Konten Media Partner
Bawa 32 Relawan Medis, RS Terapung Airlangga Berlayar Menuju Pulau Terpencil
27 November 2025 15:26 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Konten Media Partner
Bawa 32 Relawan Medis, RS Terapung Airlangga Berlayar Menuju Pulau Terpencil
Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) tengah berlayar dan menjalankan misi di kepulauan di Indonesia Timur. #publisherstory #beritaanaksurabayaBASRA (Berita Anak Surabaya)

Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) tengah berlayar dan menjalankan misi di kepulauan di Indonesia Timur, antara lain Pulau Sailus, Pulau Sapuka (Kabupaten Pangkajene Kepulauan), dan Pulau Bonerate (Kabupaten Kepulauan Selayar) di Provinsi Sulawesi Selatan.
RSKKA mulai berlayar dari Pelabuhan Kalimas Surabaya Selasa (25/11) sore menuju Pelabuhan Bangsal di Pulau Lombok. Selanjutnya, 29 relawan tenaga medis terbang dari Bandara Juanda Kamis (27/11) pagi bergabung menuju Pulau Sailus, pulau pertama yang akan dilayani.
Misi ini dijalankan dalam rangka menciptakan pemerataan kesehatan di pulau-pulau terluar Indonesia. Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas dedikasi yang telah RSKKA lakukan. Menurutnya, keberadaan RSKKA ini menegaskan bahwa Unair telah memberikan dampak pada masyarakat secara langsung.
โTidak semua universitas memiliki fakultas kedokteran dan rumah sakit kapal. Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini juga dengan para alumni yang saling bahu-membahu bersama UNAIR terutama dalam melakukan pengabdian masyarakat,โ tuturnya, Kamis (27/11).
Menurut Prof Madyan, RSKKA berperan penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di pulau-pulau yang tidak terjangkau.
โMasyarakat kita bukan hanya kekurangan dokter spesialis dan alat-alat medis, tetapi juga distribusinya yang tidak merata. Target RSKKA ini memang daerah-daerah dengan layanan kesehatan yang terbatas. Sehingga dengan kehadiran RSKKA harapannya bisa membantu pelayaran kesehatan masyarakat di daerah yang sulit terjangkau,โ terangnya.
Direktur RSKKA, Agus Harianto menuturkan bahwa RSKKA menjalankan misi ini tidak lain karena rasa cinta dan kepedulian terhadap masyarakat tak terjangkau di kepulauan.
Misi RSKKA, lanjutnya, juga merupakan bentuk perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia di bidang kesehatan.
โApa pun layanan kesehatan yang bisa dinikmati masyarakat kota, juga harus bisa dinikmati oleh masyarakat kepulauan,โ tekadnya.
Lebih lanjut, alumnus FK Unair itu menceritakan pengalaman RSKKA berlabuh dan memberikan bantuan kesehatan pada masyarakat Pulau Sailus pada 2019 lalu.
โKami sudah pernah ke Pulau Sailus pada tahun 2019. Masyarakat di sana sejak Indonesia merdeka sampai 2019, belum pernah ada satu dokter umum yang ditugaskan di sana. Sekarang sudah ada rumah sakit pratama, namun hanya ada satu orang dokter umum saja,โ ucapnya.
Kedatangan RSKKA ini bertujuan untuk membantu dokter dan tenaga medis yang bekerja di daerah terpencil dalam memberikan pelayanan kesehatan.
โSeperti supporter Liverpool menyemangati pemain-pemainnya terutama saat bertanding di kandang lawan, mereka bilang pada para pemain, You will never walk alone, kami juga ingin menyemangati mereka yang bertugas di daerah terpencil dengan bilang, You will never walk alone, you will never serve alone,โ pungkas Agus Harianto.
RSKKA dalam menjalankan misinya kali ini membawa 32 orang relawan. Relawan dokter spesialis yang dikirim antara lain spesialis bedah umum, anestesi, obstetri dan ginekologi, bedah plastik, penyakit dalam, penyakit jantung, penyakit anak, penyakit paru, mata, syaraf. Mereka diperkuat oleh relawan dokter umum, apoteker, kesehatan masyarakat, analis medis dan pengobatan tradisional.
