Konten Media Partner

Agar Tak Sering Kambuh, Ini Manfaat Puasa Bagi Penderita Maag

8 April 2022 9:45 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Agar Tak Sering Kambuh, Ini Manfaat Puasa Bagi Penderita Maag
Bagi sebagian besar penderita maag, mungkin akan merasa galau saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Pasalnya, mereka harus menahan lapar dan haus sekitar 14 jam lamanya. #publisherstory
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.
Bagi sebagian besar penderita maag, mungkin akan merasa galau saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Pasalnya, mereka harus menahan lapar dan haus sekitar 14 jam lamanya.
Padahal, penderita maag disrankan untuk makan tepat waktu agar tidak memperparah kesehatannya. Lantas, apakah puasa bisa memperparah kesehatan penderita maag?
Menjawab hal itu, Prof. Ari Fahrial Syam, dr., Sp.PD-KGEH., MMB mengatakan, bagi penderita maag non akut, artinya penderita maag yang tidak mengalami gejala parah seperti muntah, muntah disertai darah, nyeri perut yang luar biasa dan gangguan ekstrim lain, malah dianjurkan untuk berpuasa.
Hal ini karena, 60 persen penderita maag adalah maag jenis fungsional. Artinya penyebabnya ada tiga hal.
Pertama adalah karena pola hidup, dalam hal ini jadwal makan yang tidak teratur. Kemudian tidak bisa memgelola stress dengan baik, dan terakhir kerap mengonsumsi makanan yang memicu maag seperti makanan berlemak, asam, pedas, dan kafein.
β€œKalau menjalankan puasa sesuai kaidahnya, maka puasa malah akan menyembuhkan penyakit maag karena tiga hal tersebut bisa dikendalikan," ucap Prof. Ari ketika hadir dalam tayangan DokterUnair TV Spesial Ramadan, Jumat (8/4).
Ia menjelaskan, pada saat puasa, orang akan makan saat berbuka dan sahur. Hal ini tentu akan membuat penderita maag makan secara lebih teratur.
Selain itu, dengan lamanya waktu puasa, maka konsumsi makanan yang tidak baik bagi penderita maag juga semakin terbatas. Dengan catatan, saat berbuka, penderita tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang tidak dianjurkan untuk penderita maag.
β€œJadi istilahnya jangan malah balas dendam. Saat berbuka makan-makanan yang berlebihan. Makan pedas, makan gorengan. Ini sama saja menghilangkan manfaat berpuasa bagi penderita maag,” jelas Dekan FK UI ini.
Menurutnya, dalam syariat Islam, saat berpuasa, umat muslim juga disyariatkan untuk menahan hawa nafsu. Salah satunya nafsu amarah.
Selain itu, umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti dzikir dan istighfar. Dimana hal ini tentu akan membantu menekan stress yang memicu kekambuhan maag.
"Hal yang sama juga berlaku pada penderita maag organic. Artinya penderita maag yang disebabkan oleh adanya luka atau tukak di lambung," tambahnya.
Prof. Ari mengungkapkan, dalam sebuah penelitian yang membandingkan dua kelompok. Satu penderita maag, rutin minum obat tanpa puasa Ramadhan, dan kelompok lain minum obat yang sama tapi menjalankan ibadah Ramadan.
Penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa tukak penderita maag yang berpuasa Ramadan lebih cepat sembuh dari mereka yang tidak berpuasa.
Prof. Ari menegaskan, jika hal ini terjadi karena mereka yang berpuasa lebih teratur dan tenang hidupnya.
β€œJadi saya sekali menganjurkan bagi masyarakat yang kebetulan mempunyai sakit maag yang kronis, Insyaallah dengan berpuasa Ramadan sakit maag Anda akan baik,” pungkasnya.
Trending Now