Konten Media Partner
Atap Ponpes di Situbondo Ambruk Tewaskan 1 Santri, Kemenag Beri Bantuan Renovasi
30 Oktober 2025 6:46 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Atap Ponpes di Situbondo Ambruk Tewaskan 1 Santri, Kemenag Beri Bantuan Renovasi
"Ada satu santri putri yang meninggal dunia atas nama Putri Helmikia Okta Viantika. Almarhumah meninggal sekitar di RSIA Jatimed," sebut Suyitno. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Kementerian Agama (Kemenag) berduka atas peristiwa ambruk atap satu ruang asrama putri di Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani, Situbondo. Kemenag prihatin dan segera salurkan bantuan Rp200 juta untuk renovasi asrama.
Bantuan diantar langsung oleh Direktur Pesantren Basnang Said pada hari ini 30 Oktober 2025.
"Kami sampaikan duka cita atas peristiwa ini," terang Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno, dalam keterangannya seperti dikutip Basra, Kamis (30/10).
"Insya Allah Kemenag akan beri bantuan Rp200 juta dan itu akan diantar langsung oleh Direktur Pesantren," sambungnya.
Dijelaskan Suyitno, berdasarkan laporan Kankemenag Situbondo, atap asrama putri Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani ambruk pada hari Rabu (29/10) dini hari. Saat itu, kondisi cuaca hujan deras disertai angin kencang. Luas ruangan asrama putri itu sekitar 48 m2.
"Saat kejadian, dalam ruang asrama yang ambruk itu ada 19 santri putri. Mereka langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat oleh KH. Muhammad Hasan Nailul Ilmi beserta pengurus pondok pesantren," papar Suyitno.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ada 11 santri putri yang luka. Sebanyak enam santri mendapat penanganan di Puskemas Besuki. Sementara empat orang diperiksa di RSUD Besuki (2 orang rawat jalan, sedangkan 2 orang opname ). Ada 1 orang yang dirawat di RSIA Jatimed.
"Ada satu santri putri yang meninggal dunia atas nama Putri Helmikia Okta Viantika. Almarhumah meninggal sekitar di RSIA Jatimed," sebut Suyitno.
"Kita doakan semoga santri yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt. Santri yang luka semoga lekas sehat dan pulih. Aamiin," sambungnya.
Dirjen Pendidikan Islam berharap peristiwa sejenis tidak terjadi lagi. Pihaknya telah melakukan proses pendataan agar dapat dilakukan proses afirmasi.
