Konten Media Partner

Grup Band Asli Solo 'Merah Bercerita' Gelar Konser Nyanyian Sukma Lara

16 Januari 2020 18:23 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Grup Band Asli Solo 'Merah Bercerita' Gelar Konser Nyanyian Sukma Lara
Merah Bercerita akan gelar konser Nyanyian Sukma Lara pada Jumat, 17 Januari 2019 di Lokananta Solo. #publisherstory
Bengawan News
Group Band Asli Solo Merah Bercerita. (Tara Wahyu)
zoom-in-whitePerbesar
Group Band Asli Solo Merah Bercerita. (Tara Wahyu)
SOLO - Nyanyian Sukma Lara menjadi album kedua dari Grup Band asal Solo, Merah Bercerita. Penggarapan sejak 2017 itu akhirnya akan dirilis pada Jumat, 17 Januari 2019 dalam bentuk sebuah konser. Berbeda dari album pertama mereka, Nyanyian Sukma Lara tidak lagi sekadar mengaransemen puisi-puisi, namun mempunyai keberanian sekaligus pendewasaan secara materi yang nampak dari segi musik dan sajak.
Track yang mempunyai durasi 32 menit itu mempunyai kekuatan dalam konsep narasi. Perbedaan itu terlihat jelas apabila dibandingkan dengan album pertama Merah Bercerita yang mengadopsi beberapa lagu yang diaransemen dari puisi Wiji Thukul.
Wiji Thukul memang tak terlepas dari group band yang terdiri dari Fajar Merah (Vocal, Gitar), Yanuar Arifin (Bass) dan Lintang Bumi (Drum). Sebab, sang vokalis, Fajar Merah, merupakan putra bungsu dari Wiji Thukul, aktivis HAM yang hilang sejak 1998.
Untuk itu, Merah bercerita akan menggelar konser yang bertajuk "Nyanyian Sukma Lara" di Lokananta Solo, yang menjadi ikon situs perindustrian musik yang bersejarah. Nyanyian Sukma Lara dipilih untuk mewakili semua judul dari album kedua mereka. Mereka juga akan berbicara sedikit tentang konsep album yang mereka lahirkan. Untuk harga tiket konser tersebut dibandrol dengan harga Rp 15.000 dan apabila ingin include CD Nyanyian Sukma Lara harganya menjadi Rp 50.000.
"Dipilihnya Nyanyian Sukma Lara dalam album kedua ini sebagai β€œmesin waktu” yang menghadirkan portalnya, dengan cerita, alur dan puncak yang tidak menghakimi keadaan. Namun, mencoba memiliki posisi netral sebagai pembaca gejala sosial, alam, sejarah tertulis maupun dampak personal," ungkap Fajar sang Vokalis.
Pada gelaran konser tersebut, Merah Bercerita bersama Local Natives, sebuah platform pengarsipan musik independen Kota Surakarta yang diprakarsai oleh Crossroad Records, mengajak kita untuk mengalami pengalaman baru dalam pertunjukan musik, dengan ikut mengajak beberapa aspek pertunjukan lainnya, yaitu tari kontemporer, monolog, dan pantomim.
"Mengajak musisi-musisi Solo lainnya, Gema Isya’ (Soloensis), Safina Nadisa (Jungkat-jungit), dan Artxiat Gamelan Syndicate yang akan turut andil mempersembahkan konser peluncuran album kedua Merah Bercerita," ujarnya.
Kehadiran Konser Nyanyian Sukma Lara ini diharapkan mampu mewujudkan sesuatu yang telah diperjuangkan, sekaligus memperbarui pandangan tentang gejolak musik Kota Solo agar lebih memiliki perhatian secara luas dan mendapat posisi utama dalam menaruh kebanggaan dari hal-hal kreatif yang secara intens dibangun oleh anak-anak muda Kota Solo.
(Tara Wahyu)
Trending Now