Konten Media Partner
OPINI: Pesantren Kilat Tanamkan Akhlak Siswa-siswi SMPN 1 Jumapolo Karanganyar
10 Mei 2022 16:08 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
OPINI: Pesantren Kilat Tanamkan Akhlak Siswa-siswi SMPN 1 Jumapolo Karanganyar
Pesantren kilat di SMP Negeri 1 Jumapolo, Karanganyar berlangsung 3 hari dan diisi pengajian, kajian Islami, lomba tartil dan kegiatan lainnya. #publisherstoryBengawan News

Datangnya bulan suci Ramadan disambut SMP Negeri 1 Jumapolo, Kabupaten Karanganyar dengan mengadakan pesantren kilat. Pesantren kilat adalah salah satu kegiatan yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah, dengan tujuan menjadikan siswa lebih paham agama serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Keutamaan yang dimiliki bulan suci Ramadan, salah satunya adalah bulan ampunan. Umat Islam akan saling berlomba untuk menyucikan diri dari dosa-dosa yang telah mereka lakukan.
Inilah yang menjadikan Ramadan sebagai bulan suci. Salah satu keutamaan bulan Ramadan adalah bulan Al Quran atau Shahrul Quran.
Seluruh siswa SMP Negeri 1 Jumapolo sangat antusias menyambut bulan Ramadan dan pesantren kilat yang dilaksanakan selama 3 hari.
Kegiatan hari pertama diisi pengajian berjudul โRaih Keberkahan dengan Membumikan Al Quranโ dengan pemateri Faris Isnawan di Masjid Al Munawaroh Jumapolo. Hari kedua diisi pesantren kilat dengan pemateri Rohis Al-Luqman SMA Negeri Jumapolo, yang diadakan di masjid yang sama, serta hari terakhir ditutup dengan kajian Islami berjudul โAkhlakul Karimahโ di Masjid Al Munawaroh Jumapolo dengan pemateri Toni Setyawan dan Zaenal Arifin.
Selain itu diselenggarakan pula lomba kaligrafi, tartil, khitobah dibantu Rohis Al-Luqman SMA N Jumapolo yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jumapolo.
Kegiatan pesantren kilat ini diharapkan mampu menanamkan dan membangkitkan keyakinan beragama, dengan cara memberikan pemahaman tentang akhlak kepada Allah SWT. Selain itu juga pemahaman untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Pembina juga berupaya menanamkan etika pergaulan yang meliputi akhlak dalam lingkungan keluarga, akhlak dalam lingkungan masyarakat dan akhlak dalam lingkungan sekolah.
Upaya selanjutnya adalah menanamkan kebiasaan yang baik terutama dalam membiasakan untuk disiplin, bertanggung jawab, melakukan hubungan sosial dan ibadah ritual.
(*)
Penulis: Rosi Sekar Sari Palupi, SPd
Mahasiswi Prajabatan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
