Konten Media Partner

Bahu Membahu Mahasiswa Kedokteran dan Dinkes Wujudkan Surabaya Zero Stunting

30 November 2025 8:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Bahu Membahu Mahasiswa Kedokteran dan Dinkes Wujudkan Surabaya Zero Stunting
Mahasiswa baru FK Unair bekerja sama Dinkes Kota Surabaya melakukan pendampingan kesehatan pada anak di bawah dua tahun (baduta). #publisherstory #beritaaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Dr. Sulistiawati, dr., M.Kes.โ€‹ Wakil Dekan III FK Unair saat memberikan sambutan pada kegiatan Bakti Mahasiswa 2025: Vitamin. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Dr. Sulistiawati, dr., M.Kes.โ€‹ Wakil Dekan III FK Unair saat memberikan sambutan pada kegiatan Bakti Mahasiswa 2025: Vitamin. Foto: Masruroh/Basra
Pemkot Surabaya masih mempunyai pekerjaan rumah untuk penanganan masalah stunting. Angka stunting di Surabaya berdasarkan aplikasi Sayang Warga tercatat masih ada 304 anak mengalami stunting dan pra stunting mencapai 350 anak. Angka ini tidak tersebar di 31 kecamatan, hanya di beberapa kawasan yang masuk wilayah kerja 63 puskesmas.
Masih adanya permasalahan stunting di Kota Pahlawan, mendorong mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya melakukan pendampingan kesehatan pada anak di bawah dua tahun (baduta).
Bertajuk Bakti Mahasiswa 2025: Vitamin, kegiatan ini meliputi penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Tambaksari, Surabaya.
"Pendampingan terhadap masyarakat di wilayah Kecamatan Tambaksari memasuki tahun kedua. Pendampingan ini difokuskan pada stunting maupun yang menuju stunting (pra stunting). Ini merupakan bentuk dukungan kami untuk mewujudkan Surabaya zero stunting," terang Dr. Sulistiawati, dr., M.Kes.โ€‹ Wakil Dekan III FK Unair, di sela kegiatan, (29/11).
Sulis melanjutkan, dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan mahasiswa baru FK Unair bisa memberi kontribusi nyata terhadap masyarakat.
"Minimal memberikan edukasi dan persepsi yang benar terhadap orang tua baduta dan keluarga mengenai penanganan kesehatan," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Kesehatan dan Gizi Masyarakat Dinkes Kota Surabaya Dr Sri Lestari mengapresiasi kegiatan pengabdian mahasiswa baru FK Unair ini.
"Wilayah Tambaksari memang masih mempunyai PR dalam penanganan stunting. Pendampingan di sini sangat diperlukan,โ€ tuturnya.
Sri mengatakan, saat ini Pemkot Surabaya bukan hanya berupaya menurunkan angka stunting, tapi melakukan pencegahan stunting melalui edukasi kepada masyarakat.
"Dan kegiatan pengabdian seperti ini cukup membantu Pemkot Surabaya melakukan upaya tersebut," tandasnya.
Dalam kegiatan pengabdian ini, para mahasiswa baru FK Unair yang didampingi dosen pembimbing akan melakukan kegiatan berupa pemberian materi terkait stunting, isi piringku, dan demo pembuatan MPASI.
Trending Now