mereka?
"Mereka berkaitan dengan kesehatan kulit kita, jadi kalau kita kehilangan mereka, Anda bisa punya masalah dengan kulit Anda," tambah Perotti.
